
Tiba-tiba...
''aaaaa...ifah sayang, mantu mama kamu kenapa nak?''. ucap buk mirna histeris dan mengikuti yudha masuk kedalam, sedangkan dirga mengekor dibelakangnya.
''saya ketemu ifah pas mau masuk lift buk, kebetulan kita searah jadi kita barengan. tapi pas depan pintu waktu saya mau jalan lagi tiba-tiba ifah pinsang''. jelas yudha sambil meletakan tubuh ifah berlahan di atas sofa ruang tv.
''ya Allah, sayaang..ifaah..bangun nak, kamu kenapa? jangan bikin mama cemas sayaang''. kata buk mirna kawatir.
''waduh, kalo ketahuan mama sekarang gawat nih, bisa gagal semuanya''. batin dirga penuh kecemasan.
''dirga kok kamu diam aja sih, bukannya telpon dokter kek. malah bengong sendiri. cepat sana telpon dokter hengki, cepat ..cepaat!''. buk mirna marah menatap dirga
''i iya mah''. jawab dirga.
''aduh sayaang, bangun dong, jangan bikin mama takut''. tutur buk mirna sambil menggosok-gosok telapak tangan ifah. sedangkan yudha masih setia berdiri di dekat sofa tempat ifah dibaringkan.
Tidak butuh waktu lama dokter hengki pun datang, kebetulan dokter keluarga dirga itu sedang ada pertemuan di gedung yang bersebelahan dengan gedung apartemen dirga. kemudian dokter hengki mulai melakukan pemeriksaan terhadap ifah, hanya butuh waktu 5 menit bagi dokter hengki untuk memberikan diagnosanya.
''selamat buk mirna, anda akan segera menjadi nenek menantu anda tengah hamil menginjak dua minggu''. ucap dokter hengki.
Deeggg..
''apaah..ifah hamil? ''. batin dirga dengan sangat kaget. tetapi tubuhnya langsung luruh disamping ifah dan menggenggam tangan ifah dengan tatapan mata yang sulit dimengerti uni.
''jadi ifah lagi hamil?''. batin yudha.
''Alhamdulillah, terimaksih dokter hengki. saya sangat bagahagia sekali. ini pasti akan menjadi penyemangat buat suami saya untuk segera sembuh dokter''. ungkap buk mirna dengan air mata haru ya.
''sama-sama buk mirna. oh ya buk, sekalian saya mau kabari kalau rumah sakit di Negara S yang telah kita tunjuk untuk tempat perawatan pak Rudi telah siap. tinggal menunggu kedatangan ibuk sama bapak saja lagi''. jelas dokter hengki.
''oh syukurlah, baik-baik dokter. rencana akhir minggu ini kami akan berangkat''. jawab buk mirna.
''baiklah Buk mirna pak dirga, saya pamit undur diri dulu. kebetulan acaranya belum selesai''. pamit dokter hengki.
''ya ya, baik dok terimakasih banyak''. balas buk mirna dengan jabatan tangan dan dirgapun mengikutinya.
Setelah kepergian dokter hengki, yudha yang sanga tahu diri akhirnya pamit juga dengan alasan akan masuk kerja.
''kalo gitu saya pamit dulu juga ya buk mas, mungkin ifah juga butuh istirahat'' tutur yudha.
''iya nak, terimakasih ya sudah bantuin mantu ibuk''. jawab buk mirna
__ADS_1
''sama-sama buk, kalo gitu saya pamit dulu. assalammu'alaiku''. balas yudha.
''ya baguslah tau diri''. gumam dirga yang entah mengapa dia terlihat tidak suka ifah dipegang-pegang oleh yudha.
''wa'alaikumsalam''. jawab buk mirna.
Selang beberapa menit ifah mulai membuka matanya, dan mulai mengingat-ingat apa telah dialaminya. melihat itu dirga mulai mengusap tangan ifah.
''sayaang, kamu udah sadar?''. tanya dirga tampak kuwatir. ifah hanya diam dan mengalihkan pandangannya. dirga nampak menghela berat nafasnya.
''sayaang mama udah bangun ya? aduh sayang mama kuwatir bangat sama kamu''. ucap buk mirna dan langsung memeluk ifah yang masih terbaring.
''makasih ya sayang, kamu udah ngasih apa yang mama inginkan''. tutur buk mirna yang masih memeluk ifah.
''mak..maksud mama apa??''. ifah mulai kebingungan.
''sayaaang..kamu lagi hamil. kamu bakal jadi ibu sayang''. jelas buk mirna.
''aa..apa? ifah hamil?''. lirih ifah dan kemudian menatap dirga penuh tanya.
''iya sayang, kita bakal jadi papa mama''. jawab dirga singkat dengan tangannya masih menggenggam tangan ifah.
''ifah, sayaaang..sekarang kamu istirahat ya, mama mau beresin belanjaan kamu dulu trus masak buat makan malam kalian ya. sekarang kamu pindah ke kamar gih, dirga bantuin ifah ke kamar''. kata buk mirna.
Akhirnya buk mirna membatalkan pertemuannya dengan temannya yang sudah menunggunya. bagi buk mirna kesehatan dan keselamatan mantu dan cucunya adalah hal yang paling utama. jadilah buk mirna sibuk sendiri dengan aktifitas di dapur apartemen anaknya itu.
Sedangkan di kamar tampak ifah yang terbaring dengan memunggungi dirga yang tengah duduk di pinggir ranjang.
''ifah, sebaiknya jangan tidur dulu. mama lagi masak buat kita, mas mau bersih-bersih dulu''. tutur dirga dan langsung beranjak menuju kamar mandi.
''apa yang sebenarnya terjadi mas, kenapa tidak ada penjelasan sedikitpun darimu. dan kenapa kamu tidak terlihat seperti suami-suami yang bahagia karena istrinya lagi hamil?!. kenapa kamu semakin membuatku bingung mas?''. lirih ifah dengan isakan tangis yang sudah tidak dapat dia tahan lagi. sungguh memilukan dan menyayat hati bagi siapapun yang mendengar isakan tangis ifah.
Di kamar mandi, dirga tengah gelisah. entah apa yang ada dalam pikirannya saat ini. itu terlihat jelas dari gerak tangannya yang tengah memijit-mijit pelipis matanya.
''apa yang harus aku lakukan sekarang? mengapa semua menjadi makin runyam? kenapa jantungku bergetar setelah mendengar kalo ifah lagi hamil? ah..ini ga bisa dibiarkan, aku harus bereskan semuanya sekarang juga''. akhirnya dirga bergegas menyelesaikan ritual mandinya.
Setelah semua masakannya siap, buk mirna langsung pamit pulang karena papa dirga sendirian di rumah dan kondisi papa dirga juga sedang kurang sehat. dan buk mirna juga tidak sabar untuk membagi kebahagian yang dia rasakan dengan suaminya secara langsung.
Di tempat tidur terlihat ifah tengah meringkuk dalam selimut, ya ifah ternyata ketiduran entah karena lelah hati dan badan atau karena bawaannya yang sedang hamil muda.
''ifah..ifah''.dirga menepuk bahu ifah untuk membangunkan ifah.
__ADS_1
''ifah, kamu makan duluan aja ya. mas ada perlu keluar sebentar, ga usah nungguin mas''. ujar dirga pada ifah yang terlihat sudah bangun.
Tanpa menunggu jawaban dari ifah, dirga berlalu pergi begitu saja. hal itu semakin membuat hati ifah bertambah sedih, kenapa tidak. biasanya jika tahu istri hamil, suami akan makin sayang dan perhatian tapi berbanding terbalik dengan dirga suaminya.
''kamu ninggalin aku lagi mas, bahkan tanpa penjelasan kenapa mas, kamu jahat..jahaaat.. hikhs...hikss..''. ifah kembali menangis namun lebih kencang dari sebelumnya.
''kamu jangan sedih ya sayang, bunda akan selalu ada buat kamu. bunda ga akan biarkan kamu bersedih syang''. ucap ifah lembut sambil mengelus perutnya yang masih rata.
Demi calon anaknya, akhirnya ifah berusaha sekuat tenaga untuk bangkit dari tempat tidur dan membersihkan dirinya karena terasa sangat lengket. setelahnya ifah langsung menuju meja makan, terlihat hidangan yang sangat menggugah selera ifah. ada ayam goreng cabe lengkap dengan tahu tempe dan sayur sop-sopan yang isinya telor puyuh bakso wortel dan kol yang tadi dimasak mama mertuanya. uuhh..sungguh menggiurkan bagi ifah, tanpa hambatan ifah langsung memenuhi piringnya dengan nasi beserta hidangan lainnya. setelah isi piringnya habis tak bersisa, akhirnya ifah langsung kembali ke kamar namun sebelumnya dia telah mecuci piring bekas makannya tadi.
*****
Dikediaman Orang Tua Dirga
''papaaaa...papa kenapa paaa? paa?? apa yang terjadi?...biiik biiiiikk biiiik cepat sini bik, tuan pingsan bik...!!''. teriak buk mirna saat melihat pak rudi terkapar di lantai kamar tengah tak sadarkan diri.
''iya iya nyonya..''. bik inah datang dengan raut wajah penuh kecemasan.
''bik , cepat bik cepat hubungi dokter rudi suruh segera datang kesini''. suruh buk mirna panik pada bik minah.
''baik-baik nya''. jawab bik inah dan berlari menuju telepon rumah.
''aduuh.. papa, bangun pa..mama bawa berita bahagia buat papa..ayo pah kamu harus kuat demi calon cucu kita hiks...hikss..'' tangis buk mirnapun akhirnya pecah melihat kondisi suaminya yang terkapar tidak berdaya.
Tiga puluh menit berlalu akhirny dokter Hengki datang dan langsung memeriksa keadaan pak rudi.
''sebaiknya segera siapkan keberangkat pak rudi malam ini juga buk, tumornya sudah mengganggu fungsi jantungnya. kalau kita tunggu lagi akan berakibat fatal buk''. jelas dokter hengki.
''baiklah dok, lakukan yang terbaik. saya akan ikut apa langkah yang terbaik menurut dokter''. jawab buk mirna.
''baiklah saya akan hubungi pihak rumah sakit di negara S, silahkan ibuk siapkan segala keperluan bapak. dan untuk keberangkatan saya akan ambil jalur rekomendasi gawat darurat dari rumah sakit''. tutur dokter hengki.
'' baik dok, terimaksih bayak''. balas buk mirna.
''sama-sama buk mirna, ini sudah tugas saya sebagai dokter pribadi keluarga buk mirna''. jawab dokter hengki.
*****
Di lain tempat terlihat seorang pria dan seorang wanita tengah terlibat pembicaraan serius di sebuah cafe yang cukup ramai. itu terlihat jelas dari mimik wajah keduannya.
''pokonya aku ga mau tau, semua harus sesuai rencana kita dari awal. kamu bakal bertanggung jawab dengan kehamilanku ini''. ucap sang wanita tegas.
__ADS_1