Salahkah Aku Memilihmu

Salahkah Aku Memilihmu
11 Pertengkaran 1


__ADS_3

Pada saat dirga memasuki apartemennya, orang pertama yang dia cari keberadaannya adalah istrinya. wanita yang sangat dicintainya yang telah tega dia lukai hatinya. setelah tidak menemui di sudut ruang manapun, akhirnya dirga menuju kamar yang mereka tempati.


ceklek..pintu kamar terbuka..


Pada saat membuka pintu kamar, mata dirga langsung tertuju pada seorang wanita yang meringkuk didalam selimut di atas tempat tidur. ya dialah ifah, wanita yang saat ini sedang menangis karenanya. Karena ke ego dan ketidak tegasannya untuk melupakan masalalunya.


Berlahan langkah kaki dirga mendekat dan duduk di tepi ranjang, terlihat jelas dari bahu ifah yang bergetar bahwa ifah saat ini sedang menangis.


''ifah, mas minta maaf. bukan maksud mas utuk berbohong padamu. mas hanya ingin menyelesaikan masalah mas sendiri dulu, mas sama sekali ga berniat untuk kembali pada nadira''. ucap dirga pelan sambil mengusap kepala ifah dengan lembut.


Mendengar nama wanita itu disebut, sontak ifah langsung menepis tangan dirga.


''jangan pernah menyebut wanita itu lagi di depanku!''. sanggah ifah sambil bembalikkan badannya.


''Maaf mas, aku ingin sendiri. tidurlah di luar''. pinta ifah.


''sayang mas...''. ucapan dirga langsung dipotong ifah. ''mas yang keluar atau aku yang keluar!''. bentak ifah.


''baiklah, mas akan tidur di sofa ruang tengah. kalo ada apa-apa panggil mas ya''. tutur dirga mengalah dan beranjak keluar kamar.


''maafkan aku mas, aku manusia biasa. kamu sudah meberiku kebohongan diawal pernikahan kita yang belum genap dua minggu. sakit mas sakit hiks..hiks..''. tangis ifah pecah kembali.


Sepanjang malam ifah habiskan dengan menangis, saat azan subuh dia baru bisa memejamkan matanya. Bagaimana tidak, begitu syoknya dia mengetahui kalau suaminya masih menjalin hubungan dengan mantannya. bahkan pin apartemen dirga pun adalah tanggal jadian mereka. sudah jelas bagi ifah bahwa dirga belum bisa moveon dari mantannya itu. Bahkan wanita itu terlihat sudah biasa keluar masuk apartemen dirga.


Pikiran ifah kembali teringat saat mereka masih bertunangan dan akan segera melangsungkan pernikahan. pada saat itu dirga terasa begitu berbeda sikapnya kepada ifah, hampir tidak pernah menghubungi ifah dengan alasan sibuk bekerja. tidak ada lagi perhatian-perhatian kecil yang biasa dirga berikan kepada ifah. belum lagi panggilan-panggilan telepon yang mengganggu pikirian ifah belakangan ini. ternyata inilah penyebabnya, kehadiran mantannya kembali.


Sungguh ifah tak habis pikir, kalau memang dirga masih cinta dan sayang sama nadira, kenapa dia melamar ifah? apakah ifah hanya pelariannya semata? dan kenapa dirga menikahi ifah kalau hanya untuk menyakiti ifah.


''kenapa kamu tega sama aku mas hiks hiks..apa karna kamu pikir aku orang kampung jadi mudah dibohongin?!..kamu salah mas, aku akan buktiin kalo orang kampung ga sebodoh yang kami pikir. kamu liat aja mas''. ucap ifah sambil mengahapus kasar butir bening diujung matanya yang hampir menetes.


Lain lagi dengan dirga di ruang tv, dia begitu takut ifah tidak akan memaafkannya dan pergi meninggalkanya. mata dirga tidak pernah bisa terpejam karena memikirkan cara bagaimana meminta maaf kepada ifah dan membuat ifah kembali percaya kepadanya. saat ini perasaan dirga dipenuhi rasa cemas dan rasa bersalah kepada ifah istrinya. dirga sangat menyesal telah menyakiti hati wanita yang sangat dia cintai.


Akhirnya selepas shalat subuh, baru dirga mulai merasakan kantuk yang luar biasa. bahkan untuk membereskan perlengkapan shalatnya saja dia sudah tidak sanggup. jadilah dirga tidur di atas sofa dengan baju shalat lengkap dengan pecinya.


Di dalam kamar, terlihat ifah yang sedang mengerjapkan matanya karena silau sang mentari sedikit menembus tirai putih kamarnya. sang mentari seperti membangunkannya dari mimpi buruk yang semalam dialaminya. Ifah kemudian duduk dan menggosok-gosok matanya dan mengedarkan pandangan kesemua sisi ruangan seperti mencari sesuatu.


'' ternyata dia tidak didalam''. gumam ifah.


kriukkk...kriiiuuuk...

__ADS_1


Bunyi suara perut ifah itu langsung mengingatkannya tentang kejadian semalam.


''ah..aku lapar sekali, gara-gara wanita itu..bukan hanya hatiku yang tersiksa tapi juga perutku. sebaiknya aku mengisi lambung tengahku dulu, mungkin mas dirga udah berangkat kerja''. ucap ifah sambil menatap penunjuk waktu yang menempel di dinding kamarnya.


Ketika ifah melangkahkan kakinya di ruang tengah, langkah kaki ifah terhenti melihat seseorang yang sedang tidur meringkuk di atas sofa ruang tv.


''kenapa mas dirga belum bangun? apa dia ga masuk kerja hari ini?''. batin ifah.


''ah biar aja lah, ntar juga bangun sendiri''. gumam ifah pelan sambil berlalu menuju dapur.


''lihatlah, makanan yang aku masak terbuang sia-sia gara-gara kehadiran rubah betina itu. sebaiknya aku panaskan yang masih bisa dimakan. lumayan buat makan siang. sebaiknya aku masak nasi goreng ajah deh biar simpel masaknya''. tutur ifah sambil membereskan meja makan dan kemudian menyiapkan bahan-bahan untuk memasak masi goreng.


Tidak butuh waktu lama bagi ifah untuk menyiapakan dua porsi nasi goreng, ya yang satu lagi buat dirga. walaupun marah, tetap saja tugasnya sebagai istri dia jalankan salah satunya menyiapkan makan untuk suaminya.


Karena hati masih sakit, akhirnya ifah mulai makan sendiri. belum beberapa sendok nasi goreng masuk keperutnya, ada sepasang langkah kaki yang mengarah ke tempatanya. tanpa ifah lihat juga sudah pasti itu dirga suaminya yang terbangun oleh aroma masakan ifah dan bunyi denting sendok yang menari di atas piring.


''enak nih sayang, mas mau dong''. pinta dirga.


'' nih, habisin jangan sampe sisa. bertengkar juga butuh tenaga''. ketus ifah sambil menghabiskan sisa nasi gorangnya.


Tanpa menunggu dirga selesai sarapan, ifah langsung berdiri dan membawa piring kotornya ke dapur untuk langsung di cucinya.


''siap-siap lah mas, bukannya hari ini mas ada meeting penting dengan klien''. tutur ifah asal.


'' benarkah??''. ucap dirga yang kebingungan mengingat-ingat yang dikatan ifah barusan.


Karena ada kesempatan, bergegas ifah meninggaalkan dirga dan cepat-cepat dia masuk ke dalam kamar dan menguncinya.


''Shitt...ifah..ifah kamu mempermainkan mas ya,, sayaaang''. gegas dirga mengejar ifah yang sudah hilang dibalik pintu kamarnya.


ceklek.. kret kret..pintu kamar sudah dikunci ifah.


''ifah..sayaang, buka pintunya sayang..mas mau mandi,baju gantinya kan di dalam. buka pintunya dong sayaang''. teriak dirga sambil mengetok-ngetok pintu kamar.


sedetik..dua detik..sampai dua menit kemudian.


kret kret ceklek..pintu terbuka..


''makasih sa...''. ucapan dirga terpotong.

__ADS_1


''ini mas, mandinya di kamar sebelah aja. ifah juga mau mandi''. ucap ifah sambil menyerahkan baju kerja lengkap dengan **********.. ceklek..kret kret..ifah kembali mengunci pintunya.


''makasih sayang''. ucap dirga lemas.


Setengah jam kemudian sudah terlihat dirga yang sudah rapi dengan kemeja biru lembut dengan celana cinos warna coklat mocca. Rambutnya yang disisir rapi kepinggir yang agak tinggi bagian depannya menambah kesan cool yang menambah ketampanan seorang dirga.


tok..tok..tok


''sayang..sayaang..buka pintunya dong''. dirga memanggil ifah dengan penuh kelembutan


''ada apa mas..''. ucap ifah tiba-tiba dari arah ruang tengah yang sedang duduk sambil mengotak-atik handphonenya.


''aduh sayaaang, jangan kagetkan mas gitu dong. hampir copot jantung mas..aduuh''. kaget dirga sambil memegang dadanya berjalan ke arah ifah.


''siapa juga yang kagetkan''. ketus ifah.


Dirga mendekat dan duduk di sebelah ifah, dia langsung memegang kedua bahu ifah dan mengahadapkan kepadanya. ''sayang, mas benar-benar minta maaf. kamu boleh marah sama mas, kamu boleh hukum mas apa aja tapi tetap berbagi kamar sama mas ya?..pleassee..mas ga kuat tidur tanpa peluk kamu sayang. dingiiiiin''. ucap dirga dengan mata pupyeyes nya mengaharap belas kasih pujaan hatinya.


''aku tu cu...''. ucapan ifah terhenti karena ponsel dirga berbunyi.


''sebentar sayang ini dari bengkel, mas angkat dulu''. tutur dirga berdiri sambil membelai rambut ifah.


''ya halo pak Bagas''. jawab dirga


..................................


''apaa!!!!?''. Dirga mengertakkan giginya penuh emosi.


'' baiklah tahan dia. tunggu saya di sana''. tutur dirga


Ifah hanya bisa cemberut sambil melipat kedua tangannya ke dada. kekesalan ifah bukan sampai disitu saja, tiba-tiba dirga langsung pamit untuk segera kebengkelnya karena ada masalah serius.


''maaf sayang, mas kebengkel dulu. tunggu mas ya, ga lama kok. ada sedikit masalah disana.''.


cup..


''tunggu mas yah''. ucap dirga sambil mencium kening ifah.


Tanpa menunggu jawaban ifah, dirga sudah berlalu pergi dan menghilang di balik pintu. Ifah yang melihat itu menjadi makin kesal.

__ADS_1


''aaagghh...maaaaas, aku benci sama kamuuu!!!''. teriak ifah sambil menghentak-hentakan kakinya ke lantai. akhirnya ifah pergi ke kamarnya, berbaring adalah cara tenyaman baginya untuk mereda emosi.


__ADS_2