Salahkah Aku Memilihmu

Salahkah Aku Memilihmu
14. Kepergok ifah


__ADS_3

Sejak kejadian pertengkaran ifah dan dirga karena ulah kedatangan nadira, tak terasa sudah satu bulan berlalu. Hari ini ifah berencana akan pergi belanja keperluan dapur ke super market yang dekat dengan gedung apartement dirga.


Saat akan memasuki kamarnya ifah tertegun melihat penampilan suaminya. dirga terlihat tampan dengan stelan baju kemeja putih lengan panjang yang lengannya digulun sampai sikunya. dipadukan dengan celana cinos warna coklat tua yang menambah ketampanan dirga. sungguh ifah dibuat perpana olehnya. semua yang dipakai dirga adalah pilhan pakaian yang disiapkan ifah.


''ado do ai, gantengnya suamiku. bikin makin cinta aja deh sayaang''.batin ifah, sambil senyum-senyum memandangi suaminya yang tengah memakai jam tangannya.


''mas, buruan nanti telat loh''. ucap ifah u


yang tiba-tiba sudah berdiri dipintu kamar.


''astagfirullah...ifaah, bisa ga kurang-kurangin kagetin mas. bisa copot nih jantung mas''. kaget dirga.


''heheh...maaf sayang, habis dtungguin ga muncul-muncul''. jawab ifah nyengir.


''iya sayang, ini juga baru siap. yuuk''. balas dirga berjalan sambil merangkul pinggang ifah.


Seperti biasa, setiap pagi ifah akan menyiapkan segala keperluan dirga. mulai pakaian yang akan dipakai dirga ke kantor, sarapan dirga, dan tentunya bekal makan siang dirga yang tidak pernah absen dibawanya.


''mas, hari ini kan mama mau kesini. ifah nanti ijin keluar ya, mau belanja keperluan dapur. ga jauh kok, cuma super market deket sini aja.'' tutur ifah sambil mengisi piring dirga dengan nasi goreng sosis plus telor ceplok.


''boleh, tapi kamu udah hafal belum jalannya? ntar nyasar lagi.'' jawab dirga sambil menyendok nasih goreng kemulutnya.


''ish, ifah ga bodoh-bodoh juga kali mas. masa udah lama tinggal disini belum hafal jalan pulang?..''ucap ifah kesal sambil nyubit pinggang dirga.


''aduh..sakit sayaang, mas kan takut aja istri kesayangan mas kesasar. masak istri tuan dirga yang ganteng nyasar, kan malu haha..''. ucap dirga sambil tertawa.


''apaan sih, kok malah ledekin ifah?,!..kasih iji atau ga? tinggal jawab itu aja, ga usah jawabnya kepanjangan''. ketus ifah.


''iya iya boleh sayaang, itu aja ngambek. tapi nanti jangan lupa bawa ponsel, ntar kalo ada apa-apakan gampang tinggal telepon mas''. tutur dirga sambil berdiri karena sarapannya sudah ludes dari piringnya.


''uangnya mana?''. ucap ifah sambil menampungkan satu tangannya ke arah dirga.


Dirga meraih dompet dalam kantong celana belakangnya ,dan mengeluarkan sesuatu berbentuk benda pipih berwarna gold dan menyerahkannya ke arah ifah.


''loh kok ini sih mas? ifah mau uang cash aja mas, repot mesti ke ATM dulu''. tolak ifah.


''haha...makanya liat dulu sayaang, ini tu kartu kredit, ga perlu ke ATM dulu''. ucap dirga sambil tertawa.

__ADS_1


''ow hehe...ok deh, makasih ya sayang''. jawab ifah sambil mencium pipi kanan dirga.


''duuh nikmatnya, lagi sayang''. ucap dirga sambil menyodorkan pipi kirinya.


''mmuuach..udah sana sana, ntar telat kerja lagi''. kata ifah sambil mendorong tubuh dirga ke arah pintu. dirgapun tertawa dibuatnya karena ulah ifah yang sunggug menggemaskan bagi dirga.


Setelah mengambil tas selempangnya, dirga langsung berangkat menuju showroomnya setelah ifah mencium takzim tangan dirga.


''Assalammu'alaiku''. ucap dirga.


''wa'alaikumsalam''. jawab ifah.


Selepas kepergian dirga pergi kerja, ifah memulai rutinitasnya dengan membersihkan rumah, mencuci dan merapikan dapur.


Semua perkerjaannya sudah beres, setelah Dzuhur mama mertuanya akan datang berkunjung untuk pertama kalinya setelah mereka pindah ke apartement. jadi, bergegaslah dinan untuk pergi belanja keperluan dapur ke super market dekat gedung tempat tinggalnya. tak butuh waktu lama bagi ifah untuk sampai ke super market, walau berjalan kaki, dinan sangat bersemangat sekali. itu terlihat jelas dari senyum yang tidak pernah pudar dari wajah cantiknya.


Hal itu tidak luput dari pandangan seseorang yang kebetulan satu lift dengan ifah saat turun menuju loby. bahkan sampai ifah masuk super marketpun pria itu masih mengikutinya.


ifah mulai mencari bahan-bahan dapur sesuai daftar kertas belanjaannya yang sekarang tengah dipegangnya. ditengah memilih-milih bahan belanjaannya,... buuuggh....


''aduh, maaf-maaf mas saya ga sengaja''. ucap ifah sambil memungut belanjaan orang itu yang jatuh akibat ditabrak ifah barusan.


Degg...


seketika ifah mengangkat kepalanya, karena sangat penasaran siapa yang mengenalnya di kota besar ini selain dirga, dan mertuanya.


''kakak..'' kata ifah sedikit kencang karena kaget.


*****


Di tempat lain, tepatnya di showroom, dirga kedatangan tamu yang tidak diharapkan. siapa lagi kalau bukan nadira.


''siang sayaaang...''. ucap nadira yang langsung masuk tanpa permisi.


Dirga yang kesal dengan kedatangan nadira yang langsung masuk tanpa permisi, membuat dirga menyudahi kerjaannya dengan menutup laptopnya.


''mau apa kamu kesini''. tegas dirga.

__ADS_1


''ya mau ketemu kamu lah sayang''. jawab nadira santai sambil duduk kursi depan meja kerja dirga.


''udahlah dira, apa belum cukup uang yang aku transfer?, kalo untuk nambah maaf aku ga bisa ngasih kamu lagi''. balas dirga.


''ga segampang itu dirga sayang, asal kamu tau aku balik ke negara ini lagi karena aku udah ga punya apa-apa lagi dirga. aku bangkrut''. ucap nadira penuh penekanan.''aku ditipu pria biadap itu''. gumam nadira lagi.


'' jadi apa hubungannya denganku, bukan aku yang bikin kamu bangrut kan?''. sindir dirga dengan melipat kedua tangannya kedada.


''ya betul sih bukan kamu, tapi kamu kan udah janji ga akan ninggalin aku''. ucap nadira manja.


''he he..kamu bodoh atau udah ga waras dira, se enak mulutmu saja ngomong''. sindir dirga.


''apa kamu ga takut kalo aku bunuh diri?''. jawab madira enteng.


'' dira dira.., mau kamu bunuh diri kek aku udh ga peduli. kamu bukan siapa-siala aku. dari pada ngurus kamu, mending aku nikmati masa-masa indah aku sam istriku. jadi lebih baik sekarang kamu keluar, pintunya sebelah sana''. tutur dirga sambil mengarahkan dagunya ke arah pintu.


Nadira yang sejak tadi duduk, tiba-tiba berdiri dan mendekat kearah kursi dirga dengan berjalan penuh keseksian. bagaiman tidak, nadira menggunakan baju kurang bahan. rok ketat pendek yang hampir menampakakan segitiga pengamannya, dan baju ketat satu tali yang menyembulkan dua guntalan padatnya yang putih bersih. namu sedikitpun dirga tidak berselera melihatnya. dipalingkannya wajahnya ke samping, namun bukannya ke arah pintu, nadira malah mengarah ke arah dirga. tiba-tiba..


brugg... nadira terjatuh ke pangkuan dirga dan itu membuat bibir nadira menyentuh pipi dirga dan tangan dirga resflek menahan tubuh nadira agar tidak terjauh.


Tepat saat adegan itu terjadi, tiba-tiba muncul ifah dari dibalik pintu kaca ruang dirga dan..


Treng.. teng teng teng..


Rantang yang ditangan ifah jatuh berserakan di lantai keramik ruang dirga.


''mas..apa yang kamu lakukan''. ucap ifah sambil menutup mulutnya dengan tangan. bulir bening langsung mengalir deras dipipinya. tapi sebelum dirga menjawab, ifah yang sudah tak tahan matanya melihat adegan panas dirga langsung berlari kencang meninggalkan ruangan dirga.


Melihat ifah yang muncul tiba-tiba,membuat nadira semakin menempel kan bibirnya ke pipi dirga. sehingga membuat dirga dengan kasar mendorong tubuh nadira hungga tersungkur ke lantai.


Buughh..


''aaww.. aduh dirga, apa-apaan kamu!''. bentak nadira dan kemudian meringis kesakitan.


''sayaaang..sayaaang..ifaaah''


teriak dirga memanggil ifah tanpa peduli dengan nadira yang kesakitan.

__ADS_1


''akhirnya nasib baik masih berpihak sama aku, hahaha.. untung aku liat si wanita kampung itu datang haha.. semoga kehancuran pernikahan kalian akan segera tiba hhaaha''. batin nadira dengan senyum mengembang di bibirnya.


__ADS_2