
Warning 21+
Tibalah saatnya hari yang dinantikan Ifah, dimana dia dan Drga dipersatukan dalam ikatan pernikahan yang suci. Ifah terlihat anggun dengan paduan kebaya brokat pink soft dengan rok batik panjang menyapu lantai bermotif gold. Rambutnya disanggul kecil rendah hampir menyentuh bahu dengan sedikit anak rambut yang dibiarkan terurai lepas dan make up tipis tapi tak mengurangi kecantikannya membuat semua mata terpana mengagumi sang mempelai wanita, tak terkecuali Dirga. Matanya tak lepas memandang Ifah sampai duduk tepat di sampingnya.''cantik.'' Ucap Dirga pelan.
Acarapun dimulai dari kata sambutan oleh KUA sampai dengan ijab qabulnya.
'' Saya terima nikah dan kawinnya Latifah Rasyidin binti Rasyidin Altaf dengan mas kawin 20 garam emas dan seperangkat alat shalat di bayar tunai!''
'' Sah sah sah.!.''
Seluruh tamu yang hadir mengucapakan Alhamdulillah secara bersamaan dan disambut bahagia oleh kedua mempelai, tidak..hanya Ifah yang terlihat begitu bahagia berbeda dengan Dirga. Walaupun tidak kentara, terlihat ada sedikit raut kegelisahan di wajah Dirga. Hal ini dapat dirasakan oleh Ifah sendiri, entahlah firasat istri mungkin kuat.
''*A*pa sebenarnya yang kamu sembunyikan dari aku Mas?'' Batin Ifah sambil menatap kearah Dirga.
Lamunan Ifah dibuyarkan oleh kedatangan tamu undangan yang akan memberikan ucapan selamat kepada kedua mempelai. Para tamu yang hadir tidak banyak, hanya anggota keluarga terdekat dan tetangga saja yang hadir dan pastinya dua sahabat Ifah Hesti dan Weni.
'' Aduuh Ifah kamu cantik banget, sampe pangling aku tau ga.'' Tutur Hesti.
'' Sampe mempelai prianya lupa mangap.'' Cerocos Weni yang diiringi gelak tawa kedua mempelai.
'' Selamat ya Fah, samawa dunia akhirat, dan cepat dapat momongan.'' Ucapan selamat dari Hesti diamini kedua mempelai.
'' Ya elah semua do'a di borong Hesti, ya udah deh semua do'a terbaik buat bestiku. Jaga sahabat kami baik-baik ya Mas, jangan pernah sakiti dia, kalo ga bakal kita sembunyiin dan Mas ga bakalan bisa ketemu Ifah lagi!'' Ucapan Weni yang menohok dan sontak membuat Dirga membeku. Namun ketawa para bestie Ifah tersebut membuatnya kembali tersenyum kikuk.
''Ha hahaa.. becanda kali Mas.'' Weni menyenggol lengan Dirga.
'' Bestie kalian ini adalah ratu di hati dan dihidupku, jadi kalian ga usah kuwatir. Palingan saya akan buat dia lupa sama kalian karena sudah sangat bahagia dengan suaminya yang ganteng ini
__ADS_1
'' Tutur Dirga sambil merangkul mesra pinggang Ifah.
Setelah selesai cipika-cipiki, keduanya pamit undur diri karena ada urusan masing-masing. Hesti sekalian pamit sama Ifah kalau dia menerima tawaran kontrak kerja ke luar negeri tepatnya Jepang dan kebetulan akan berangkat besok. Jadilah hari bahagia sekaligus hari mengaharukan untuk Ifah karena akan berpisah dengan para sahabatnya.
Matahari sudah kembali keperaduannya, dan para tamu sudah meninggalkan rumah Ifah. Hanya tinggal Bapak Ifah, Mama dan Papa Dirga serta Nining dan keluarganya.
'' Baiklah Mas Rasyid, kami undur diri dulu. Sepertinya kedua mempelai sudah ga sabar pengen masuk kamar.'' Blusss.. ucapan mama mertuanya sontak membuat pipi Ifah langsung memerah sehingga membuatnya langsung menundukan kepala.
'' Iya Buk Mirna, jadi kapan rencana Buk Mirna dan Pak Rudi balik ke kota?'' Tanya Pak r
Rasyid.
'' Kalau kami kemungkinan lusa sudah balik Mas Rasyid karna Papanya Dirga ada kunjungan ke luar kota.'' Jawab Buk Mirna.
'' Kalau Dirga mungkin ga samaan dengan kami, karena Ifah akan diboyong ke kota jadi mungkin butuh waktu sehari dua hari lah buat Ifah mempersiapkan semuanya.'' Tambah Pak Rudi Papa Dirga.Pak Rasyid pun mengangguk-anggukan kepalanya.
'' Ifah sayang, kalo Dirga kerasin kamu bilang sama Mama yah. Biar Mama jewer kupingnya. Nanti kalo diapa-apakan Dirga jangan takut yah, biar Mama Papa sama Bapakmu cepet dapet cucu.'' Blussh.. kembali pipi Ifah memerah karena bisikan Mama Mirna. Ifah hanya bisa menganggukan kepalanya pelan. Setelah cukup basa-basinya, rombongan keluarga Dirga pun pamit undur diri.
'' Ya Tuhan Ifah, kamu sangat menggoda imanku Fah. Lihat bibir kenyal itu..ah rasanya pasti manis sekali, aduuh belahan d*d* mu itu penuh banget Fah..dir*mas pasti nikmat banget.'' Lamunan Dirga buyar karena suara Ifah.
''Mas..Mas kok ngelamun sih? Ayo buruan mandi habis tu kita shalat Magrib berjama'ah, ntar keburu habis magribnya.'' Ucap Ifah mengagetkan Dirga.
'' I iiya, Mas mandi dulu.'' Ucap Dirga belalu masuk ke kamar mandi.
Sungguh bahagia hati Ifah saat ini, untuk pertama kalinya dia diimamkan oleh seorang laki-laki selain kakak dan bapaknya apa lagi pria ini adalah laki-laki yang sangat dicintainya.
'' Ya Allah puji syukur hamba ucapakan padaMu, jadikanlah malam ini malam sebagai awal keindahan rumah tangga kami. Dan jadikanlah batas umur kami sebagai pemisahnya..amiin.'' Ifah berdo'a dalam hati.
__ADS_1
Setelah selesai menunaikan kewajibannya, sebelum berdiri Ifah langsung meraih tangan Dirga dan mencium takzim tangan suaminya itu. Dengan perlahan Dirga menundukkan kepalanya dan mencium pucuk kepala istrinya. Kemudian diraihnya dagu Ifah dan dikecupnya kening Ifah. Seketika Ifah memutup matanya. Lama-lama turun ke hidung dan..cup..dikecupnya bib*r Ifah, karena Ifah masih menutup matanya..berlahan kecupan itu menjadi semakin dalam dan lebih menuntut. Seketika Ifah mendorong pelan dada Dirga.
'' Mas, apakah harus malam ini?'' Tanya Ifah.
'' Apakah kamu belum siap?'' Jawab Dirga.
'' Sebelum kita melakukannya, ada yang ingin aku tanyakan sama Mas, tapi tolong jawab jujur ya Mas.'' Ujar Ifah.
Deg..sontak Dirga membeku. ''Apa yang akan Ifah tanyakan? Jangan bilang dia sudah tau..ga..ga Ifah ga mungkin tau, tapi apa dari mama atau...?? ah kenapa aku makin cemas banget sih! Mana yang dibawah udah pengen jebol gawang Ifah lagi. udah ah..yang penting dapat dulu." Batin Dirga.
'' Baiklah, apa yang ingin Ifah tanyakan.''.Tanya Dirga lembut sambil membelai kepala Ifah yang masih berbalut mukena.
'' Apa Mas tidak sedang menyembunyikan sesuatu dari aku Mas?''. Tanya Ifah menatap mata Dirga.
''*G*a mungkin aku jawab iya.'' Batin dirga lagi.
'' Ga ada yang bisa aku sembunyikan dari kamu sayang, apa yang kamu ketahui tentang Mas, maka itulah Mas apa adanya.'' Jawab d
Dirga senor mungkin.
Sesaat Ifah menatap dalam manik mata dirga, ada sedikit keraguan disana. Namun semua itu dia tepis karena begitu besar rasa cinta dan sayangnya untuk Dirga.
''Baiklah, aku percaya sama kamu Mas. Tapi jika nanti Mas bohongin aku, maka jangan pernah memintaku untuk kembali karena itu tak akan pernah terjadi.'' Tutur Ifah sambil menggenggam tangan suaminya.
'' Maksih sayang, kamu sudah percaya sama Mas. Karena itu tidak akan pernah terjadi.'' Ucap Dirga.
''Maafkan mas Ifah, Mas masih bingung dengan perasaan Mas sendiri yang jelas Mas ga bisa melepaskanmu karena itu akan membuat orang tua Mas marah.'' Batin Dirga penuh rasa bersalah.
__ADS_1
Untuk sesaat mereka berpelukkan, kemudian Ifah melerai pelukannya dan berdiri tepat di depan Dirga yang juga ikut berdiri. Kemudian Ifah berlahan membuka mukenanya, sungguh pemandangan yang sangat indah oleh Dirga. Bagaiman tidak, ternyata sekarang Ifah berdiri di depannya dengan memakai pakaian laknat yang membuat hampir seluruh anggotan tubuhnya ter ekspos. Dirga yang menatap penuh lapar, langsung menangkap Ifah dan merebahkannya di atas ranjang pengantin secara berlahan. Ranjang yang telah dipenuhi oleh bunga-bunga layaknya kamar pengantin pada umumnya. Akhirnya malam ini menjadi malam pertama dan malam yang panjang untuk Ifah dan Dirga, malam yang panas meski dalam dinginnya malam.
Namun ifah tak pernah tahu, apa yang akan dia alami setelah ini. Bagaimana rumah tangganya kedepan yang sudah di awali dengan kebohongan. Tetapi dalam pikiran dan hatinya sekarang hanya ada Dirga dan Dirga.