
"princess di luar ada mbak maya, dia katanya ingin bertemu anda penting " ucap papinka
mbak maya ada apa kesini?
aku.. cek HP ku dan aku aktifkan benar beribu panggilan tak terjawab dari maya
aku pun berlari menemui maya yang duduk di taman dekat kantor, ku lihat wajahnya tampak pucat dan tangannya gemetar
"kak maya.. " ucap ku yang baru datang buru buru
"erina " maya peluk aku sambil menangis
"ada apa? kenapa menangis? apa yang terjadi " aku khawatir
maya pun mengeluarkan sebuah kertas dari tas nya
"what?? you are married? " aku pun kaget
lagi -lagi mbak maya menangis, surat undangan tertulis maya dan daffa
"kakak,, kamu kejam louis bagaimana dia?, kakak ku pasti hancur " erina pun menangis
"aku minta maaf erina hanya itu yang bisa aku ucapkan, karena setelah aku dan louis memutuskan untuk break bapak sama ibu mencarikan aku seorang suami, dia anak teman ayah ku, dia tidak terlalu kaya tapi punya pekerjaan tetap dan yang paling penting ayah mertua ku setuju, sama seperti mu erina aku pun ingin berbakti pada orang tua ku " jelas maya panjang lebar
petir pun terasa menyambar.. kisah cinta kak maya mirip kisah ku, cuma bedanya louis setia cuma dia terlalu takut pada deddy
"erina aku mohon jaga louis aku sangat menyayangi nya, jaga dia mungkin louis patah hati untuk beberapa saat, tapi aku yakin semua akan baik -baik saja, semoga Tuhan juga mengirimkan jodoh yang baik dan di restui oleh daddy "
aku pun tak berani menjawab cuma air mata, entah kenapa? lagi -lagi melukai hati anaknya..
"kak maya.. " aku pun terus menangis
"princess, aku pamit ya "
"tunggu apa kamu yakin akan bahagia dengan calon pilihan orang tua mu? " erina tampak sinis
"iya, aku yakin aku akan bahagia princess, sebab orang tua ku setuju dan merestui begitu pun mertua ku, bukankah pernikahan yang paling baik itu dapat restu dari orang tua "
jawaban maya cukup lugas dan jelas tapi hatiku juga ikut terasa sangat sakit
louis aku harus cari dia..
"pap, kita cari louis? " erina hendak masuk mobil
klakson mobil erik yang ternyata sudah tiba di kantor ku
"my wife mau kemana? bukankah aku sudah bilang akan jemput kamu" erik pun berdiri di depan ku
"kalau begitu, ayo kita pergi, dante tolong antar aku ke club malam nomor satu di jakarta " erina pun menarik tangan erik
"tapi nona? " dante binggung
"kamu mau jalan, atau aku saja yang menyetir " bentak erina
__ADS_1
erik pun yang bingung beri kode dante untuk setuju
"sebenarnya apa yang terjadi hingga mendadak istri ku ingin ke club malam. " tanya erik
erina pun mengeluarkan surat undangan yang tadi dia Terima dari maya dan itu pun bikin erik syok..
nighty night club paling elit di jakarta..
"stop in the party !! " teriak erina
seketika musik pun berhenti.. sebenarnya tidak ada pengunjung.. cuma musiknya sedang asyik
"dimana kakak ku " tatap erina pada manager club
"di lantai atas princess, saya mohon saya minta maaf tuan louis memaksa " manager gemetar
"i don't care, besok sesuai ultimatum ku tempat ku akan di tutup "
sorot mata erina terlihat begitu jahat, bahkan ketegasan nya membuat semua pekerja di club takut
erik pun cukup paham erina terbakar emosi.. dan mengikuti erina naik ke lantai atas
suara musik makin terdengar jelas di sebuah kamar yang pintunya terbuka..
erina pun dengan kesal nya.. langsung meninju wajah Louis
"kenapa? pria seperti mu bisa jadi kakak ku " erina marah
"sayang.. erina dengar dulu "
"dan kalian semua wanita penghibur, bukankah sudah ku bilang louis masuk daftar black list, kenapa? masih berani temani dia " suara erina menggema di kamar itu
louis sedang mabuk bersama 4 wanita di dekatnya..
"nona erina maaf, maafkan kami " seru semua wanita menangis
"erina.. please.. calm down" louis pun mendekati erina
"erina kita bicarakan di rumah ya " sahut erik
erina pun menarik tangan louis hingga turun ke bawah dan berhenti lagi di depan manager club
"nona anda maafkan kami kan " tangannya memohon
"sudah ku bilang.. 3 pria terpenting dalam hidupku harus kalian blacklist untuk masuk club ini, tapi seperti nya kamu tidak takut ucapan ku, malah sengaja mendukung kakak ku tetap gila di sini " bentak erina
"erina adik ku sayang.. aku yang salah bukan mereka " louis pun memohon
ternyata wanita secantik erina jika marah itu seram seperti harimau
"semua yang melanggar harus di hukum.. sebenarnya aku benci begini tapi kalian yang membuat jika uang ku benar -benar harus aku gunakan untuk kalian ingat, erina Hilton, aku pastikan 6 bulan ke depan aku akan buat club kalian di tutup "
"tidak saya mohon jangan "manager pun memohon pilu
__ADS_1
namun erina tidak menggubris malah pergi ke luar club dan papinka pun sudah menunggu di luar erina pun masuk membawa louis pulang
dan erik pun mengikuti mobil papinka
rumah Hilton..
erina pun menarik louis ke dekat kolam renang dan naik ke lantai atas mengambil sesuatu..
" ayo bilang kamu ingin di tembak di bagian mana, biar aku bantu membuat mu cepat mati "erina pun membidik
" erina you crazy.. "erik pun marah
pistol erina memiliki pistol
" my husband biarkan aku menyelesaikan tugas ku dulu sebagai seorang adik "
"tapi jangan pistol jadi mainan " teriak erik..
"what ever.. erik biarkan erina membantuku.. menghabisi nyawaku.. karena aku memang tidak ingin hidup.. ayo tembak aku di sini.. di hatiku.. karena aku patah hati " louis menangis
iya rupanya louis mabuk...
"bersiaplah "
"erina .." erik pun menarik tangan erina
"sudah ku bilang biarkan aku "
"kamu gila ingin menembak kakak mu "
"sudah minggir lah "
erina pun menembakkan pistolnya namun bukan peluru yang keluar tapi gas air mata otomatis setelah ini louis akan menangis tanpa henti
erik pun mengeleng heran dan binggung..
papinka pun membawa louis ke kamarnya karena matanya perih dan louis akan menangis
di ruang tamu..
"nona tuan louis sudah tenang " ucap papinka
"ok.. thanks pap.. kamu boleh pulang sekarang, aku akan pulang bersama suami ku "
"my wife.. ternyata kamu jago juga bikin orang panik "
"kamu panik benarkah" erina tersenyum
"aku kira tadi kamu akan menembak kakak mu sendiri tapi ternyata kalian sedang bermain "
"ha.. ha.. kamu pikir aku sekejam itu, pistol itu hadiah ulang tahunku saat berusia 17 tahun louis yang memberikan nya, ternyata bermanfaat di saat moment paling sedih tapi sulit menangis itu bisa di gunakan, mungkin malam ini air mata louis akan penuh di kamar nya "
"tak ku sangka.. bukan aku yang crazy tapi you crazy princess erina " erik pun tersenyum..
__ADS_1