
hari ini kak maya benar sudah sah jadi istri orang
kakak ku berbesar hati untuk datang ke pesta mantan nya itu..
bunyi klakson dari mobil louis..
"princess, ayo cepat " lambai louis
"my husband, kamu benar tidak apa aku tinggal? " tanya erina
"aku tidak suka ke pesta karena bertemu banyak orang"
"erik jika kamu tidak ikut jangan salahkan aku, jika istri cantik mu di lirik orang lain sebab, di sana erina sudah akrab pada pemuda setempat, bahkan mungkin saja tommy juga datang, maya itu juga teman tommy "
sial ucapan louis bikin erik jadi ikut ke pesta
di pesta nikah kak maya..
di balut kebaya modern warna putih susu.. louis menatap pilu mantan kekasihnya
"kak are you okay? " erina menatap louis
"yes.. i'm fine, ayo kita ke pelaminan " ajak louis
"erina kamu saja naik ke pelaminan, aku tidak akrab pada maya, aku tunggu di sini saja " erik memilih duduk di kursi tamu
langkah kaki terasa berat, gadis pujaan hati kini sudah sah jadi istri orang lain, kalian bayangkan melihat mantan pacar mu menikah dan kamu datang jadi tamu undangan.. rasanya remuk redam
"maya" tatap louis penuh air mata
tak enak dengan suami maya yang terlihat masam erina pun ikut menyalami
"kak maya selamat ya.. semoga sakinah mawadah warahmah " ucap ku
"Terima kasih kalian sudah sudi hadir, dan kamu louis semoga bisa bahagia juga setelah ini " tangis maya pecah
bak drakor sepertinya adegan datang ke nikahan mantan memang sangat sakit dan menguras air mata
ku tarik louis yang mematung tanpa bicara namun tergugat jelas jika dia patah hati..
"kakak kita pulang ya " bisik erina
namun tiba -tiba seorang kawan lama datang menghampiri
"erina, louis kalian juga datang " sapa Roby
"kak roby, apa kabar? " erina tersenyum
"alhamdulillah baik, kalian sungguh besar hati datang ke nikahan mantan, erina ini suami mu ya " roby melirik erik..
__ADS_1
"iya kak, eriko Gibson suami ku " jelas erina
"jika saja aku tahu tommy akan bikin kamu patah hati, lebih baik aku yang pepet kamu, bodohnya tommy melepas wanita secantik dan sebaik kamu " roby tersenyum
otomatis suami galak ku terlihat kesal
"tapi sekarang erina istriku, jadi siapapun tidak akan ku biarkan mendekatinya" mata erik terlihat marah
"my husband, just kidding, roby itu sudah punya tunangan bentar lagi juga menikah iya kan " lirik erina
"iya, tapi aku mendekatinya karena aku kecewa mendengar kamu Terima cinta tommy dan lebih patah hati lagi saat aku tahu kamu dan tommy putus malah sudah menikah, aku broken heart 2 kali " goda roby
louis tetap diam, matanya tak berkedip ke arah pelaminan maya..
"kak roby, kami permisi dulu ya "
"tunggu erina, ayo kita makan lah dulu, di sini ada banyak menu nusantara, soto makasar, gulai kambing, bistik daging tak kalah enak dari rendang princess produksi mu " sambung roby
"memang pekerjaan suami maya apa? pestanya cukup meriah " tanya erina
"dia peternak sapi, bagian daging sapi produksinya import ke luar negeri, bisa di bilang juragan sapi, makanya ibunya maya setuju "
"wah.. ternyata louis Hilton kalah sama tukang sapi " ledek erina
"princess kamu menyebalkan, ayo kita pulang " louis kesal
erik ambil alih kemudi
"my husband stop mobilnya di sini? " perintah erina
"ada apa princess? " tanya louis
"kakak, aku tahu hatimu sakit sekali kan, melihat mu diam aku makin khawatir " ucap erina
"sayang, aku tidak apa -apa? cuma berfikir ternyata ini rasanya sakit hati, begitu sakit hingga aku tidak bisa bedakan, mana benci juga butuh, iya aku butuh maya, saat aku sadar kini dia hanya akan jadi masa lalu "
erina pun berpindah ke belakang memeluk louis
"pergilah ke salah satu resort kita, buat tenangkan diri mu " pinta erina
"iya adik ku sayang kamu sangat pengertian, aku akan snorkeling, di Wakatobi.. "
louis pun berpindah ke mobil papinka yang erina suruh menjemput nya, biarlah louis tenang..
di rumah Gibson.. erina duduk membuat susu hangat sebelum tidur
"kenapa melamun? " erik duduk di samping erina
"aku hanya sedang berfikir, takdir itu terkadang sangat kejam.. louis itu playboy tapi hari ini melihat air matanya saja tidak keluar pasti dia sangat sakit "
__ADS_1
"itulah kehidupan, jodoh itu sudah ada takdirnya, sekuat apapun kamu bertahan jika dia bukan jodoh mu itu akan sia-sia tapi sebaliknya jika dia itu jodohmu sejauh apapun kamu menghindar kamu pasti kembali padanya " erik pun meminum susu itu
"apakah kamu pernah sakit hati? " tanya erina menatap erik..
"apa itu masih penting untuk aku jawab "
"mungkin agar aku bisa lebih kenal dirimu, sedikit berbagi cerita itu perlu "
erik pun terlihat tidak suka dengan pertanyaan ku, sikap irit bicaranya masih bertahan
"erina, yang paling penting adalah kamu harus yakin padamu jika aku ini setia dan tidak akan pernah menyakiti mu, seperti dosen pecundang " tegas erik
aku pun tersenyum kecil..
"meski pun kamu tidak mencintaiku? "
entah kenapa? aku sangat ingin tahu perasaan erik padaku, hampir 3 bulan menikah tapi sama sekali tidak pernah mengucapkan cinta
cup.. bibir erik menarik bibir ku
ciuman.. hangat dia berikan
"itu bukan jawaban " aku mendorong nya
erik hanya tersenyum 😊😊
"tapi itu membuat mu, suka kan " goda erik
wajah mu, merah ini gemetar.. biasanya tidak begini
"sudah lah, aku mau tidur " erina hendak pergi
namun lagi -lagi erik menarik ku ke dalam.. pelukan nya
"dengar apapun yang sudah kamu ketahui tentang aku itu sudah tidak penting, yang jelas kamu istriku sekarang dan akan selamanya "
rupanya insting erik sangat kuat.. jika memang aku sudah dapat sedikit info
"kamu saja tidak pernah cerita, mana mungkin aku tahu masa lalu mu, aku hanya binggung kita menikah tidak saling cinta, bagaimana bisa bertahan? bukankah laki-laki itu sulit di percaya? "
erik pun menarik tangan ku. . mengajak ku bicara di balkon rumah kami..
cuaca terang bulan.. dan lampu kota cukup.. indah dari atas sini
"erina dulu aku sering berdiri menatap pilu suasana malam, aku tidak suka berbicara apapun pada orang lain, semenjak ayah ku pergi aku sulit berbagi pada orang lain, di tambah lagi saat ibu ku menikah lagi tepat setelah 100 hari kematian ayah, aku merasa tidak perlu lagi banyak bicara yang penting hidup itu di jalani sesuai takdir " erik terlihat banyak beban dan sedih..
"benar hidup itu memang harus di jalani, tapi sekarang ada aku dalam.. hidup mu, tak bisa kah kamu berbagi suka atau duka mu?, bukanya untuk kepo, setidaknya aku berfungsi sebagai istri mu"
kami pun berdua menatap indah pemandangan malam hari..
__ADS_1