
erik yang marah, cemburu dan emosi kembali minum alkoholnya.. bahkan arogan nya pun kembali.. erik mabuk dan juga sedih mengingat kejadian di taman rumah sakit...
erik yang mabuk pun tertidur di mini bar, pagi ini erina pun sudah siap dengan pakaian kerjanya
"ibu aku berangkat dulu ya " erina pamit
"nak, bukannya erik sudah pulang dia tidak menggantar mu" Elyana binggung
"erik masih tidur di mini bar bawah, biar aku berangkat sendiri saja " erina tampak muram.. bibirnya yang luka pun di tutupi lipbalm dengan tebal
Elyana pun pergi memasuki mini bar, melihat erik tertidur pulas di sofa, Elyana pun mengusap rambut putranya
"ibu, ini sudah pagi " erik membuka matanya
"sayang, kapan kamu pulang? " sambung Elyana
"kemarin sore aku sudah tiba di jakarta" erik masih memijat kepala nya yang pusing
"saat kamu di Prancis erina tampak lesu dan tidak semangat, aku rasa erina itu sangat merindukan suami nya, jadi jangan berfikir apapun yang buruk tentang istrimu " saran Elyana
"Benarkah aku tidak yakin " erik sinis dan menyenderkan dirinya di sofa
"kemarin erina ijin ke rumah sakit kanker milik nya, ibu tidak bisa ikut karena ingin ke makan ayah mu, di mobil erina begitu gelisah dia bilang mantan pacar nya tiba -tiba datang, erina tidak bisa marah karena demi yeslin anak asuh erina yang dari dulu menganggap erina dan tommy itu orang tuanya" jelas Elyana
mata erik pun melebar, tak ku sangka erina cerita pada ibu mertua nya
"ibu di suruh erina bicara begitu, agar aku tidak marah dengan kelakuannya " erik makin kesal
"tidak, erina tidak bicara apapun cuma di balik kaca matanya itu terlihat sembab ibu yakin pasti karena kamu erina menangis, erik ibu tahu kamu pasti sedang marah, dan penyebab kamu mudah emosi dan sulit percaya cinta itu juga ulah ibu, tapi kali ini ibu yakin kamu jatuh cinta pada wanita yang tepat, jika kamu lapar makan lah dulu, ibu sudah masakan untuk kalian, ibu pergi ya " Elyana pun mencium rambut putranya
erina.. apa ibu ku sudah mendukung mu.. hingga dia begitu berpihak pada mu, erik pun bangun dan segera bersiap kerja, padahal tadinya ingin cepat pulang agar bisa santai dengan istrinya tapi malah ribut..
di Hilton company.. sang princess tampak bete, otaknya mencoba berfikir apa penyebab erik begitu marah..
chat dari serena
erina kemarin aku melihat ada sosok pria yang turun dari harley yang memperhatikan mu dan tommy, kamu tidak apa -apa?
__ADS_1
chat erina
serena.. kenapa? tidak bilang dari kemarin
chat serena
i'm sorry.. lupa
pantas saja, pria itu pasti erik dia melihat aku dan tommy atau obrolan kami yang tidak berfaedah itu.. pasti dia salah paham, menuduh aku masih punya rasa pada tommy
erina pun menelfon papinka untuk masuk ke ruangannya
"ada yang perlu saya bantu nona? " tanya papinka
"pap, tolong ambilkan aku rekaman CCTV ulang tahun yeslin di rumah sakit kemarin "perintah erina
" tapi untuk apa nona? "papinka binggung
" pap, tugas mu adalah melakukan apa yang aku suruh bukan balik tanya "erina kesal
setelah satu jam, papinka pun membawa Plashdis berisi rekaman CCTV
dan erina pun mengajak papinka menuju kantor Gibson
namun langkah nya terhenti di ruangan CEO eriko Gibson
" maaf nona, bos bilang dia tidak ingin di ganggu siapapun "cegah Viktor
" Viktor apa kamu lupa siapa aku"erina maksa
"tolong kah, saya takut di pecat saya cuma patuh perintah bos erik " wajah Viktor memelas
"dengar jika suami ku, memecat mu gara -gara aku masuk, besok datang lah ke Hilton company aku akan menerima mu" erina tetap masuk
"Viktor sudah ku bilang, jangan biarkan siapapun masuk, dante lihat siapa itu " erik sedang sibuk menatap komputer nya namun terlihat kosong
"princess " dante kaget..
__ADS_1
"kamu ingin mengusir ku juga, meski pun aku yang ingin masuk " tatap erina
erik pun berdiri dari kursinya , dan berjalan mendekati erina
"Gibson company ini perusahaan milik ku, perintah ku itu mutlak " tatapan mata erik penuh marah
dante pun mengeleng, di jakarta seperti tom and Jerry tapi kemarin di Prancis seperti bucin akut..
"pap, berikan plasdish itu pada dante, jika bos galak dan tidak punya hati ini tidak ingin melihat nya, dante kamu harus menonton rekaman ini sampai habis, jika tidak aku pun akan mengirimi ke kutub utara biar kamu sama bekunya dengan bos mu ini, dan aku cuma mau bilang jika yeslin itu sangat penting bagiku, aku tidak bisa melihat nya menangis, meski terkadang aku harus mengendalikan ego ku, agar dia tetap bahagia, cuma itu yang aku ingin bilang pada mu " mata erina juga tidak berkedip
bibir erina yang luka terlihat bengkak, meski lipstik warna pink itu berusaha menutupinya, erik pun salfok, dalam hatinya cukup sedih.
di sela -sela suasana panas itu, kevin menelfon, erina pun sengaja seakan mengusik erik lagi, biar saja dia cemburu lagi
"halo kevin Anderson, oh iya, sebentar lagi aku segera datang ke tempat meeting, boleh juga pusing juga bicara tentang proyek, booking saja resto Chinese yang enak karena seperti nya aku sangat lapar " erina sengaja
erik tanpa ekspresi..
"pap, ayo kita pergi, dante malam ini aku pulang sangat malam atau bahkan aku tidak pulang " erina bicara pada dua aspri yang juga migran melihat tingkah konyol mereka..
setelah erina pergi, erik pun menatap plasdish di atas meja
"bos, dari pada cuma menuduh kita lihat saja faktanya " dante paham dan memutar rekaman CCTV itu
erik dan dante pun, menonton dan kaget jadi ini penyebab erik dan erina salah paham..
kali ini dante, mencoba bicara bukan sebagai aspri tapi teman
"eriko Gibson, aku rasa kali ini kamu salah paham, nona erina tidak sengaja, jadi jangan buat suasana jadi keruh, aku yakin jika kalian terpecah musuh kalian yang akan senang dan merapat " ucap dante
erik pun cukup senang melihat akhir rekaman, saat erina meninju tommy yang nampak kesakitan..
"dante, aku salah paham " erik sendu
"thats right, kamu salah bos, aku lebih senang melihat mu bucin saat di Prancis, dari pada melihat kalian seperti tom and Jerry di jakarta, dengar resiko memiliki istri selebgram seperti erina itu akan banyak masalah, tapi aku yakin nona tipe setia.. aku ingin melihat senyum itu kembali terlihat di bibir mu bos " dante meyakinkan..
iya.. aku salah paham.. erina aku sudah melukai mu.. bahkan bibir mu.. itu ulah ku..
__ADS_1