
satu bulan lagi menjelang pernikahan aku dan vero, persiapan demi persiapan mulai di lakukan hari ini jadwal fitting gaun pengantin
brugg.. vero jatuh ke lantai tubuhnya lemas dan pingsan..
dokter rumah sakit di Brazil pun memeriksa dengan teliti dan memberi ku sebuah kertas hasil lab dengan bahasa Inggris
"congratulations mr Gibson.. mrs vero she is pregnant " ucap dokter
petir seakan menyambar bagaimana bisa vero hamil?
"vero bagaimana bisa kamu hamil? dengan siapa? " tanya erik bertubi -tubi
"er, apa yang kamu bicarakan dokter itu pasti salah diagnosa? maag ku cuma kambuh " vero gugup
"ini hasil lab, akurat kamu hamil 5 minggu, vero katakan dengan siapa kamu melakukannya? " erik melemparkan kertas itu
jantung vero berdebar.. ini tidak mungkin terjadi
"tentu saja itu anak mu " vero bohong
"vero aku sangat mencintai mu, tapi aku pastikan aku tidak pernah menyentuh mu " erik ragu
vero pun masih berbohong, bagaimana bisa aku sedang di puncak popularitas, jika aku hamil bukan dengan pacar ku, aku pasti terpuruk
"er,.. kamu lupa satu bulan lalu kamu pernah menginap di kamar ku, saat aku mabuk dan kita tidur satu ranjang, kamu ingat malam itu " tegas vero..
erik diam dan mematung seakan binggung..
satu bulan lalu, erik pernah menjemput vero dalam keadaan mabuk dan hujan sangat deras, erik terpaksa menginap di rumah vero
karena cuaca di Brazil cukup dingin, aku pun tak tahan meminum segelas vodka
tapi aku pastikan meski pun tidur satu kasur, aku tidak menyentuh vero..
"vero aku bukan anak ingusan yang bisa kamu bodohi, katakan siapa ayah bayi yang kamu kandung " erik mencengkram dagu vero kasar
"kamu mabuk kita berdua mabuk, tapi aku punya bukti jika kita pernah melakukan hal itu "
entah dari mana vero mengeluarkan sebuah foto saat kami bersama, memang seingat ku aku bangun hanya memakai boxer tanpa baju di bagian atas..
"kamu lihat foto ini er.. dan kamu masih menuduh bayi siapa ini " vero balik marah
aku lemas dan terdiam.. tapi aku yakin aku tidak melakukan apapun malam itu..
waktu pun terus berlalu..
usia kehamilan vero menginjak 2 bulan, dan ini minggu terakhir hari dimana kami akan menikah sesuai rencana..
tapi jauh dalam hatiku aku sungguh meragukan bayi itu..
erik menatap hampa di balkon resto di Brazil..
__ADS_1
"bos tidak baik calon pengantin terlihat murung menjelang hari pernikahan nya " dante menghampiri
"dan, entah aku salah atau benar aku merasakan vero tidak tulus padaku " erik bicara menatap suasana kota Brazil
"er.. setiap pengantin akan selalu merasa grogi dan nervous hingga bisa membuat banyak pikiran buruk, santai lah bro " dante menghibur
"biasanya hati itu tidak bisa aku bohongi, vero yang sekarang bukan vero yang membuat aku jatuh cinta, tapi vero yang penuh kebohongan " erik galau
"kawan, jika hatimu seburuk itu, ayo kita cari hiburan, ayo, eits.. kamu tidak perlu minum cukup diam dan temani aku " ajak dante..
akhirnya aku dan dante pergi ke club malam di Brazil..
aku tidak terlalu menikmati musik keras seperti itu.. tapi sosok pria terlihat dari jauh.. dan membuat aku penasaran
"waiter, tolong buka satu kamar VVIP untuk ku, malam, ini aku ingin bersantai lagi dan mungkin ini akan jadi malam terakhir aku bersama wanita ku " ucap Julian..
Julian Santiago.. dia terdengar sedang memesan sebuah kamar VVIP.. di Brazil club malam nya di lantai paling atas, ada kamar khusus untuk tamu yang ingin booking..
tadinya aku tidak perduli.. namun saat HP Julian kembali berdering dan aku pun kaget saat..
"halo, vero sayang tunggu aku di lantai 3 VVIP 708 "
mataku melotot, aku tidak salah dengar vero siapa yang Julian maksud,..
amarah ku memuncak segelas wisky menambah hati ku yang terbakar..
aku tetap diam dan mengikuti Julian dari belakang..
kamar 708 ..
Julian mulai mengetuk pintu, aku berasa jauh agar Julian tidak curiga..
tok
tok..
"sayang buka pintunya " Julian ketuk pintu
"beb, akhirnya kamu datang " suara wanita itu persis vero
namun dengan cepat pintu aku di tutup kembali
suara itu aku bahkan hapal suara vero sekalipun..
erik menatap tajam pintu itu dan dante yang di WA erik juga datang
"siapa di dalam hingga kamu terlihat marah " dante penasaran
"dante, bantu aku dobrak sekaligus jadi saksi, cepat " teriak erik
"tapi siapa di dalam " dante bingung
__ADS_1
"dobrak, sekarang " erik langsung mendobrak pintu itu
dan hancur hati erik.. mereka sudah bugil
bahkan posisi sangat intim
"biadab, julian " teriak erik
"kamu sedang apa di sini " Julian kaget
vero pun tak kalah kaget, menarik selimut dan menutup semua bagian tubuhnya
sedangkan Julian buru _buru memakai ****** ********
bugh.. bugh..
pukulan.. tinju erik terus memukul Julian tanpa henti hingga wajah Julian penuh darah
"er.. stop Julian bisa mati, aku bisa jelaskan " teriak vero
erik pun melepas cengkraman nya pada Julian dan menoleh ke arah vero..
cuih.. erik meludahi wajah vero
"wanita laknat, busuk tidak tahu diri, ini terakhir kalinya aku melihat mu, aku tidak sudi seumur hidup ku " erik emosi
vero yang tak tahu malu, malah memeluk lengan erik dan menangis
"er, aku minta maaf jangan batalkan pernikahan kita "
"hah.. pergi kau.. wanita kejam yang menodai cintaku, masih berani bicara pernikahan setelah aku melihat kamu bugil bersama adik tiriku "erik menetes kan air mata
dante yang melihat pun, segera menarik tangan vero
" vero minggir lah, kamu ini menjijikan "bentak dante
" ampun er.. aku khilaf "vero berlutut
" harusnya dari dulu aku percaya dante, jika kamu wanita liar yang tidak mungkin bisa setia, tapi demi rasa cintaku pada mu aku tutup mataku dan telinga karena aku sangat mencintai mu, tapi ini balasan nya kamu tidur dengan adik tiriku "erik makin marah
" benar, tapi bayi ini anak mu.. percaya lah "vero mengiba
" veronica aldama lain kali jika kamu ingin berbohong, harus sedikit lebih pintar, ini foto yang kamu bilang sudah tidur dengan erik, aku sudah tahu jika ini editan "ungkap dante
mata Julian pun melotot dan kaget..
" kenapa jul, adik tiriku kamu kaget rencana mu terbongkar "erik kembali berdiri menatap Julian yang lebam
" teman mu itu pasti bohong foto itu benar "ucap Julian
mendengar itu erik kembali memukul dan memaki Julian tanpa henti..
__ADS_1
malam ini paling menyedihkan wanita yang paling aku cintai, yang aku berfikir jadi jodoh ku tidur, selingkuh di belakang ku dengan adik tiriku..