
hubungan erina yang mulai membaik membuat hubungan di antara mereka makin akrab..
"sayang weekend ini, maukah kamu memasakan makanan spesial untuk ku " ucap erik
.
"memangnya kamu tidak ada jadwal penting, kok tumben bisa libur " tanya balik erina
.
"demi istriku aku ingin menghabiskan waktu sebanyak mungkin bersama mu " erik pegang tangan erina
"ok, kita lihat apa ada bahan makanan yang bisa aku masak untuk suami ku " erina berjalan ke arah dapur
.
namun sayang, di kulkas semua bahan makanan habis mungkin bibi darmi lupa mengisi bahan sayuran
.
"my husband kita sudah kehabisan bahan makanan jadi aku tidak bisa masak untuk mu " ucap erina tersenyum
"kalau begitu, kita belanja seperti awal menikah kita memang harus sering jalan berdua "
supermarket..
erina dan erik akhirnya sampai di supermarket dan memulai untuk belanja bahan makanan , mulai dari bumbu dapur, sabun, dan daging...
namun ada pemandangan lain, seorang wanita yang memakai tanktop dengan celana ketat menghampiri erik
"er.. bukankah kamu suka sekali rendang aku bisa memasak kan nya untuk mu " ucap vero
"vero, untuk apa kamu di sini? " tatap erik
.
erina yang sedang memilih buah pun berbalik menuju arah vero dan erik
"ini sangat kejutan, akhirnya kita bisa bertemu, mungkin Tuhan tahu dulu kita sering melakukan ini, kamu ingat dulu aku sering sekali menemani mu untuk berbelanja bahan makanan untuk restoran" vero tersenyum
"benarkah, tapi sayangnya sekarang aku yang menemani erik jadi dia tidak butuh dirimu lagi " sahut erina
mata erik pun menoleh ke arah istrinya..
"princess erina Hilton, aku kira prince er.. ku sendiri ternyata ada kamu juga " vero cemberut
"dan kamu perlu ingat, sekarang aku istrinya erik jadi buanglah semua kenangan gak penting itu " ledek erina
"apa ? kamu yakin erik sudah move on dariku " vero memanasi
.
__ADS_1
"cukup vero jauhi aku dan istriku, aku sudah menikah dan tidak sudi lagi apapun berhubungan dengan mu , erina ayo pergi " erik menarik tangan erina
"er.. tapi hubungan kita tidak mungkin kandas semudah itu ingat ada buah cinta kita " teriak vero
dan bikin semua pengunjung supermarket menoleh..
"apa maksud mu buah hati bukan buah cinta " tatap balik erina
.
"er dan aku dulu sangat saling mencintai, apakah kamu tahu ada malam -malam yang sudah kita habiskan bersama jauh sebelum jadi suami mu " vero bikin emosi
erina terdiam sesaat dan tampak sedih.. melihat itu erik makin marah
"sayang sudah ku bilang, ayo kita jauhi crazy woman itu " erik langsung membawa erina masuk mobil
namun sejak tadi hingga sampai rumah erina tampak terdiam dan murung
"tunggu, kenapa wajah mu pucat dan murung apa ini karena omongan vero tadi? " tanya erik
"tidak, mungkin aku lelah sebaiknya aku masuk kamar dulu ya " erina menghindar
"tidak, aku yakin kamu terluka akibat omongan vero yang ngawur iya kan, dengar apapun yang terjadi itu masa lalu, hubungan ku dan vero itu sudah berakhir bahkan kamu sudah tahu betapa kejinya wanita itu, jadi rasa aku sudah mati sama vero " erik meyakinkan
"iya aku percaya padamu my husband, tapi aku merasa gelisah saat vero bilang buah cinta, biar bagaimana pun kamu dan dia pernah sekamar kan " vanila sedih
"sayang ku erina, malam itu adalah penjebakan aku yakin aku tidak melakukan apapun " erik pegang tangan erina
"meski kamu bangun dengan bugil, aku takut erik aku takut kenangan buruk itu akan terulang seperti daddy yang kembali pada cinta pertamanya " vanila menangis..
inilah aku sehebat apapun erina di mata dunia yang terlihat tegar dan sempurna tapi rapuh soal cinta..
"my husband boleh aku tanya sesuatu? " tatap erina
"of course sayang, apa tanya saja " erik menatap juga istrinya
"apapun yang terjadi kamu tidak akan menyakiti ku kan? kamu tidak akan selingkuh seperti daddy kan " air mata vanila terus menetes
"sayang, aku pria yang paling beruntung memiliki istri cantik dan super seperti mu, bodoh sekali jika aku melakukan hal itu, ini gara bertemu mantan gak guna itu makanya kamu jadi sedih iya kan " erik kembali memeluk vanila
pelukan erik terasa hangat sekali, tapi hati pria sulit di tebak..
saat obrolan serius itu ada panggilan masuk dari daren
"halo daren, iya kamu sudah di Indonesia, ok besok jam makan siang kita akan bertemu ya " ucap erina
"siapa daren untuk apa dia mengajak mu makan siang? " tanya erik bete
"kepo, mau tahu ya " ledek erina
"erina kamu istriku jangan macam -macam ya " ancam erik
__ADS_1
saat suami istri yang mulai bucin itu sedang debat cantik bibi darmi pun datang
"maaf Pak erik, itu ada paket untuk nyonya erina, kadonya besar sekali " ucap bibi darmi
"benarkah kado ku sudah datang " erina langsung pergi..
ternyata di ruang tamu sudah ada paket kado besar...
"sayang apa ini dan siapa yang berani kirim kado sebesar ini untuk istriku " erik makin kesal
"aku juga penasaran kita buka saja kado nya "
sebuah kado dengan pita besar isinya sebuah piano..
"daren kamu luar biasa membelikan aku paket langsung dari Jepang " ucap erina
"jadi ini kado dari daren, harusnya dia tidak perlu repot jika kamu bilang aku bisa beli piano macam ini sepuluh " erik manyun
"benarkah, aku lupa jika suami ku juga tajir " erina tertawa
"erina kembalikan saja kadonya nanti aku belikan " perintah erik
"my husband ini piano terbaru buatan asli japan, lagi pula sekaligus peringatan untuk mu, jika kamu macam di belakang ku, ingat jika istri mu ini princess erina Hilton masih banyak pengemar ku " goda erina
"aku tahu makanya aku tidak akan melepaskan dirimu " erik kesal
sebenar nya erina senang jika melihat sikap posesif erik..
"sudah lah sebaiknya aku maskeran dulu kan besok mau lunch bersama daren " erina pergi dan tertawa
.
"awas saja jika kamu macam-macam, ku tembak si daren itu " ancam erik
erik marah dan langsung mengirim chat pada dante
chat erik
dante cari tahu untuk apa Darren Diego mengirimkan piano besar untuk istriku, cepat waktu mu 5 menit.
dante membaca itu langsung bete
bos galak kenapa hal kayak gini mesti aku yang repot kan tinggal tanya princess kan beres
chat erik
dante cepat..
dante menepuk jidatnya, apa bos ini cenayang bisa tahu jika aku lagi kesal..
erina masuk ke kamar sambil tersenyum
__ADS_1
eriko Gibson sebenarnya aku takut luar biasa saat tadi bertemu mantan mu, tapi melihat tingkah erik yang masih posesif padaku
semoga saja cinta ini benar hanya miliku..