Sama -sama Kaya

Sama -sama Kaya
hatiku sakit...


__ADS_3

erina begitu kacau balau, hingga meminta papinka turun di tengah jalan dan menyetir sendiri mobilnya..


"pap, pergilah naik taksi untuk kembali ke kantor " ucap erina menurunkan papinka


"anda mau kemana princess? " tanya papinka


"itu bukan urusan mu "


mobil erina melaju sangat cepat dengan kecepatan di atas rata -rata..


sementara vero seakan di atas angin, sengaja menghembuskan gossip jika dirinya dan erik kembali CLBK membuat medsos gempar..


erina pergi dari kantor sejak jam makan siang, banyak meeting yang di tunda akibat ulahnya, Louis pun kaget saat papinka beritahu itu


"halo, erina di mana kamu? kamu tidak apa -apa kan " tanya Louis di sambungan telfon..


"kak Louis kakak janji untuk endorse mobil jika aku kembali ingin menabrakkan mobil kan, hari ini tepati janji kakak " jawab erina dengan suara serak habis menangis


"erina jangan gila, aku akan segera kesana " Louis menutup telfonnya


saat info erina di temukan, Louis pun memberitahu erik titik erina berada


sang princess begitu kacau balau.. hatiku sakit sekali.. pria irit bicara itu mengkhianati aku


rupanya erina di area sirkuit balap mobil.. sudah hampir 3 jam mobilnya berputar -putar tanpa henti..


Louis yang datang pun, langsung mengejar erina dengan mobil balapnya


"erina pelan kan mobilnya " teriak Louis


"kakak sudah datang, kalau begitu atraksi di mulai " kecepatan mobil erina makin gila


.


erik pun tiba di lokasi, mencoba ikut mengejar erina tapi area sirkuit ini penuh belokkan, dan aku punya trauma di belokkan


drug.. mobil erina menabrak sisi kiri pembatas sirkuit..


mobil ambulance pun segera bawa erina ke rumah sakit..


"erik apa yang sebenarnya terjadi, ingat jika gossip itu benar maka aku sendiri yang akan membunuh mu " Louis mencengkram baju erik


"louis aku minta maaf untuk efek kejadian itu, tapi aku bersumpah aku bahkan tidak sudi menyebut nama wanita ular itu " teriak erik


buggh..

__ADS_1


Louis meninju pipi erik


"tetap saja akibat sikap dingin mu, adikku celaka " Louis makin marah


.


saat perdebatan itu masih terjadi, dokter Thomas pun beritahu jika erina sudah sadar


"Louis, erik hentikan, ada hal yang lebih penting dari perdebatan bodoh kalian, yaitu erina lengan kanannya patah dia harus di gift untuk beberapa hari ke depan " ucap dokter Thomas


"om, boleh aku masuk " pinta erik


"tidak, biar aku yang masuk " Louis mencegah erik masuk..


Albert juga datang dengan vivi yang mendorong kursi rodanya


"sudah biar daddy yang masuk " tatapan mata Albert begitu kesal dan marah..


di ruangan erina tampak lemah terbaring dengan tangan sudah di gift


"princess bungsu ku" Albert mendekati erina


"daddy " erina pun menangis di pelukan erina


"apa yang terjadi hari ini pasti salah paham, erik tidak mungkin seperti itu " ucapan Albert seolah paham sesuatu


"sayang, sebelum daddy menikahkan mu dengan erik, daddy tidak bodoh sembarang menikahkan mu, erik sudah lama putus dari wanita itu, dan aku pastikan tadi pasti ada unsur sengaja dari wanita itu yang ingin menghancurkan rumah tangga kalian, erina sayang erik itu begitu mencintai mu " jelas Albert panjang lebar


aku tidak tahu harus bersikap gimana? jika aku menunjukkan rasa marah juga benci ku, aku takut ganggu pikiran daddy


"Hai, sayang kenapa diam saja " Albert mengusap rambut erina


"aku ingin tidur di rumah Hilton, aku tidak suka suasana rumah sakit sejak dulu dan sampai kini " erina tampak sedih dengan air mata berurai


"tapi untuk malam ini kamu tetap harus menginap di rumah sakit sayang, sampai besok dokter ahli tulang datang memeriksa mu " ucap dokter Thomas


"om, aku tidak suka tidur di sini " erina menolak


"erina tenangkan dirimu, daddy akan di sini menemani mu " tambah Albert yang merasa sedih, benar putrinya memiliki kenangan buruk soal tidur di rumah sakit..


"ok, mau tidur di rumah sakit tapi daddy juga pulang ya, aku tidak ingin daddy drop juga "


akhirnya setelah debat kecil, daddy pun kembali ke rumah


"pap, dimana kak Louis? " tanya erina

__ADS_1


"mas Louis dan mas erik, sedang bicara di depan nona " jawab papinka sambil membereskan makanan untuk erina


"kamu bisa temani aku malam ini, karena biar bagaimana pun aku tidak mau erik masuk ke ruangan ini " pinta erina


namun suara HP papinka berdering, chat dari istrinya yang mengabarkan bahwa putrinya rinka juga demam dan butuh ayahnya


di luar erik dan Louis tampak masih bersitegang


"erik sampai hari ini kamu belum cerita apapun soal vero, benar begitu " mata Louis tampak penuh amarah


"aku minta maaf, aku yang terlalu takut atau bodoh tadinya ku pikir tidak ada gunanya cerita tentang masa lalu ku, karena aku hanya ingin hidup ke depan bersama erina, apalagi kamu tahu wanita itu sudah menyakiti aku luar biasa mana mungkin aku masih ingin bertemu dengannya " kali ini ekspresi erik begitu sedih seperti memang ada luka yang sangat dalam


"bodoh kali ini kamu bodoh erik, ingat istrimu itu adik kesayangan ku, kebahagiaannya diatas segalanya, apalagi sifat vero aku yakin ini baru awal dia akan terus ganggu erina " Louis kembali teriak


"louis sebelum aku menikahi erina kita adalah teman, kamu tahu semua yang di lakukan vero padaku juga begitu tragis, jadi percaya padaku aku hanya mencintai erina " erik meyakinkan


"tapi tetap saja, jika kamu irit bicara tidak ada rasa saling terbuka, itu bukan hubungan yang sehat" tandas Louis


"aku mohon kakak ipar, kali ini ijinkan aku bicara berdua pada erina, kamu tahu kan aku begitu terluka oleh vero, cuma erina satu-satunya wanita yang bisa buat aku tersenyum" erik begitu serius


Louis menarik nafasnya, sebelum menikahkan erina dan erik memang louis sudah paham, jika erik bukan tipe laki-laki mudah selingkuh


"ok, jaga erina baik -baik, jika kamu tidak bisa selesaikan, aku bawa erina kembali " Louis pun pergi


papinka harus pulang, aku kasihan jika rinka demam butuh ayah nya


erina mendadak ingin pipis, bagaimana aku ke kamar mandi dengan tangan di infus, satunya lagi di gift, aku menekan tombol untuk memanggil para perawat tapi sampai 5 menit tidak ada jawaban..


erina pun mencoba turun dari tempat tidur dengan susah payah dan seseorang masuk untuk membantunya


"kak Louis dari mana saja kakak, aku ke susahan mau ke toilet " erina bicara tanpa melihat


.


"maaf, tadi aku beli makan dulu, ayo aku bantu " erik menjawab


"kamu, minggir aku tidak butuh bantuan mu " erina menolak


"kamu pasti ingin pipis kan, ayo aku bantu tidak baik jika di tahan " erik terus pegangi erina


.


aku tidak tahan...


"ayo, cepat tunggu apalagi " erina langsung ajak erik masuk toilet..

__ADS_1


suami istri meski marahan tetap saja saling membutuhkan, hatiku sakit sekali saat melihat pria yang aku mulai cintai mesra pada wanita lain...


__ADS_2