Sama -sama Kaya

Sama -sama Kaya
daddy come back in jakarta


__ADS_3

kesehatan daddy yang mulai membaik membuat tim dokter Jerman mengijinkan untuk segera pulang ke Indonesia


akhirnya 4 bulan daddy sudah bisa pulang, erina nampak senang menunggu ayahnya di rumah Hilton..


mobil merah tipe BMW pun masuk ke halaman rumah hilton.. erina yang senang pun langsung ke luar..


"princess, daddy come back in jakarta " ucap Albert duduk di kursi roda nya


"my daddy " erina berlari memeluk ayahnya sangat erat sambil menangis


moment haru pun kembali terjadi, erina terus menempel pada Albert, tapi ada sosok lain yaitu vivi hilton ibu tiri erina.. erina sama sekali tak menatapnya


"daddy mis you " erina sedih


"princess, kamu tidak berubah sudah punya suami tapi tetap saja manja, di mana erik daddy tidak melihatnya? " tanya Albert


"dia sibuk di kantor nya begitu pun kakak Louis, aku ingin ketemu daddy duluan kakak gantikan aku "


"permisi, papa aku tinggal di apartemen saja ya " ucap vivi hilton


ya.. meski sudah jadi istri Albert, sejak menikah erina tidak setuju vivi tinggal di rumah hilton


"tapi sayang, aku ingin tinggal di sini bersama mu, erina sudah menikah dia pasti setuju, iya kan " lirik Albert


erina cuma diam, sejak dulu kebencian nya pada vivi tak pernah pudar


"tentu daddy, erina akan setuju " ucap erik yang baru masuk


"my husband, kamu sudah di sini " erina kaget


"aku begitu semangat untuk menyambut kedatangan ayah mertua ku, jadi putuskan pulang cepat, daddy sehatkan " erik pun mencium tangan Albert


.


"iya daddy sehat, erik kamu benar -benar menjaga princess kesayangan ku kan, erina terlihat bahagia sekali " Albert tersenyum


"pasti, erina sangat bahagia hidup bersama ku, iya kan beb " lirik erik pada erina

__ADS_1


kehadiran erik mampu membuat suasana tegang jadi cair, meski sikapnya dingin dan irit bicara tapi pada daddy dia terlihat begitu akrab


"ibu vivi anda juga sehat kah " erik juga mencium tangan vivi


.


"iya, nak ibu sehat " vivi senang akhirnya ada juga yang menghargainya


.


"sayang kamu juga harus cium tangan ibu vivi, biar bagaimana pun dia sudah sabar merawat daddy dengan baik " pinta erik


eriko Gibson.. sejak kapan dia sok asyik begini


"i'm not touch virus " erina menolak


"erina " bentak Albert yang kesal mendengar ucapan putrinya


erik jadi serba salah..


"sayang, kita harus tetap hormati orang tua, kamu tidak boleh lupa itu " erik mengingat kan


"daddy, maaf akan sikap erina, erik janji pelan -pelan akan bicara padanya " erik pun menyusul erina


Albert termenung.. meski sudah bertahun tahun lalu, erina nampak terluka parah atas pernikahan ku dengan vivi karena di lakukan saat mommy nya sedang melawan penyakit..


di kamar princess, erina pun menangis menatap foto dirinya dan ibunya


"my wife " erik menghampiri


"jika kamu masih ingin marah jangan sekarang, jawaban ku tidak berubah, apa kamu pikir memaafkan orang yang menyakiti mu itu mudah, jika mudah kamu juga bisa memaafkan ibu mu kan " erina sambil menangis..


"i'm sorry " erik pun menarik erina ke dalam pelukan nya


"jika kamu jadi aku pasti juga benci dia, aku tidak bisa merubah dengan cepat " erina terus menangis


dari pada suasana makin kacau, erik pun memilih membawa erina untuk segera pulang

__ADS_1


namun Louis yang baru pulang kerja pun, binggung erina tidak menginap di rumah Hilton


"princess kamu tidak tidur di sini? " tanya Louis


"kakak " erina pun memeluk Louis erat


"hei.. ada apa ini? erik kalian tidak ribut kan " Louis makin binggung


erik pun mengeleng, tanda tak ribut dengan erina


"kakak, istri daddy akan tinggal di sini, aku tahu itu demi kebaikan daddy, i'm sorry ,i don't like second wife my dad " erina penuh air mata


"erina, kakak paham suasana hatimu sedang kacau, lebih baik kamu pulang bersama suami mu, kakak janji akan jaga daddy " Louis mengusap rambut adiknya


tanpa banyak bicara lagi erina pun langsung pergi bersama erik menuju rumah Gibson..


usai ganti baju, wajah erina pun tampak murung wajahnya kusut, tingkah konyol nya pun seakan hilang, bikin erik kikuk..


"my wife, aku bisa jadi teman untuk berbagi susah dan senang mu, bicara lah, jangan diam begitu " tatap erik


"kamu juga irit bicara, sekarang tiba -tiba protes aku diam " jawab erina


"erina, aku memang tidak suka bicara banyak, tapi semenjak kita menikah aku suka melihat tingkah mu yang kadang nyeleneh dan sok tahu, melihat mu muram begini bikin hatiku tidak enak sayang " erik pegang tangan erina


"entah kenapa? hati ini terasa sangat sakit melihat istri ayahku tadi, kenangan sedih itu kembali muncul saat detik -detik my mom sekarat, my dad malah melakukan akad nikah di tempat lain, menurut mu apa aku bisa memaafkan mereka dengan mudah, aku tahu aku ini egois,because i'm broken heart " erina kembali sedih


"aku pun paham, kamu pasti mengalami banyak masa sedih, tapi itu takdir sayang, semua sudah di garis kan Tuhan, pahit dan manis itu lah kehidupan" erik menenangkan


"cinta.. jika setiap orang bisa jatuh cinta dengan mudah, juga dengan mudah mengkhianatinya, aku binggung.. yang aku tak habis pikir jika kamu tak bisa setia please.. jangan mulai hubungan jangan ikat dirimu dengan komitmen jika pada akhir cerita kamu sendiri yang menghianati nya"


erina.. hari ini kamu terlihat begitu tegas dan dewasa


"jangan pikirkan apapun, aku juga tidak paham hal itu, cuma yang kini aku sedang rasakan aku ingin menjaga mu "


"my husband, pernikahan kita terlahir dari perjodohan, aku takut nanti kamu akan begitu padaku " tatap erina lirih sendu


"erina, lihat aku, aku tidak bisa janji untuk memberikan mu kebahagiaan terus tapi aku ingin terus berusaha untuk kita selalu bahagia bersama, kita akan mulai semuanya dengan cara kita sayang " erik pun kembali memeluk ku dengan erat

__ADS_1


aku tidak tahu, belakangan aku merasakan begitu nyaman saat erik bersama ku, apa ini tandanya aku butuh dia?


di saat kesedihan ini sudah mengunung, hal yang paling bikin tenang adalah punya kamu eriko Gibson, erina menangis di pelukan erik..


__ADS_2