
"jadi kamu ingin tahu masa lalu ku? " tanya erik menyambung kalimat
"iya, jika kamu ingin aku bertahan jadi istri mu? "
sontak.. lagi -lagi ucapan erina membuat pria tampan nan misterius itu
kembali meraih bibir erina, kali ini erik pun mengigit bibir istrinya penuh amarah
"sudah ku bilang, aku tidak akan pernah melepas mu " tatap erik melepas ciuman itu
"aku hanya ingin tahu, kita ini suami dan istri sudah pantas nya saling berbagi, bukanya tetap aneh dan misterius " erina kesal
"saling berbagi, kamu cerita pada ku, selain tommy kamu pernah pacaran, gebetan atau pedekate dengan pria lain?
what?? pertanyaan apa itu.. nanti jika salah bicara dia pasti marah
" jawab, katanya saling berbagi, di mulai aku ingin tahu kehidupan mu, di LA?
erina punya ide bagus mengambil cemilan dan duduk di bangku panjang yang ada di balkon
"kita ini bukan di bioskop, kenapa bawa cemilan sebanyak ini "
"ha.. ha.. biar cerita nya lebih santai " erina tertawa
erina pun menghela nafas
"sejak kecil, daddy begitu over protective padaku, jangan kan ada pria mendekat mungkin melirik pun takut, tapi aturan itu pun sedikit melonggar saat usia ku 19 tahun, aku banyak mengukir prestasi, juara renang , atlit taekwondo, dan lebih bikin daddy takjub saat aku jadi owner my princess parfum di usia ku menginjak 20 tahun, dia mengijinkan aku dekat dengan pria, tommy itu teman kuliah ku, dia dapat beasiswa, ke LA, berbeda 3 tahun dariku, dia pria yang sangat sopan tidak melihat ku dengan nafsu tapi paham, aku kesepian meskipun uang ku sangat banyak "
"semua pria pasti punya seribu jurus untuk pedekate, agar terlihat baik " erik ketus
"my husband, jika aku teruskan berjanjilah kamu tidak marah, karena aku tidak yakin kamu jadi pendengar yang baik " erina cemberut
"baik lah " jari kelingking kami bertaut
"kamu pernah dengar 10 pria yang pernah melamar ku, 3 di antaranya aku kenal, kalau cuma caper -caper mungkin sering, tapi itu hanya hiburan cari teman sebanyak mungkin " erina sambil terus makan cemilan
"siapa saja tiga pria itu? tetap saja aku yang paling tampan kan " erik pede
__ADS_1
"kevin, Andrew dan Steve "
"yang paling kamu suka? " erik makin penasaran
"seriusly, kamu tidak marah? jika aku jawab " erina ragu
"aku makin kesal jika kamu tidak jawab "
"kevin Anderson, dia sangat tampan, pintar dari dermawan, hobinya sama dengan ku, suka balap, diving, juga bantu orang, salah satunya kami bekerja sama dalam.. pengobatan kanker "
"benarkah dia sehebat itu? " erik menaikkan alisnya
"iya, bukankah kamu juga teman louis pasti kenal dia kan, kalian seumuran, kevin sangat dewasa, mungkin jika daddy setuju aku mau menikah dengan dia, setidaknya aku hafal sifatnya"
erik terlihat terdiam
"apa kamu benar -benar tidak menyukai ku? saat daddy bilang ingin menjodohkan kita " erik serius
"bukan begitu.. kamu marah ya " erina merasa bersalah
"aku tahu pernikahan kita secepat kilat, pasti hati mu sangat sulit menerima ku, makanya kamu nekat kabur "
lima menit cukup hening tanpa suara, apa erik marah ya?
"my husband sudah ku bilang pasti kamu marah kan dengar cerita ku " tatap erina
"tidak aku hanya penasaran, apa sebenci itu kamu padaku hingga nekat kabur di pernikahan? " erik sendu
"no, mana mungkin aku benci sedangkan kita tidak saling kenal, aku syok, daddy menelfon jika aku harus menikah dia hanya setuju dengan mu, padahal seingat ku kita tidak dekat, semudah itu menikah, ini jaman milenial, bukan siti Nurbaya apalagi kamu tampan, pintar dan sangat kaya, bagaimana mungkin segampang itu setuju menikah dengan ku " tegas erina
"jadi kamu mengakui aku tampan " erik tersenyum tipis
"eriko Gibson, aku mengakui nama mu cukup populer di dunia bisnis, terlanjur ini kita bahas aku juga penasaran kenapa? kamu setuju menikah denganku? apa benar karena merasa hutang budi pada daddy kamu terpaksa setuju menikah dengan ku,karena aku yakin pria mapan seperti mu pasti banyak wanita cantik yang ingin ada di hidup mu "
"awalnya iya,. semenjak ayahku tidak ada aku kehilangan arah, om Albert satu-satunya orang tua yang tulus membantuku, saat hidupku sedang terpuruk, aku merasa senang punya om Albert sebagai pengganti ayah ku, dan aku pun tidak rela jika nanti kamu menikah dengan orang lain, aku harus kehilangan perhatian om Albert "
"jadi benar kamu setuju menikah cuma karena hormat pada daddy? " erina kesal
__ADS_1
"princess, sekarang kamu marah? " tanya erik
"mestinya jika kamu tidak menyukai ku, biarkan saja waktu itu aku kabur dengan tommy, dari pada egois menikahi ku tapi tidak mencintaiku " erina makin cemberut☹️☹️
"Louis mengatakan jika princess bungsu mereka itu gadis yang baik juga penyayang cuma terkadang butuh di arahkan, makanya aku cukup sabar memberi mu waktu bertemu kekasih mu, meski pun aku malu kamu sudah kabur di akad nikah kita " tegas erik
benar juga, jika pria lain pasti aku sudah di sakiti, tapi erik sabar sekali..
"i'm sorry, aku sudah bikin kamu malu" erina menunduk
"it's okay sayang, itu sudah berlalu yang penting sekarang kamu sudah jadi istriku " erik tersenyum😊😊
"boleh aku tanya satu hal lagi? " erina terlihat serius
"tentu, apa? "
"kamu kan tahu aku punya trauma begitu dalam, melihat daddy menikah lagi saat mommy sekarat, background mereka menikah karena di jodohkan daddy sulit move on dari my first love, meskipun mommy sangat cantik, gadis keturunan Sunda, Chinese juga Inggris, tapi daddy tetap menyakitinya, sekarang ini terjadi pada kita , apakah kamu tidak akan menyakiti ku? meski pernikahan kita tanpa cinta? " erina terlihat sedih
erina wajahmu begitu sendu
erik pun memeluk erat erina
"jawab aku erik, aku ingin mendengarnya aku tidak ingin suatu saat kamu begitu padaku " tangis erina pecah..
beberapa menit erina sudah cukup tenang..
"princess "
"apa? " erina masih sedih
"percaya saja pada takdir, kita di takdir kan sudah berjodoh, aku bukan tipe orang yang mudah bicara banyak, satu hal yang kamu harus tahu aku hanya akan menikah sekali seumur hidup, apalagi istriku secantik erina Hilton selebgram 20 juta followers, bodoh jika aku menyakiti dirimu"
"dasar gombal" erina tersenyum
"fakta " erik juga tersenyum..
obrolan ini sederhana tapi cukup bikin hangat, 2 bulan pernikahan, bagi kami ini seperti sedang pedekate berusaha saling berbagi cerita kehidupan
__ADS_1
tapi tetap saja.. erik irit bicara..