
"Jadi kita mau naik apa?" tanya Lilis kepada Bryan, karena bianglala telah penuh kembali.
'Naikin kamu!' jawab hati Bryan.
"Emm... terserah kamu mau naik apa, Lis" Bryan memilih balik nanya kenapa Lilis.
Akhirnya Bryan telah memiliki sebuah ide. Dari pada berkencan di festival, sangat tidak aman, karena Bryan pasti akan diikuti oleh trio semut, sekarang nambah lagi fansnya yaitu Ceu Cicih, belum lagi para wanita desa lainnya yang kesemsem pada Bryan, sangat menggangu acara pendekatan Bryan dan Lilis. Karena itu lebih baik Bryan membawa Lilis ke suatu tempat yang hanya ada mereka berdua.
Dimana tempat paling aman untuk berkencan? Tentu saja ditempat yang sepi, pilihan nomor satu pasti rumah, karena itu Bryan membawa Lilis ke rumah yang ditempatinya olehnya selama tiga hari ini.
"Maaf ya Lis, kita tidak jadi berkencan di festival, padahal aku ingin sekali menikmati suasana di festival bareng kamu." ucap Bryan, saat ini dia dan Lilis sedang berada di dapur, karena mereka belum sempat makan malam, sementara mau cari makan di luar sangat susah jika di daerah perkampungan.
Kalau pun ada jaraknya lumayan jauh, yang ada mereka akan kelaparan.
"Iya gak apa-apa, yang penting kan kita bisa berduaan kayak gini." ucap Lilis dengan malu-malu. Sungguh dia sudah sangat terpesona dengan seorang Bryan Juan Pratama.
Kemudian Lilis tertawa ketika mengingat kembali saat Bryan salah menggandeng tangan orang, dia malah mengira tangan Ceu Cicih adalah tangannya.
Bryan yang sedang memotong sosis, dia merasa heran mengapa Lilis tiba-tiba tertawa. "Kenapa tertawa? Pasti ngetawain kejadian yang tadi kan?" Rasanya dia sangat malu jika mengingat kejadian tersebut.
"Iya, kasian Ceu Cicih sampai ngos-ngosan kayak gitu dibawa jalan cepat sama kamu." ucap Lilis sambil ketawa lagi, kelakuan Bryan sangat membuatnya merasa terhibur.
Bryan tersenyum memperhatikan wajah Lilis yang cantik itu. Apalagi kalau tertawa seperti itu, wanita tersebut terlihat semakin cantik luar biasa.
Lilis merasa grogi diperhatikan oleh Bryan, membuat dia berdehem berkali-kali, kemudian dia segera memasukkan sayuran ke dalam wajan.
Lilis pun mulai memberikan berbagai macam bumbu ke dalam wajan tersebut, agar rasanya enak.
Lilis kaget ketika merasakan tangan kekar Bryan memeluknya dari belakang, hembusan nafas pria itu menerpa kulit lehernya Lilis, membuat bulu kuduknya Lilis berdiri, dibarengi tangan hangatnya Bryan melingkari perutnya Lilis, memeluknya erat dari belakang, membuat tubuh mereka menempel.
Lilis sama sekali tidak fokus dengan memasaknya, tubuh wanita tersebut merasa panas dingin dengan perlakuan Bryan kepadanya, padahal Bryan hanya memeluknya dari belakang, tidak melakukan lebih dari itu, tapi mungkin karena tubuh mereka sangat menempel membuat Lilis gagal fokus.
__ADS_1
Lilis telah mematikan kompor ketika capcay buatannya telah matang, dia berusaha untuk rilex, dia segera bertanya kepada Bryan. "Emm... Juan."
"Hm?"
Hanya mengatakan itu saja Lilis merasakan lehernya geli karena nafas Bryan telah menerpa kulit lehernya kembali, Bryan sepertinya sengaja menggoda Lilis, pria itu mencium pundak Lilis dengan lembut.
Lilis masih berusaha untuk tetap bersikap tenang, "Capcaynya sudah matang, kita mau masak apa lagi?"
"Terserah kamu saja, aku pasti akan memakannya." Bryan masih betah memeluk erat Lilis dari belakang.
Lilis nampak kebingungan karena dia belum tahu masakan kesukaan Bryan, "Memangnya selain capcay, kamu mau makan apa lagi malam ini? Aku ingin tahu semua masakan kesukaan kamu."
Bryan merasa bahwa pertanyaan Lilis seakan sedang memancingnya, dia membalikkan badan Lilis sehingga wanita cantik itu berhadapan dengannya. "Aku ingin makan kamu malam ini, Lis. Kamu adalah makanan kesukaan aku."
Wajah Lilis merah merona mendengar perkataan Bryan, dia tahu apa yang dimaksud kata 'makan' oleh Bryan, siapa yang mampu menolak dari pesona kang ojek online tampan itu, bahkan dia sebagai wanita normal pasti menginginkannya.
[Misi menaklukan target ketiga telah berhasil.]
[Seratus persen target ketiga telah luluh kepada Tuan.]
[Tuan mendapatkan bonus tambahan, yaitu nilai pesona bertambah 5, nilai ketampanan bertambah 5. Selain itu Tuan juga mendapatkan pil penyembuh luka sebanyak 5.]
Bryan tak paham untuk apa pil penyembuh luka, tapi sepertinya sistem bisa membaca semua yang ada dipikiran Bryan, termasuk pikiran mes-umnya.
[Pil penyembuh luka bisa digunakan untuk Tuan jika terluka melawan musuh, karena musuh yang Tuan hadapi tidak akan selalu manusia biasa.]
[Sistem mengupgrade data pemilik sistem.]
[Nama: Bryan Juan Pratama
Usia: 27 tahun
__ADS_1
Tinggi Badan: 180 cm
Berat Badan: 71 kg
Ketampanan: 105
Pesona: 95
Kekuatan: 40
Kemampuan: Berlari cepat (permanen), tahan api (permanen)
Pil Penyembuh Luka: 5
Dana: 21.667.500.000
Level: 3]
Bryan sangat senang mendengar pencapaian yang telah dia dapatkan, kemudian dia mengecup bibir Lilis sekilas, "Bagaimana, Lis? Apa kamu mau menginap disini atau mau aku antar pulang?" tanyanya dengan penuh harap.
Bryan sangat berharap Lilis mau menginap dirumahnya, menghabiskan malam yang panas bersamanya sampai puas, saling berbagi peluh keringat bersama dengan bercinta dan bercinta.
Bryan tak ingin melakukannya dengan secara paksa, tapi dia ingin melakukannya atas dasar suka sama suka. Semuanya akan terasa nikmat jika dilakukan dengan sepenuh hati.
...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...
...Promosi Novel...
Dia adalah satu-satunya pewaris di Niroga Group. Hidupnya nyaris sempurna, dia tampan, kaya, terkenal, dan mempunyai istri yang sangat cantik.
Suatu hari, Dilan telah mengalami nasib yang mengenaskan, dia dibunuh oleh seseorang, membuatnya menjadi arwah gentayangan.
__ADS_1
Dilan harus menelan pil pahit ketika dia tahu ternyata selama ini sang istri yang begitu dia cintai telah mengkhianatinya dan berselingkuh, bahkan yang lebih menyakitkan ketika dia tahu istrinya adalah salah satu dalang dibalik penyebab kematian akan dirinya.
Dilan baru menyadari ternyata takdir membuatnya menjadi hantu adalah untuk membuka tabir misteri pembunuhan terhadap kedua orangtuanya pada 10 tahun silam, yang ada sangkut-pautnya dengan pembunuhan terhadap dirinya di tahun ini (2023).