Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 41


__ADS_3

Sungguh di luar dugaan tiba-tiba Lilis memegang wajah tampannya Bryan, wanita itu menjinjitkan kakinya, mengecup bibir Bryan.


Beruntung Bryan sedikit memahami sifat seorang wanita, wanita mungkin pantang bilang secara gamblang bahwa iya dia mau melakukannya, tapi dia hanya memberikan sebuah kode dengan tingkah lakunya dan ekspresi wajahnya.


Kecupan Lilis pada bibir Bryan sebuah pertanda bahwa Lilis memilih untuk menginap di rumahnya Bryan, menghabiskan malam yang panjang dengan pria tampan itu, dan yang pasti mereka tak akan pernah menyesalinya, karena akan merasakan bagaimana nikmatnya meraih surga dunia yang menggetarkan sukma.


Hal tersebut membuat gairah Bryan terpancing, dia merengkuh pinggang Lilis, merapatkan badan wanita itu dengannya, sehingga bibir mereka kini saling bertautan, saling memagut dengan penuh gairah.


Bryan me-lu-mat bibir Lilis, mencecap rasa manisnya bibir wanita cantik itu. Kemudian mereka saling menautkan lidah di dalam rongga mulutnya Lilis, menyentuh tiap jengkal kehangatan rongga mulut tersebut.


Bryan mengangkat tubuh Lilis, membiarkan wanita itu duduk di meja dapur yang masih bersih, sementara Bryan berdiri di antara kedua pangkal pahanya wanita cantik tersebut. Bryan membuka kacing baju yang dipakai oleh Lilis.


Masih dalam keadaan ciuman panas tanpa terjeda dan lidah saling membelit, tangan Bryan dengan pelan membuka pengait bra yang dipakai oleh Lilis, sehingga bra tersebut akhirnya terlepas.


Akhirnya dia bisa melihat dengan sangat jelas bagaimana indahnya buah melon milik Lilis, sangat menggoda dan sangat menggairahkan, sangat menggetarkan sukma. Seketika membuat batangnya menegang.

__ADS_1


Bryan melepaskan ciumannya, kini dia mencecahkan bibirnya disepanjang rahang Lilis, menciumnya dengan lembut, menjilatinya dengan sensual sehingga membuat Lilis meremang hebat.


Bryan kembali mencium bibir Lilis dengan penuh hasrat, sementara tangannya mulai nakal bermain dengan puncak di buah dadanya Lilis, mengusap puncaknya dengan lembut, membuat Lilis frustasi.


Puncak di dada Lilis telah mengeras, Bryan mengurungnya dengan kehangatan lembut bibirnya, kemudian Bryan mulai menghisap puncaknya dengan kencang.


"Uhh..." Perlakuan Bryan membuat aliran darah wanita itu mengalir deras, membangkitkan hasratnya wanita tersebut.


Lilis mencengkeram kuat rambut Bryan yang sedang disusui olehnya, betapa bergetarnya tubuh Lilis kala itu, nafasnya terdengar terputus-putus, mungkin karena Lilis menginginkan lebih dari ini.


Tangan Lilis bergerak melepaskan kaos yang dipakai oleh Bryan, sehingga kini Bryan telah memperlihatkan bagaimana kekarnya tubuh yang dia miliki dengan otot-otot yang terukir jelas di perutnya.


Mata Lilis melihat ke arah batang Bryan yang sudah mulai menegang, membuatnya penasaran sebesar apa itu, sebuah benda yang akan segera masuk ke dalam bagian intinya.


Kemudian Lilis memandangi kembali tubuhnya Bryan yang sixpack itu. Tubuh pria yang penuh pesona itu biarlah menjadi milik Lilis untuk malam ini.

__ADS_1


Posisi Lilis masih sama, dia masih duduk di meja yang ada di dapur tersebut, sementara Bryan masih berdiri diantara kedua paha Lilis.


Bryan menarik pinggang Lilis, mulai membuka rok yang dipakai oleh Lilis, dan membuka celana da-lamnya. Sehingga kini nampak jelas bagaimana indahnya sesuatu yang ada di bawah perutnya Lilis.


Bryan berjalan ke arah kulkas yang ada di dapur itu, dia mengambil dua buah es batu kecil disana, kemudian Bryan berjalan kembali ke arah Lilis yang masih duduk di atas meja.


Lilis mengerutkan keningnya, untuk apa es batu itu? Apa Bryan akan membuat es sirup? Maklumlah dia masih polos, tapi dia ingin melepaskan keperawanannya dengan seorang pria yang telah berhasil menaklukkan hatinya.


"Ahhh..." Lilis terbelalak begitu Bryan menyentuhkan es batu di area intinya.


Bryan memainkan es batu tersebut dengan tangannya di area intinya Lilis. Sementara satu buah es batu lagi dia masukan ke mulut Bryan, menyambar buah dada Lilis, memainkan es batu tersebut dengan area puncaknya.


"Ahhh... ahhh...!" Lilis melenguh nikmat, merasakan sensasi yang tak pernah dia pikirkan, sensasi dingin di area dada dan area intinya membuat Lilis frustasi, membuatnya melayang jauh ke angkasa. Sangat menggila.


Niat awal ingin makan malam di rumah, tapi akan berakhir dengan memakan Lilis, sang kembang desa.

__ADS_1


__ADS_2