
Hari ini suasana di kota A sudah mulai ramai kembali seperti biasanya, semua orang telah mulai beraktivitas kembali, setelah tragedi pembantaian yang telah dilakukan oleh Jordan dan juga para anak buahnya.
Tragedi pembantaian di kota A waktu itu telah menewaskan 35 orang warga, sebuah kekejaman yang telah dilakukan oleh Jordan. Beruntung saat itu Bryan datang, setidaknya dia bisa menyelamatkan beberapa orang yang hampir menjadi korbannya Jordan.
Mungkin karena pemerintah merasa suasana telah aman, sehingga para masyarakat telah diizinkan untuk bisa beraktivitas seperti biasanya. Sehingga pusat perbelanjaan di kota A telah ramai kembali, dan beberapa bangunan yang rusak telah di renovasi.
Disebuah mall, terlihat ada sosok pria yang sedang memakai helm berwarna hitam sangat persis dengan helm yang selalu Bryan pakai, dan pria tersebut juga memakai jaket ojek online. Penampilannya sangat mirip dengan Bryan.
Dia adalah Jordan, Jordan ingin membuat sosok pahlawan yang selalu diagung-agungkan oleh semua orang itu memiliki citra yang buruk, dan juga dia ingin hari ini bisa menghancurkan kota A, untuk dijadikan sebuah kota mati.
"Apakah kamu Ksatria Berhelm Hitam itu?" tanya seorang pria ketika melihat pria berhelm hitam tersebut sedang berdiri di dekat pinggiran lantai ke 5, di mall tersebut.
Jordan tak menjawab, dia hanya diam seperti sebuah manekin. Padahal dia sebenarnya sedang menatap tajam kepada pria tersebut, tapi mungkin tertutup oleh helm hitam yang dipakai olehnya, sehingga tidak kelihatan bagaimana mengeringkannya wajah dan tatapan Jordan saat ini.
Pria tersebut malah berseru, karena memang penampilan Jordan mirip sekali dengan sang Ksatria Berhelm Hitam. "Tapi penampilan kamu mirip sekali dengan Ksatria Berhelm Hitam itu, pasti kamu kan? Boleh aku berfoto denganmu?" ucapnya sambil mendekati Jordan. Pria tersebut terlihat sangat bersemangat sekali.
Akan tetapi tiba-tiba saja Jordan mencekik pria berusia 30 tahunan itu, mengangkat tubuhnya ke atas.
"Hkkkk... Hkkk..." Pria itu tak bisa berbuat apa-apa karena tenaga Jordan begitu kuat, yang dia rasakan hanyalah merasakan sesak, sampai dia terus menggerak-gerakan kakinya untuk memberontak.
"Aaaaa... suamiku!" seorang wanita tiba-tiba saja menjerit ketika melihat suaminya dicekik oleh pria yang memakai helm hitam tersebut.
Suara jeritan wanita itu membuat semua yang ada disana melihat bagaimana kejamnya sosok pria yang memakai helm hitam tersebut yang tengah mencekik seseorang.
Krek!
Bahkan Jordan mematahkan leher pria tersebut dan membantingkan tubuhnya ke jendela.
__ADS_1
Prang...
Sehingga pria tersebut akhirnya harus mati dengan cara yang mengenaskan, dibuat terjun dari lantai ke lima di mall tersebut, apalagi dia telah mengalami patah leher.
"Aaaaa!"
Semua orang yang ada disana menjerit histeris, berlarian untuk bisa menyelamatkan diri. Tapi sayangnya Jordan telah menutup semua pintu akses di mall tersebut, sampai lift dan eskalator disana pun tak bisa digunakan.
Damn!
Jordan meninju lantai, seketika bangunan disana menjadi roboh, luluh lantak tak tersisa. Dan dia lakukan hal tersebut ke beberapa bangunan yang lainnya, sehingga banyak bangunan yang dibuat roboh olehnya.
"Hahaha!" Kini Jordan sedang berada di rooftop sebuah gedung yang tinggi, dia tertawa puas melihat banyak bangunan yang dibuat roboh olehnya. Bahkan para anggota Tengkorak ikut serta, mereka membakar rumah-rumah yang ada di kota A tersebut, membantai semua orang yang ada disekitarnya dengan pedang ataupun senapan.
Zdor...
Zdor...
Zdor...
Jordan ingin membuat kekacauan di kota tersebut, meratakan semua yang ada di kota A, untuk dijadikan markas, karena dia akan menambahkan pasukan lagi semakin banyak, agar bisa menyerang kota lain dan mengendalikan negeri ini, setelah itu barulah dia akan menyerang ke seluruh penjuru dunia.
Tek...
Tiba-tiba waktu berhenti, membuat semua orang mematung, termasuk semua anggota Tengkorak dan juga masyarakat yang akan bantai oleh mereka.
Hanya Jordan yang tidak bisa dikendalikan oleh kekuatan mengentikan waktu tersebut.
__ADS_1
Kemudian berdatangan para Anggota Nightmare, Angel, dan juga sosok pria berhelm hitam yang sesungguhnya, siapa lagi kalau bukan Bryan.
Sebenarnya Bryan telah menyuruh Angel untuk tidak ikut berperang, akan tetapi wanita itu tetap ingin ikut karena ingin balas dendam kepada Jordan. Dan Bryan telah menambah pasukan, bukan 45 orang lagi.
Angel dan semua anak buahnya Bryan tak terpengaruhi dengan kekuatan menghentikan waktu karena kekuasaan Bryan.
"Selamatkan semua orang yang ada disini!" titah Bryan.
"Baik, Tuan." Semua anak buahnya Bryan berlarian untuk menyelamatkan orang-orang yang hampir akan dibantai oleh para anggota Tengkorak, termasuk orang-orang yang tertimbun di reruntuhan bangunan. Angel juga ikut membantu mereka.
Bryan sengaja menghentikan waktu agar bangunan yang roboh tersebut tertahan oleh waktu yang berhenti, sehingga tidak ada ada puing-puing bangunan yang akan menimpa para korban. Dan juga menghentikan api agar tidak terus merambat ke bangunan yang lain.
Sementara Bryan, dia datang menemui Jordan di sebuah rooftop gedung yang tinggi. Keduanya memiliki penampilan yang sama persis.
"Hahaha... akhirnya kita bertemu lagi, hari ini aku tidak akan melepaskan kamu, aku pasti akan membunuhmu, memotong tubuhmu menjadi enam belas bagian!" ucap Jordan sambil membuka helmnya dan juga jaket yang dia pakai, sehingga terlihat penampilannya yang memakai kemeja berwarna hitam.
Bryan ikut tertawa, "Jangan bermimpi. Justru aku datang kesini untuk mengirimmu ke neraka, Jordan."
Jordan terkejut ketika mendengar suara sosok pria berhelm hitam tersebut, mengapa suaranya mirip sekali dengan adik tirinya yang telah dia bunuh?
Bryan pun membuka helmnya, dia merobek jaket yang dia pakai, kini pria tersebut terlihat jelas bagaimana wajahnya dan juga mengenakan kemeja putihnya. Bryan sudah menjadi manusia seutuhnya, sehingga dia kini bisa menunjukkan siapa jati dirinya yang sebenarnya kepada semua orang, termasuk Jordan.
"Bry-Bryan? Bukannya kamu sudah mati?"
Jordan nampak menganga, matanya membulat, dia sama sekali tidak percaya dengan apa yang dia lihat, ternyata Bryan masih hidup, dan sosok pria yang selalu dianggap pahlawan oleh masyarakat ternyata adalah Bryan, saudara tirinya.
Bukan hanya itu, Jordan sangat ingat kalau Bryan semasa hidupnya telah lumpuh dan dokter memvonis kalau Bryan tidak akan bisa berjalan dengan normal kembali, akibat kecelakaan yang didalangi oleh Jordan sendiri. Tapi pria dihadapannya itu memang sama persis dengan Bryan, bedanya pria tersebut kini bisa berjalan dengan kondisi kakinya yang normal, bahkan pria itu dilihat dari lengannya memiliki otot yang sangat kekar dan bentuk tubuhnya proposional, sangat jauh berbeda dengan penampilan Bryan yang dulu.
__ADS_1
"Tidak mungkin, bagaimana mungkin kamu bisa hidup lagi?" Padahal Jordan masih ingat betul bagaimana dia membunuh Bryan secara sadis kala itu, dengan menjatuhkannya ke dasar jurang, bahkan dia telah memastikan bahwa Bryan sudah benar-benar mati. Tapi bagaimana bisa dia hidup lagi dan memiliki kekuatan yang luar biasa seperti itu?