Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 67


__ADS_3

Dan hari itupun di Mansion keluarga Pratama, semua penghuni disana dikejutkan dengan menghilangnya mayat Tasya. Karena Tasya sudah di kuburkan dengan cara yang layak oleh sistem, sekalian sebuah bentuk peringatan kepada Jordan.


Sistem memakamkan jasad Tasya di sebuah pemakaman umum, dikuburkan dengan selayaknya orang meninggal sebagaimana mestinya. Mungkin jika Tasya bisa melihat jasadnya sendiri, dia akan menangis karena tak ada satupun orang yang datang untuk mengantarkan kepergiannya. Itulah hukuman untuknya.


Masih beruntung Bryan masih peduli padanya, karena status mereka masih suami istri. Itulah tugas terakhirnya Bryan sebagai seorang suami, menyuruh sistem menyemayamkan jasad Tasya dengan sebagaimana mestinya. Setelah itu dia tidak ada urusan lagi dengan wanita tersebut.


Di mansion keluarga Pratama, terlihat ada seorang pria melaporkan kejadian atas menghilangnya jasadnya Tasya di kandang anjing pelacak.


"Maaf Tuan, kami sudah mengecek rekaman CCTV di semua area yang ada di Mansion ini, sama sekali tidak terlihat ada orang yang masuk ke Mansion ini." lapor salah satu anak buahnya Jordan.


Jordan hanya bisa mendengus dengan penuh rasa kesal, "Siapapun orang itu, sekuat apapun orang itu, aku pasti akan mengalahkannya." Jordan mengepalkan tangannya, tidak boleh ada orang yang lebih hebat dan lebih kuat darinya.


Karena itu incaran pertamanya adalah seorang pria yang dijuluki Ksatria Berhelm Hitam, karena pria itu pernah menggagalkan bisnisnya. Jordan ingin melenyapkan orang tersebut, dan ingin tahu bagaimana wajahnya.


"Ya sudah lupakan saja masalah ini, suatu saat nanti kita pasti akan menangkapnya. Sekarang ini yang ingin aku lakukan adalah ingin melenyapkan pria berhelm hitam itu, aku akan memberikan pelajaran padanya karena sudah berani mengusik bisnisku dan hanya aku satu-satunya pria terkuat di dunia ini!" ucap Jordan, dia tidak ingin membuang waktunya untuk mencari siapa orang yang sudah membawa pergi mayatnya Tasya, karena dia rasa orang tersebut sangat kuat sehingga dia tidak bisa mencurigai siapapun.

__ADS_1


...****************...


Waktu pun telah berjalan kembali, Angel terkejut ketika melihat Bryan, mengapa Bryan tiba-tiba saja sedang duduk di pinggiran kasur, padahal seingat dia pria tersebut sedang terkapar di lantai.


Tapi bukan waktunya untuk melamun, Angel masih mengira bahwa Bryan adalah anak buahnya Jordan, sehingga dia menyerang kembali Bryan.


Bryan dengan sigap menghindar, dia menahan serangan dari Angel. Angel melayangkan pukulan ke arah wajahnya Bryan, dengan cepat Bryan menahan tangannya, dia malah menarik tangan Angel dengan kencang membuat badan Angel menubruk badan Bryan yang masih duduk di pinggiran ranjang, sehingga tubuh mereka berdua ambruk ke ranjang.


Buukk...


Saat ini posisi Angel berada diatas Bryan, dengan cepat Bryan merubah posisi membuat dia yang ada di atas Angel, menggenggam kedua tangan wanita tersebut agar tidak bisa bergerak.


Seketika Angel terdiam begitu mendengar perkataan Bryan, ternyata Bryan tahu apa yang sedang dia pikirkan. Kemudian dia mulai berkata, "Kenapa kamu ingin membantuku?"


"Karena aku juga memiliki dendam padanya." lirih Bryan.

__ADS_1


Angel memandangi Bryan, dari raut wajahnya, Angel merasa bahwa Bryan berkata dengan sungguh-sungguh.


"Karena itu tetaplah berada di sisiku agar kamu aman, karena Jordan adalah orang yang sangat ambisius, dia pasti sedang mencari keberadaan kamu." tegas Bryan.


Angel mengerutkan keningnya, dari mana Bryan tahu itu semua, sebenarnya siapa pria yang berada diatas tubuhnya ini. "Seberapa banyak kamu tentang aku?"


Bryan terkekeh, "Tentu saja banyak, aku mengetahui apapun tentang kamu, apa aku harus menyebutkan ukuran dada kamu, 40B?" candanya.


Angel mencibir, dia langsung mengangkat lututnya, membenturkannya dengan sang jantan, membuat wajah Bryan merah seketika, dia melepaskan Angel, dia merintih kesakitan.


"Arrrgghh! Masa depanku!" Bryan sangat merasakan ngilu yang luar biasa.


Wanita ini sungguh kejam, sama sekali tidak bisa diajak bercanda. Padahal Bryan hanya ingin mengajaknya bercanda.


Angel segera berdiri, "Makanya jangan macam-macam padaku!" Dia sama sekali tidak merasa bersalah pada Bryan atas apa yang dia lakukan kepada sang joni agung.

__ADS_1


Untuk keduanya kalinya sang jantan ditendang oleh Angel, "Awas saja kalau sampai joni agungku tidak bisa berdiri, aku tidak akan melepaskan kamu sampai kamu bisa membuatnya berdiri tegak seperti semula." Bryan mengumpat, target kelimanya sepertinya jelmaan dari singa betina.


Gluk! Angel menelan saliva ketika mendengar perkataan Bryan ketika membicarakan joninya itu. Seketika dia tak sengaja melirik sebentar ke arah batangnya Bryan yang terlihat menonjol di balik celananya.


__ADS_2