Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 58


__ADS_3

"Apa kamu sudah siap, Devina?" tanya Bryan dengan suara nafasnya yang berat, dia pria normal, pastinya sudah tak tahan ingin segera memasukkan batangnya ke dalam inti tubuh gadis cantik tersebut.


Devina menganggukkan kepalanya, walaupun sebenarnya dia sangat deg-degan, mungkin karena ini adalah yang pertama untuknya, sehingga wajahnya nampak memerah, kemudian gadis tersebut mendes-ah kembali ketika Bryan menyentuhkan batangnya pada milik Devina, menggesekkannya dengan lembut.


Lagi-lagi pria yang memiliki tubuh proporsional itu telah menggodanya, membuat dia kalah telak, mengigit bibir bawahnya ketika Bryan membuka pahanya dengan lebar. Sebentar lagi batang yang berukuran jumbo tersebut akan segera masuk ke dalam inti tubuhnya, antara penasaran dan takut sakit, itulah yang Devina rasakan saat ini.


"Awalnya akan sakit, tapi percayalah itu hanya sebentar saja, setelah itu kamu akan menikmatinya." Bryan mencoba untuk menenangkan Devina dan meyakinkan Devina bahwa dia nanti juga akan menikmati permainannya.


Mungkin Bryan sudah tahu apa yang sedang dipikirkan Devina sekarang, wanita tersebut takut kesakitan.


"Iya, Juan. Cepat masukan! Kenapa lama sekali?" Devina sudah tak tahan ingin merasakan tubuh mereka menyatu, tapi Bryan belum memasukkannya juga, malah terus mengajaknya berbicara.


Bryan terkekeh, ternyata naf-su gadis itu lebih besar darinya, dia mulai mengarahkan batangnya ke milik Devina. "Oke, baiklah, Devina. Bersiaplah!"


Bryan mulai menekankan senjatanya ke dalam milik Devina, membuat Devina hampir menjerit menahan kesakitan dibawah sana.


"Arrghh... Sakittt, Juan."


Shhttttt...


Padahal ini bukan pertama kalinya untuk Bryan dalam membobol gawang seorang perawan, akan tetapi dia merasa kesulitan untuk menerobos pertahanan itu semakin dalam, Bryan mencoba menekan lebih dalam lagi. Milik Devina sungguh sangat sempit.


Kali ini dengan hentakan kuat membuat dinding itu terkoyak, membuat Devina semakin meringis menahan perih mungkin telah ada yang robek di bawah sana.


"Ahhhkk... Juan sakitttt... " Mantan gadis itu memeluk erat tubuh Juan menahan rasa sakit dan perih di bawah sana, sampai dia mencakar punggung Juan dan menggigit bibirnya menahan rasa sakit saat benda itu menerobos masuk ke dalam dirinya.


"Hanya sebentar, Devina. Tahan ya!" Bryan mencoba untuk menenangkan Devina. Walaupun sebenarnya jiwanya telah terbang melayang saat merasakan dirinya terbenam sempurna di dalam sana, sangat sempit, membuatnya gila, denyutan dari Devina membuatnya semakin terbang bebas menggapai ke langit ketujuh. Apalagi jepitannya, membuatnya tak mampu menjabarkannya dengan untaian kata, yang pasti oh sungguh nikmat.

__ADS_1


Dari raut wajahnya Devina, Bryan tahu bahwa gadis itu mulai nyaman dengan keberadaan batangnya di dalam sana. Bryan mulai menggerakkan pinggul kekarnya dengan pelan agar Devina tidak begitu kesakitan, lalu dia menghentakan lagi dan menghujamnya lagi dengan dalam hingga kedua tubuh itu saling terkoneksi menikmati tiap hentakan yang berirama.


Devina mencoba memeluk tubuh kokoh itu menahan setiap pompahan mengguncang tubuhnya. Rasa sakit itu pun berubah menjadi sebuah kenikmatan tiada tara disetiap hentakan demi hentakan menghujami tubuhnya.


Bryan begitu kuat menguasai tubuhnya, membuat mereka memandikan peluh keringat, saling bertukar saliva, sampai pelepasan demi pelepasan terjadi di dalam diri Devina. Membuatnya terpekik tak berdaya terombang-ambing oleh sensasi yang luar biasa dia rasakan di bawah perutnya.


"Ahhh... ahhh... faster Juan!" des-ah Devina, dia sudah sangat menikmati permainan Bryan yang memompa tubuhnya terus menerus.


Kemudian gerakkan Bryan semakin cepat, menimbulkan decitan tempat tidur mereka. Bryan semakin menggila, des-ahan Devina ampuh menaikan naf-sunya.


Devina yang sudah sangat menikmati malam panas mereka, dia ikut menggerakkan badannya, mengikuti gerakan Bryan.


"Ahh... good girl!" des-ah Bryan, kemudian dia melahap buah dada Devina dengan gemas.


Kemudian mereka mendes-ah hebat ketika sama-sama mencapai pelepasan, Bryan mengeluarkannya begitu banyak di dalam milik Devina, percintaan mereka malam ini sungguh terasa memabukkan.


[Sistem mengupgrade data pemilik sistem.]


[Nama: Bryan Juan Pratama


Usia: 27 tahun


Tinggi Badan: 180 cm


Berat Badan: 72 kg


Ketampanan: 120

__ADS_1


Pesona: 115


Kekuatan: 80


Kemampuan: Berlari cepat (permanen), tahan api (permanen), kekebalan tubuh (permanen), pukulan luar biasa (permanen)


Pil Penyembuh Luka: 10


Senjata: Pedang ultra


Dana: 323.020.000.000


Level: 4]


Bryan sangat senang mendengar, akhirnya dia memiliki kekuatan pukulan luar biasa secara permanen, tidak perlu membelinya lagi pada sistem. Dia pun menggempur Devina kembali, karena dia seorang pria yang tak puas jika hanya melakukannya sekali saja. Tapi harus melakukannya lagi dan lagi sampai dia merasakan puas.


Devina pun tak kalah ganasnya, ada saatnya dia yang ingin mendominasi, bergerak dengan lincah diatas pinggul Bryan. Wanita tersebut begitu bahagia karena memiliki kenangan yang indah bersama sang dewa penolongnya, yang tak akan pernah dia lupakan disepanjang hidupnya.


...****************...


...Promosi Novel...


Dia dipandang rendah oleh keluarga istrinya, bahkan dia selalu mendapatkan hinaan, hanya karena dia seorang pria miskin.


Hanya Bastian dan Raisa yang tahu bahwa pernikahan mereka hanya sementara, itu semua agar Raisa mendapatkan warisan dari keluarganya. Dan Bastian rela menjadi suami sementara Raisa, untuk menebus hutang pada Raisa.


Namun, bagaimana kalau ternyata takdir membuatnya berubah? Sebenarnya Bastian berasal dari keluarga kaya raya, dia adalah sang pewaris dari perusahaan nomor satu di Indonesia. Sudah tiga tahun dia diusir oleh kakeknya karena sering menghamburkan uang.

__ADS_1


Bastian akhirnya tau bagaimana susahnya mencari uang, ketika dia mendapatkan warisan dari sang kakek, dia bisa menjadi pemimpin perusahaan yang begitu mengagumkan, walaupun dia harus menyembunyikan identitasnya dari keluarga istrinya.


__ADS_2