
"Kamu siapa?" tanya Angel seraya menodongkan pistol ke arah Bryan, dia menatap tajam kepada pria tersebut. Sepertinya dia tak main-main akan siap menembak Bryan jika seandainya Bryan adalah orang jahat.
Mungkin karena Angel masih belum bisa melupakan kejadian mengerikan semalam, sehingga dia harus berhati-hati kepada siapa saja, apalagi kepada orang asing yang baru saja ditemuinya, termasuk pria yang ada dihadapannya itu.
Bryan mengangkat kedua tangannya, dia berkata dengan hati-hati, "Namaku Juan, aku adalah orang yang sudah menolong kamu semalam."
Angel tak sengaja melirik ke arah pinggang Bryan, disana ada holster pinggang yang berisikan sebuah pistol di dalamnya, pasti Bryan bukan sembarangan orang, bisa saja dia adalah pria yang berbahaya atau mungkin anak buahnya Jordan.
Tidak mungkin ada orang biasa saja membawa senjata kemana-mana. Membuat Angel sulit untuk mempercayai Bryan.
Bryan mencoba untuk menenangkannya Angel, walaupun sebenarnya tubuhnya kebal akan senjata, dia hanya ingin meyakinkan bahwa dia bukanlah pria yang jahat.
"Lebih baik kamu turunkan senjatamu! Kita bisa bicarakan dengan baik-baik oke!" ucap Bryan dengan lembut dan dengan nada hati-hati.
Akan tetapi Angel masih menodongkan pistol ke arah Bryan, dia tidak bisa mempercayai pria yang ada dihadapannya itu. Dia masih takut kalau Bryan adalah anak buahnya Jordan, karena Jordan memilki anak buah yang begitu banyak, sampai dia tak dapat mengenal satu persatu anak buahnya Jordan.
Bryan berjalan mendekati Angel untuk merebut pistol dari tangan wanita tersebut, membuat Angel berjalan mundur sambil terus mengarahkan pistol ke arahnya, "Jangan mendekat! Atau kamu akan aku tembak!" acamnya.
Bryan tak menghiraukan ancaman dari Angel, dia terus berjalan mendekat ke arah wanita tersebut, kemudian Bryan merebut pistol dari tangan Angel, sehingga terjadi perkelahian diantara mereka berdua. Dan pistol pun akhirnya terlempar jauh ke lantai.
Bugh...
Bugh...
__ADS_1
Bugh...
Sebuah kamar yang biasanya selalu dijadikan pertarungan pria dan wanita di atas kasur, tapi berbeda dengan mereka, Bryan dan Angel malah bertarung sungguhan. Walaupun Bryan sebenarnya tak melawan sama sekali, dia hanya menahan serangan dari Angel. Tidak ada dalam kamusnya melakukan kekerasan terhadap seorang wanita.
Angel terus menyerang, dan Bryan terus menahan serangan dari Angel. Selalu saja dalam posisi seperti itu, Bryan tak aka pernah melukai targetnya.
Akan tetapi...
Dugh!!
Angel menendang sang benda pusaka milik Bryan dengan begitu keras. Mungkin wanita itu tahu bahwa bagian itulah titik kelemahan para lelaki.
"Arrrgghh!"
Wajah Bryan merah padam, dia meringis kesakitan, merasakan ngilu dan nyeri pada sang jantan, rasanya seakan separuh nyawanya hilang, sampai dia berkeringat dingin, dan lutut pun mendadak terasa lemas. Rasanya benar-benar dia ingin pingsan.
Bukan hanya itu saja, wanita tersebut menendang lutut Bryan, dia berbalik menarik tangan Bryan, membuat tubuh pria tersebut terbanting ke lantai.
Braak...
Sehingga tubuh Bryan terkapar di lantai, pria tersebut merasakan punggung seakan mau remuk. Dia tak melawan karena tadinya dia pikir telah memiliki kekuatan kekebalan tubuh dan pastinya dia tidak akan terluka ataupun kesakitan, akan tetapi sungguh di luar dugaan, mengapa dia merasakan kesakitan ketika wanita tersebut menghajarnya.
'Ahhh, sebenarnya siapa wanita ini? Mengapa kekuatan kekebalan tubuhku tidak berlaku kepadanya?' hati Bryan bertanya-tanya.
__ADS_1
Bryan dikejutkan ketika mendengar jawaban dari sistem.
Ding!
[Target kelima telah ada di depan anda, Tuan.]
[Nama: Angel
Usia: 24 tahun
Pekerjaan: Pengusaha legal maupun Ilegal
Tinggi Badan: 172
Berat Badan: 53
Kecantikan: 90
Ukuran dada: 40B
Status: Single.]
Bryan tercengang mendengarnya, sungguh bukan ini yang dia harapkan, bagaimana bisa wanita galak dan kejam seperti itu adalah target terakhirnya. Dia pikir sistem akan mengirimkan target kelimanya itu seorang wanita yang manis, seksi dan bohay, tapi mengapa harus wanita garangan? Sungguh di luar ekspektasi.
__ADS_1
Walaupun Bryan akui Angel adalah wanita tercantik diantara semua target, tapi dia tak pernah bermimpi menjalin hubungan dengan wanita seperti itu, apalagi waktu tersisa tinggal 3 hari lagi, bagaimana cara meluluhkannya?
Karena Angel adalah target terakhir Bryan, penentuan hidup dan mati Bryan, sehingga tidak perlu memakai aplikasi ojek online lagi, apalagi dalam situasi sedang genting seperti ini, dan Angel sama sekali tidak membawa ponsel, bagaimana caranya dia memesan layanan ojek online?