Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 46


__ADS_3

Ki Darta, walaupun usianya sudah 602 tahun, akan tetapi dia masih terlihat seperti pria berusia 50 tahun. Kakek tua itu masih terlihat bugar, tujuan utamanya adalah ingin menguasai pulau P, dia ingin semua penduduk yang ada disana patuh kepadanya.


Sehingga para penduduk di pulau P sangat patuh kepada Ki Darta, setiap tahun mereka harus mencari siapa gadis yang terlahir pada malam jum'at kliwon di pulau tersebut, dan akan dijadikan tumbal, kepala gadis itu akan dipenggal dan darahnya dipersembahkan kepada iblis penunggu pulau.


Iblis tersebut bernama Malphas, salah satu raja iblis yang memiliki kekuatan luar biasa, hanya Ki Darta yang bisa melihatnya. Iblis Malphas tinggal di sebuah goa yang terletak di salah satu kaki gunung yang ada di pulau P.


Sebagian besar masyarakat disana begitu patuh kepada Ki Darta, mereka akan melakukan apa saja asalkan pulau yang mereka tempati itu akan makmur, sehingga mereka akan memberikan apa saja yang Ki Darta inginkan. Harta, tanah, hasil bumi, bahkan anak gadis mereka pun dipersembahkan kepada Ki Darta.


Ki Darta memang tidak memiliki keinginan untuk menikah, akan tetapi sebagai manusia biasa dia pasti memiliki hasrat, sehingga dia menipu kepada masyarakat, mereka harus membuang kesialan jika ingin bisa memiliki banyak uang, dengan cara menyerahkan keperawanan seorang gadis untuknya.


Sebenarnya ada sebagian masyarakat yang sudah mulai terbuka pikirannya dengan zaman yang semakin canggih ini, mereka sudah tak mempercayai akan hal takhayul seperti itu, tapi tak ada yang berani melawan, karena Ki Darta memiliki kekuatan kekebalan tubuh, yang tubuhnya tidak bisa terluka, sebaliknya senjata tajam tersebut akan patah jika mengenai tubuhnya.


Siang ini Ki Darta sedang bertapa di goa Taro, sebuah goa tempat tinggalnya sang iblis, Malphas. Wajah iblis tersebut sangat mengerikan, memiliki wajah seperti monster dan giginya bertaring, tapi badannya berbentuk manusia, dan tangannya memiliki kuku yang panjang dan tajam.

__ADS_1


Ki Darta sedang menuliskan nama Devina beserta tanggal lahirnya di dalam sebuah kertas kuno, disana memang terdapat data orang-orang yang telah dijadikan tumbal di pulau P tersebut disetiap tahunnya. Dan tahun ini tumbalnya adalah Devina, tidak bisa digantikan oleh calon tumbal yang lain.


"Ingat, nanti malam kamu harus menyembahkan seorang gadis yang terlahir pada malam jum'at kliwon padaku, jika tidak, aku akan mengambil semua kekuatan yang telah aku berikan padamu, termasuk mengambil nyawamu." ucap iblis Malphas kepada Ki Darta.


"Tentu saja, hamba pasti akan melakukannya. Sudah hamba persiapkan untuk Tuan Malphas, dan sekarang aku sudah menuliskan nama calon tumbal untuk tahun ini, Tuan Malphas." ucap Ki Darta dengan patuh, dia pun memberikan kertas kuno tersebut kepada iblis Malphas.


Kemudian iblis Malphas tertawa ketika dia melihat data calon tumbalnya, usianya masih dua puluh tahun, pasti darahnya sangat segar sekali.


"Gawat, Ki Darta. Rupanya gadis yang akan kita penggal nanti malam telah melarikan diri." ucap salah satu dari pria yang datang kesana. Dua mengatakannya dengan nada ketakutan.


Ki Darta sangat marah sekali, sehingga dia memaki-maki mereka. "Sudah aku bilang kalian harus menjaganya dengan ketat, hanya menjaga satu orang saja kalian tidak becus?"


"Maafkan kami Ki Darta..."

__ADS_1


Mungkin karena Ki Darta begitu murka, dia segera mengeluarkan pedang dari jubahnya yang berwarna hitam, dia tidak akan mentolerir kepada orang-orang yang telah berbuat kesalahan fatal, padahal waktu sangat mepet, tapi mereka begitu lengah untuk menjaga seorang gadis yang akan ditumbalkan pada malam ini, wanita itu bernama Devina.


Sehingga...


Sret!


Sret!


Sret!


Ki Darta menebas kepala mereka secara bergantian, cipratan darah mengenai wajahnya yang berkulit gelap itu, segelap masa depannya, karena masih ingin menikmati indahnya kehidupan dengan cara yang instan, mungkin karena dulu di zaman kerajaan dia telah terlahir menjadi seorang pria yang miskin dan selalu tertindas. Dan kepala mereka pun berjatuhan menggelinding ke tanah.


Setelah itu Ki Darta pun segera pergi untuk mencari keberadaan Devina, sambil membawa pedangnya yang telah dipenuhi dengan darah orang-orang yang telah dia penggal.

__ADS_1


__ADS_2