
Bryan harus bertemu dengan masyarakat yang ada disana, sehingga dia sengaja bertemu dengan Pak Camat yang ada di pulau tersebut, namanya Pak Jodi.
Menurut Devina, Pak Camat adalah salah satu orang yang tak mempercayai akan perkataan Ki Darta, sehingga dia tidak dihargai sebagai Camat di pulau tersebut. Mereka lebih patuh kepada Ki Darta dibandingkan dengan dirinya.
Salah satu cara untuk meluluhkan hati masyarakat yang ada disana adalah dengan cara mengambil hati mereka, walaupun sebenarnya Bryan sangat ikhlas melakukannya.
Pak Camat mengatakan bahwa di pulau P ini hampir semua masyarakat disana miskin, ada yang pengangguran, ada yang memenuhi kebutuhan pokoknya dengan hanya mengandalkan dari hasil berkebun, ada juga yang kerja serabutan tapi gajinya tidak mencukupi. Sehingga Bryan ingin memberikan secara sukarela uang senilai 20 juta untuk 285 kepala keluarga yang ada disana, untuk dijadikan modal usaha, ataupun untuk membeli kebutuhan sehari-hari mereka.
Walaupun dia harus kehilangan 5,7 miliyar, dia sangat rela, karena masyarakat yang ada disana lebih membutuhkan uang tersebut, selain itu dia juga menyumbangkan uang 3 miliyar untuk memperbaiki jalanan yang rusak dan memperbaiki atap sekolah dasar yang sudah ambruk disana.
Sudah Bryan tegaskan dari awal dia membutuhkan uang sistem hanya untuk menambah kekuatan saja untuk menghadapi musuh, selain itu dia ingin menggunakan uang tersebut untuk membantu para target dan orang-orang yang membutuhkan bantuan.
Faktor kemiskinan yang dialami di pulau P membuat mereka frustasi, sehingga gampang di tipu oleh Ki Darta yang memanfaatkan kegelisahan mereka, bahwa dia datang ke Pulau dengan iming-iming untuk membuat masyarakat yang ada disana menjadi makmur.
Apalagi Bryan memiliki perusahaan besar yang sangat menjanjikan, walaupun saat ini masih dikuasai oleh Jordan dan Tasya, dia akan melakukan pembalasan kepada mereka setelah menjadi manusia seutuhnya. Dia akan merebut kembali miliknya.
Hari ini telah diadakan sebuah pertemuan, Bryan menjamu semua masyarakat yang ada disana dengan banyak makanan dan minuman, di depan rumah miliknya, tepatnya di tengah hutan yang telah di sulap menjadi tempat yang indah disana. Tentu saja Bryan harus menghabiskan uang senilai 300 juta Sehingga dananya kini tersisa 8.360.000.000 lagi.
Tentu saja semua masyarakat hadir, mereka ingin berterimakasih kepada Bryan atas kebaikan hatinya yang telah membantu mereka dan peduli dengan keadaan di pulau tersebut.
Bryan menolong mereka dengan berbentuk sebuah tindakan, berbeda dengan Ki Darta yang hanya mengobralkan sebuah janji tapi belum berbukti sampai saat ini.
"Terimakasih nak Juan, anda seperti dewa penolong untuk kami. Akhirnya istri dan anak-anak saya bisa makan berkat bantuan dari nak Juan." ucap seorang kakek tua renta sambil menangis.
"Terimakasih berkat bantuan dari Anda, akhirnya saya memiliki modal untuk usaha." ucap seorang janda memiliki tiga anak.
__ADS_1
"Terimakasih, berkat bantuan dari Anda, akhirnya saya bisa memperbaiki keadaan rumah." ucap seorang bapak-bapak.
Bukan hanya mereka, hampir semua yang ada disana orang mengucapkan rasa terimakasih mereka kepada Bryan. Sehingga mereka melupakan tugas mereka yang disuruh Ki Darta untuk segera menemukan Devina.
Bahkan para wanita disana sedang berusaha berlomba-lomba untuk bisa mendapatkan perhatian dari Bryan, sosok pemuda yang kini menjadi idolanya para wanita di pulau P tersebut.
Disana pun ada Pak Camat yang turut membantu Bryan untuk memperlancar acara pertemuan Bryan dengan semua masyarakat yang ada disana.
Dan saat itulah Bryan menghadirkan Devina di tengah acara tersebut, membuat mereka terkejut.
Bryan merangkul lengan Devina untuk menenangkannya, karena dia tahu Devina sangat ketakutan sekali, Devina takut mereka akan membawanya kepada Ki Darta.
"Perempuan ini adalah wanitaku, jadi aku tidak akan pernah membiarkan siapapun menyakitinya." ucap Bryan dengan tenang.
Semua orang yang ada disana nampak terperangah, begitu juga Devina, hatinya berdebar-debar ketika Bryan mengatakan bahwa dia adalah wanita pria tampan itu, walaupun dia tak paham, mengapa seorang driver ojek online memiliki banyak uang dan sangat tampan.
Ternyata salah satu diantara mereka ada anak buahnya Ki Darta, tepatnya ada lima orang.
"Tidak bisa, gadis itu sudah ditakdirkan menjadi tumbal untuk tahun ini!" ucap salah satu diantara anak buahnya Ki Darta.
Ke lima orang anak buahnya Ki Darta mencoba untuk membawa Devina secara paksa. Tapi karena Bryan menghalangi mereka.
"Aku tidak akan membiarkan siapapun melukainya." ucap Bryan dengan mantap.
Salah satu diantara mereka terpaksa harus melukai Bryan dengan pedang.
__ADS_1
"Baiklah kalau kamu terus ikut campur seperti ini, aku terpaksa harus membunuhmu, wahai pemuda." Dia pun menghunuskan pedangnya ke arah perut Bryan.
Hal tersebut membuat semua orang menjerit histeris, terpaksa Devina.
Prang...
Namun, pedang tersebut malah patah, terbelah menjadi bagian, dan berjatuhan ke tanah.
Semua yang ada disana terkejut ketika menyadari bahwa Bryan bukanlah manusia biasa, termasuk Devina, sesuai dengan dugaannya bahwa Bryan pasti bukan manusia biasa.
Sehingga kelima anak buahnya Ki Darta bersujud kepada Bryan untuk memohon ampun, "Mohon ampuni hamba, apakah mungkin tuan adalah titisan dewa yang sengaja diturunkan ke bumi untuk menolong kami?"ucap salah satu diantara mereka.
Bryan menggelengkan kepalanya, dia menyuruh mereka untuk segera berdiri, "Jangan bersujud kepadaku, aku bukanlah dewa. Jika kalian ingin membuat pulau ini makmur bukan dengan cara menghilangkan nyawa orang lain untuk dijadikan tumbal, tapi diri kalian sendiri kuncinya. Karena itu gunakan uang dariku sebaik mungkin untuk membuat perekonomian kalian membaik, karena di dunia ini tidak ada yang instan. Kalian harus bekerja keras dan berusaha, jika kalian bisa mengatasi masalah kalian sendiri, barulah pulau ini akan makmur karena di dalamnya terdapat orang-orang yang hebat."
Perkataan Bryan mampu menggugah hati hampir semua orang yang hadir disana, sehingga mereka merasa apa yang telah mereka lakukan selama ini telah salah.
Tanpa di duga, ada Ki Darta datang kesana, dia tertawa begitu melihat Devina. "Hahaha... rupanya kamu bersembunyi disini gadis sialan."
Devina sangat ketakutan, sampai di bersembunyi di belakang punggungnya Bryan. "Juan, aku takut. Aku mohon tolong aku." lirihnya.
Kemudian Ki Darta menatap tajam ke arah Bryan, dia yakin pria asing itulah yang membawa Devina kabur dari gudang. Tentu saja dia sangat murka karena Bryan berani ikut campur ke dalam urusan di pulau P ini.
"Cepat bawa gadis itu dan penggal kepala pria yang ada di depannya!" teriak Ki Darta, matanya melotot memandangi Bryan yang sedang menyeringai seakan sedang menantangnya.
Ada sekitar empat puluh orang mengeluarkan pedang dari jubah mereka, membuat Ki Darta tertawa penuh kemenangan. "Hahaha..."
__ADS_1
Ki Darta berhenti tertawa, dia terkejut ketika menyadari bahwa mereka malah mengarahkan pedang tersebut ke arahnya, bukan kepada Bryan. Mungkin mereka baru menyadari bahwa selama ini mereka telah terpengaruhi ilmu sesatnya Ki Darta.