Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 80


__ADS_3

Angel padahal pernah terluka ketika berkelahi dengan musuh, tapi baru kali ini dia nampak tegang ketika melihat pria yang sedang berada di antara kedua pangkal pahanya sedang mengurut-urut joni agungnya, membuat wanita tersebut terus menelan saliva.


Sampai dia berpikir apakah sang joni agung yang berukuran begitu besar akan muat masuk ke dalam miliknya yang sempit itu atau tidak, dia hanya takut miliknya akan robek.


"Juan, milikmu akan muat tidak? Apa tidak perlu diukur terlebih dahulu?" tanya Angel dengan perasaannya yang tegang.


Bryan menghela nafas, "Tidak perlu, kamu tenang saja, akan muat kok."


"Tapi bagaimana kalau tidak muat?" Angel masih ragu dengan perkataannya Bryan.


Bryan menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "Akan muat, Angel. Percayalah padaku."


Angel pun menghembuskan nafasnya dengan pelan, dia memilih diam, mengikuti permainan Bryan yang memimpin, karena dia tahu Bryan pasti memiliki jam terbang yang tinggi.


"Cakarlah punggungku sepuas hatimu jika kamu merasakan sakit, tapi percayalah sakitnya hanya sebentar, setelah itu kamu akan merasakan sensasi yang tak pernah kamu rasakan sebelumnya, Angel." Bryan mencoba untuk meyakinkan Angel. Pria itu sudah tidak sabar ingin segera memasukki lembah yang sempit itu.


Angel nampak tegang, tapi dia juga penasaran rasanya bercinta itu seperti apa, sehingga dia harus siap ketika Bryan mulai mengarahkan senjatanya ke dalam miliknya.


"Arrghh!" Angel merintih ketika merasakan senjata Bryan masuk ke dalam miliknya. Sampai dia mencakar punggung Bryan dengan sesuka hatinya. Rasanya tubuhnya seakan terbelah menjadi dua.


Bryan tak ingin gagal lagi, dia menahan tangan Angel dengan sekuat tenaga. Dalam sekali hentakan, Bryan berhasil memasukkan senjatanya memenuhi milik Angel yang teramat sempit itu, sungguh membuatnya gila. Cakaran Angel pada punggungnya pun tak dia hiraukan, yang pasti dia sangat senang karena bisa membuat Angel takluk kepadanya.

__ADS_1


"Owh sakit, Juan." lirih Angel.


"Sabar ya, nanti juga kamu pasti akan menikmatinya, Angel. Aku janji." Bryan sebenarnya tidak tega melihat wajah Angel yang terlihat pucat begitu, tapi dia juga harus memberitahu Angel tentang rasa kenikmatan saat pria dan wanita sedang bercinta.


Sehingga dipersekian menit kemudian, suara rintihan Angel sudah tak terdengar lagi, kini dia mulai merasakan nikmat ketika Bryan menghujamnya secara terus-menerus, pria tersebut begitu gagah memom-pa tubuh Angel.


Sungguh keduanya merasakan kenikmatan yang tak ada bandingannya, membuat mereka mendes-ah begitu hebat.


"Apa kamu sudah menikmatinya?" tanya Bryan seraya mengecup bibir Angel dengan sekilas, menatap kedua bola mata wanita yang sudah dibuat menjadi mantan perawan olehnya.


Angel menganggukkan kepalanya, "Iya, ini sungguh nikmat, Juan. Bergeraklah lebih cepat lagi!"


Bryan pun dengan senang hati mengabulkan permintaan Angel, mempercepat tempo hentakannya, milik Angel benar-benar sempit, membuat Bryan merasakan gila seakan senjatanya diurut-urut dengan sangat lembut di dalam sana, menjepitkan sangat kuat.


"Ahhh... nikmat sekali, Angel."


Nafas keduanya tersengal-sengal dan saling bertautan, Angel berusaha untuk mengimbangi gerakan Bryan, wanita itu bergerak lincah mengikuti gerakan Bryan yang semakin brutal menggerakkan pinggulnya.


"Ahhh... ahhh... ahhh...!" Keduanya pun sama-sama mendes-ah, saling menautkan bibir mereka dengan penuh cinta, rasanya dunia ini menjadi milik mereka berdua, yang lain pindah ke planet mars.


"Mau coba diatas?" tanya Bryan.

__ADS_1


Angel menganggukkan kepalanya, dia ingin merasakan sensasi yang berbeda sehingga kini dia yang berada diatas, membiarkan dirinya mendominasi.


Bryan merasakan dirinya seakan sedang dimanjakan, Angel meliuk-liukan badannya, menggerakkan tubuhnya naik turun, membuat Bryan menggeram penuh rasa kenikmatan, kemudian dia menyambar buah semangkanya Angel sebentar, karena tak tahan dengan godaannya.


Bukan itu saja, Bryan menunggingkan Angel, agar dia masuk melalui belakang ke milik Angel.


"Akhh!" Bryan merasakan gila, jepitan miliknya Angel semakin terasa kuat, dia bergerak dengan begitu brutal, sambil memegang pinggulnya Angel.


Malam ini mereka melakukannya dengan berbagai macam gaya, tak hanya satu kali, tapi berkali-kali, di kursi sofa, di kamar mandi, dan juga nemplok di dinding seperti cicak kawin.


Bahkan kini mereka telah kembali ke kapal pesiar, Bryan dan Angel menghabiskan kebersamaan mereka dengan bercinta dan bercinta, sensasinya sungguh luar biasa ketika bercinta di dalam kapal pesiar sana, suara deburan ombak begitu membuat percintaan mereka semakin terasa syahdu.


"Ahhh... ahhh...!"


Bryan mempercepat gerakannya, ketika merasakan akan ada gelombang yang datang menerjang, sehingga cairan hangat kini telah membanjiri milik Angel dengan begitu banyak, membuat tubuh Bryan ambruk menindih tubuh Angel, Angel hanya pasrah, karena dirinya sudah dibuat KO oleh Bryan dari tadi, dia sudah dibuat basah berkali-kali oleh pria tersebut.


"Aku ingin istirahat, Juan." pinta Angel, dia merasakan sedikit lelah, karena Bryan begitu berutal menggempur tubuhnya.


"Kamu tidur saja, Angel. Aku masih ingin melakukannya." Mungkin pengaruh kekuatan dari sistem membuat pria itu begitu kuat di ranjang, dan juga tidak akan puas jika hanya melakukannya sebentar.


Bryan pun menggarap tubuh Angel kembali tanpa ampun, dia sudah mulai kecanduan dengan tubuh wanita cantik tersebut. Pada akhirnya dialah pemenangnya, tidak akan ada yang bisa mengalahkannya dalam urusan ranjang. Bryan Memang sangat kuat dalam segala hal.

__ADS_1


__ADS_2