Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 59


__ADS_3

Selama dua hari ini Bryan memperlakukan Devina seperti seorang kekasih, dia ingin memanjakan wanita tersebut, selain itu dia mengajak Devina liburan ke tempat rekreasi yang ada di pulau P tersebut, disana terdapatnya sebuah pantai yang begitu indah, walaupun jarang pengunjung. Justru hal tersebut membuat mereka merasakan kenyamanan dan ketenangan.


Sebelumnya Bryan telah membelikan Devina sebuah mobil karena wanita tersebut sama sekali tidak memiliki kendaraan. Selain itu, rumahnya Devina telah di renovasi saat ini, dan Bryan ingin Devina mulai membuka usaha sendiri, rencananya Devina ingin membuka sebuah mini market di samping rumahnya karena Devina memiliki lahan yang cukup luas, peninggalan dari mendiang orangtuanya.


Sehingga uang 5 miliyar harus Bryan keluarkan untuk wanita tersebut, walaupun awalnya Devina nampak sungkan untuk menerimanya, karena dia memang benar-benar tertarik pada Bryan, bukan karena harta Bryan. Sehingga dananya kini telah tersisa 318.020.000.000 lagi.


Hari ini kedua sejoli itu begitu menikmati suasana pantai di pulau P tersebut, Bryan menggendong Devina, membawanya berlari ke tepi pantai, sampai pakaian mereka basah kuyup terkena air ombak.


Devina tertawa lepas, dia memeluk tubuh kokoh pria tersebut, mungkin karena takut terseret gulungan air ombak, kemudian mereka berciuman dengan penuh mesra.


Dua hari yang mereka lalui sungguh berarti, bukan hanya dalam urusan ranjang saja, tapi Bryan benar-benar memperlakukan Devina seakan dirinya adalah wanita yang spesial, membuat hidup Devina yang awalnya suram kini menjadi berwarna.


Mungkin ingin merasakan sensasi yang berbeda, sore ini mereka melakukannya di dalam kolam yang ada sebuah vila, kebetulan Bryan telah menyewa sebuah vila yang jaraknya tak jauh dari pantai, seharga 10 juta. Sehingga dananya tersisa 318.010.000.000 lagi.


Di dalam kolam sana, Bryan menyadarkan punggung Devina ke dinding tepi kolam, keduanya telah sama-sama dalam keadaan tela-njang, Bryan langsung menyatukan kedua pusat inti mereka dengan cara Devina mengaitkan kakinya ke pingggang Bryan.


"Akh..." Devina sedikit menjerit karena miliknya masih sempit, tentu saja masih terasa perih Devina kembali masuk ke dalam.


"Oh kamu sempit sekali...ahhh.." Bryan mengerang saat merasakan kedua milik mereka menyatu dengan sempurna. Bahkan Bryan terus menggerakan pinggulnya agar terus menusuk semakin dalam.


Sensasinya sungguh luar biasa saat merasakan bercinta di alam terbuka, merasakan segarnya sepoi-sepoi angin yang menerpa kulit, dan ketika menengadah ke atas, bisa langsung menatap langit yang sudah mulai menunjukkan akan segera tiba waktunya malam.


Devina memeluk dengan erat punggung Bryan, tubuhnya bergetar hebat saat merasakan pelepasan, "Ahh... ahh..."


Setelah berhasil mengantarkan Devina pada puncak pelepasannya, Bryan mencabut batangnya yang masih berdiri tegak dan menantang. Pria itu duduk di tepi kolam, lalu mengulurkan tangannya agar Devina naik ke tepi kolam juga.


"Naiklah, Devina!" pinta Bryan dengan suaranya yang berat, dikuasai oleh naf-su.


Devina duduk di pangkuan Bryan, kedua milik mereka menyatu kembali, kini giliran Devina yang mendominasi, bergerak begitu lincah dipangkuan Bryan.

__ADS_1


"Ahhh... terus Devina." Kedua tangan Bryan memegang pinggang Devina, membantu menggerakan badan Devina agar bergerak semakin cepat.


"Ahh... ahhh." Devina semakin mende-sah ketika Bryan menyambar buah dadanya yang bergerak indah di depannya, menyesapnya dengan rakus.


Kemudian Bryan kembali mencium bibir Devina, saat merasakan akan ada yang tumpah di bawah sana, keduanya sama-sama mengerang begitu hebat.


"Ahhhh.. ahhh... ahhh."


Kemudian mereka berdua pun berpelukan, saling menghangatkan satu sama lain, lalu keduanya saling melemparkan senyuman dan menautkan bibir mereka kembali.


"Mari kita lanjut di dalam!" ucap Bryan sambil menggendong Devina, membawanya masuk ke dalam villa. Tubuh Devina begitu candu, membuat Bryan ingin terus menggarap tubuhnya lagi dan lagi sampai puas.


Devina nampak pasrah saja, dia mengalungkan kedua tangannya pada leher Bryan, sesekali mereka saling memberikan kecupan.


Lalu setelah sampai di dalam kamar, Bryan melemparkan tubuh Devina ke atas kasur, dia menggarap tubuh Devina kembali, sampai dia puas.


Terdengar suara des-ahan memenuhi kamar tersebut dan suara nafas yang saling bertautan, menggambarkan betapa nikmatnya mereka sedang bercinta malam ini.


...****************...


"Sistem, apa target terakhir belum ada hilalnya juga?" tanya Bryan, saat itu dia habis mandi, setelah melakukan lari pagi karena dia harus bisa menjaga stamina tubuhnya.


[Belum, Tuan.]


Bryan menghela nafas, dia merasa was-was, takut misi terakhirnya gagal, padahal dia ingin sekali kembali menjadi Bryan, merebut kembali perusahaannya dari tangan Jordan dan Tasya, dan yang pasti dia ingin memberikan perhitungan kepada mereka.


Drrrrtt...


Drrrrtt...

__ADS_1


Drrrrtt...


Bryan mendengar ponselnya berdering, ternyata ada pesan dari Devina, membuat pria tersebut tersenyum.


(Selamat pagi Juan, hari ini aku harus memantau pembangunan mini market. Semangat terus ya, aku merindukanmu.)


Bryan memang sering berkomunikasi dengan keempat wanitanya, termasuk Devina. Dia pun membalas pesan dari Devina.


(Pagi juga Devina, oke semangat juga Devina. Aku lebih merindukanmu.)


Kemudian Bryan mendengar suara ponselnya bergetar kembali, ternyata ada tiga pesan masuk secara bersamaan. Dan rupanya pesan tersebut berasal dari Rachel, Luna, dan Lilis.


Rachel


(Juan, mumpung aku lagi santai, aku ingin bertemu denganmu, sebentar lagi aku sampai.)


Luna


(Juan, aku lagi otw ke rumahmu, aku kangen banget sama kamu.)


Lilis


(Juan, kebetulan aku lagi berada di kota A hari ini, aku ingin mampir ke rumah kamu.)


Bryan menjadi kelalabakan ketika membaca pesan mereka, "Sistem, bagaimana ini? Bagaimana kalau mereka bertiga datang kesini?" Dia terlihat panik sekali, takut terjadi hal-hal yang tidak dia harapkan, bagaimana kalau mereka jambak-jambakan seperti disebuah film?


[Maaf, sistem khusus hari ini libur, Tuan.]


Sepertinya sistem juga angkat tangan kalau berhubungan dengan wanita, ngamuknya wanita memang menakutkan. Saat bahagia mereka seperti kucing yang manis, tapi saat marah mereka seperti macan yang siap memangsa.

__ADS_1


Bryan pun tak tahu dihatinya ada siapa sebenarnya, apa ada Rachel, Luna, Lilis, atau Devina? Atau mungkin untuk target terakhirnya?


...****************...


__ADS_2