
Angel terbelalak ketika Bryan tiba-tiba mencium bibirnya, dia segera mendorong pria itu, kemudian Angel menginjak kakinya dengan keras.
Dugh...
Hal tersebut telah membuat Bryan merintih kesakitan.
"A-a-arrghh! Kakiku!"
Bryan mengangkat satu kakinya yang terkena injakan Angel, dia mengusap-usap kakinya sambil meringis, rasanya memang benar-benar linu, kemudian dia meniupi kakinya sendiri. "Puhh... puhh!"
"Makanya jangan berani mencium bibir orang sembarangan." Bahkan wanita tersebut memperlihatkan bogem pada Bryan.
Bryan dengan cepat menghindar, dia menarik lengan Angel, sehingga memeluknya dari belakang.
Namun...
Dugh...
Angel menyikut perut Bryan dengan keras, kemudian menginjak kakinya Bryan kembali dengan lebih keras, membuat Bryan lagi-lagi merintih kesakitan.
"Arrrgghh!"
__ADS_1
"Itu hukuman untuk pria kurang ajar sepertimu!" Setelah mengatakan hal itu Angel pergi begitu saja, membuat Bryan sangat kesal.
"Hei kamu mau kemana? Kamu harus bertanggungjawab pada kakiku." teriak Bryan, dia tidak terima karena Angel main pergi begitu saja setelah menyikut perutnya dan juga menginjak kakinya dengan begitu keras.
Apakah segala rayuannya yang dari tadi dia keluarkan tidak membuat hati Angel luluh begitu saja? Padahal dia telah melakukan hal romantis dengan mengajak Angel liburan di kapal pesiar, tapi wanita itu sama sekali tidak merasa terkesan atas apa yang telah Bryan lakukan.
"Sistem, kalau seperti ini terus bagaimana bisa aku menaklukkannya? Dia sangat bar-bar sekali." curhat Bryan kepada sistem.
[Karena ini adalah target terakhir, sehingga tantangannya akan lebih berat, Tuan.]
Bryan nampak pasrah saja, tidak ada gunanya juga curhat kepada sistem, sistem tidak memiliki hati, tidak akan paham dengan keluh kesah Bryan mengenai seorang wanita.
[Ada apa, Tuan?]
"Jika misi terakhirku gagal, apakah aku benar-benar akan mati?" Bryan bertanya seperti itu seakan dirinya telah putus asa.
Sistem pun menjawab pertanyaan Bryan kembali.
[Ya, anda akan mati, Tuan. Dan besok adalah penentuannya, jika sampai besok anda belum bisa menaklukkan target kelima, sudah dipastikan besok adalah hari terakhir Tuan hidup di dunia ini.]
Bryan ingin memberikan amanatnya kepada sistem, sebuah wasiat yang sangat dia harapkan akan bisa terwujud jika seandainya dia mati nanti. "Kalau begitu tolong kuburkan jasadku secara layak, sebenarnya aku memiliki seorang idola, dia adalah seorang pembalap terkenal walaupun dia kini sudah pensiun, namanya Valentino Rossi, tolong dapatkan tanda tangannya di batu nisanku nanti. Selain itu aku juga ngefans pada author DF_14, bisakah kamu membagikan semua uangku kepada para readernya jika seandainya aku mati? Dan..."
__ADS_1
Sistem memotong perkataan Bryan.
[Kita bisa membicarakannya nanti jika misi Tuan benar-benar gagal.]
Jujur saja Bryan lebih baik memilih berkelahi dengan puluhan gangster dari pada harus diberikan tantangan menaklukkan wanita seperti Angel. Ternyata menaklukkan wanita itu tidak segampang yang dia kira, padahal dia memiliki wajah yang cukup tampan dan memiliki bentuk tubuh yang proporsional, banyak wanita yang jatuh hati kepadanya, sekali kedip pasti membuat hati para wanita langsung meleleh. Tapi sepertinya hal tersebut tidak berlaku untuk seorang Angel.
Bryan mungkin sedikit merasa frustasi karena waktunya sangat mepet, sementara belum ada tanda-tanda Angel tertarik padanya. Tapi apa salahnya jika dia berusaha lebih keras lagi.
Dia pun bergegas menyusul Angel ke restoran yang ada di kapal pesiar tersebut, dia duduk samping Angel yang sedang makan, karena makanan sudah disiapkan oleh para pelayan disana.
Angel menjadi salah tingkah dengan kehadiran Bryan, apalagi pria tersebut malah duduk di sampingnya, padahal dia sedang menikmati makan siangnya. Jujur saja dia merasa jantungnya seakan sedang berdisko ketika berada di dekat pria tersebut.
Bryan tersenyum kepada Angel yang sedang makan, dia tidak tahu bahwa sebenarnya saat ini jantung wanita itu sedang tidak aman gara-gara tadi Bryan mencium bibirnya, sampai lembutnya bibir Bryan seakan masih menempel di bibirnya yang tipis wanita itu.
[Sistem mendeteksi bahwa 10 persen target sudah mulai luluh pada anda, Tuan.]
Bryan nampak sumringah mendengarnya, ingin rasanya dia berjingkrak-jingkrak, setidaknya usahanya tidak sia-sia, ada sedikit kemajuan, dia akan membuat Angel semakin terpesona kepadanya.
Coba saja kalau Angel tidak jual mahal, dia pasti akan langsung menggendong Angel, membawanya masuk ke kamar dan mengurungnya sampai pagi, tapi sayangnya ini bukan saat yang tepat untuk melakukan itu semua. Angel masih dalam mode singa betina, tapi dia yakin dia pasti bisa membuat Angel berubah menjadi kucing yang manis.
Sistem benar, sebagai seorang penakluk wanita tidak boleh menyerah begitu saja, bukan saatnya untuk mengeluh, dia harus membuktikan bahwa dia adalah sang penakluk wanita yang handal dan bukan abal-abal. Dan dia harus bisa menaklukkan Angel malam ini juga, pasti ada jalan menuju roma, jika dia terus berusaha.
__ADS_1