Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 74


__ADS_3

Waktu tersisa tinggal dua hari lagi, karena itu besok adalah hari terakhir kesempatan Bryan untuk bisa menjadi manusia yang seutuhnya. Bryan tidak boleh menyia-nyiakan waktu yang tersisa, dia harus bisa menaklukkan hati Angel, walaupun dia tidak tahu bagaimana cara menaklukkan wanita yang memiliki watak keras kepala tersebut, apalagi Angel begitu bar-bar dalam menghadapi musuhnya.


"Ayo naik!" Bryan memberikan helm kepada Angel. Saat ini mereka sedang berada di depan rumahnya Bryan.


"Naik apa?" tanya Angel sambil menerima helm pemberian dari Bryan.


"Naik motor lah, masa naik kasur. Emang kamu mau?" goda Bryan. Dia paling senang membuat wajah Angel merah merona.


Angel menjadi salah tingkah, "Mak-maksud aku bukan gitu, tapi kita tuh mau kemana?"


"Ada deh, nanti juga kamu akan tahu. Yang penting sekarang kamu ikut aku." Bryan pun naik ke atas motornya, dia menepuk-nepuk jok motor pertanda menyuruh Angel agar cepat naik ke atas motornya.


Angel menurut saja, lagian tidak mungkin Bryan menculiknya, dia tidak punya uang sama sekali, mau minta tebusan ke siapa nanti.


Ternyata siang ini Bryan membawa Angel ke kapal pesiar, sebuah kapal pesiar yang mewah dan juga memiliki banyak fasilitas disana. Dimulai dari bioskop, restoran, kolam renang, dan fasilitas yang lainnya.


Kapal pesiar berlayar dengan tenang, desiran ombak berlalu lalang. Terlihat Angel yang sedang berdiri di pinggiran kapal pesiar, dia menikmati pemandangan birunya air laut, membiarkan angin laut memainkan anak rambutnya. Sangat membuatnya tenang.


Bryan pun datang mendekati Angel, dia berdiri disampingnya. Dia mencoba untuk merangkai kata yang pantas agar bisa membuat Angel luluh kepadanya.


"Hm... pemandangannya sangat indah." Bryan mencoba membuka pembicaraan.

__ADS_1


"Ya, memang sangat indah." Angel membenarkan perkataan Bryan, pandangannya masih fokus menatap birunya air laut.


Kemudian pandangan Bryan beralih ke Angel, dia menatap wanita tersebut dengan lekat, "Tapi bagiku kamu jauh lebih indah." ucapnya sambil memperlihatkan senyuman manisnya.


Angel malah terkekeh, dia melirik ke arah Bryan sebentar. "Apa kamu sedang menggodaku?"


"Aku serius, kamu cantik, kamu memang indah Angel. Kamu terlihat sempurna, kamu memiliki bentuk badan yang proporsional, selain itu kamu memiliki bola mata yang indah, hidung kamu juga mancung, dan dada kamu besa... oh maksud aku... ya pokoknya semua yang ada di diri kamu sangat wah, luar biasa!" Bryan memang selalu gagal fokus ketika melihat dadanya Angel, tidak dipungkiri bagi seorang pria normal hal tersebut adalah bagian yang paling menarik.


Angel memperlihatkan bogemnya kepada Bryan, lagi-lagi Bryan membahas soal dadanya yang besar itu. Memang begitulah manusia, lebih cendrung melihat ke bagian atas dahulu, baru ke bawah.


Bryan pun terkekeh, "Astaga, aku hanya bercanda." Walaupun sebenarnya memang dia ngiler melihat bentuk buah semangkanya Angel yang terlihat sangat besar.


Kemudian ada seorang pelayan datang kesana, untuk memberitahukan bahwa menu untuk makan siang mereka telah tersedia. "Menu makan siangnya sudah tersedia, Tuan." ucapnya dengan sedikit membungkukkan badan.


"Baik, Tuan." setelah mengatakan hal tersebut, sang pelayan pun pergi.


Sebenarnya Angel tidak paham, untuk apa Bryan membawanya liburan di kapal pesiar, karena itu dia harus menanyakan hal tersebut kepada Bryan. "Untuk apa kamu membawa aku liburan di kapal pesiar ini?"


Kemudian Bryan menjawab dengan tenang sambil menatap kedua mata Angel, "Karena aku ingin berkencan denganmu."


Mata Angel membulat ketika mendengar jawaban dari Bryan, "Berkencan? Mengapa kamu ingin berkencan denganku?"

__ADS_1


"Karena aku tertarik padamu, siapa yang tidak tertarik dengan wanita secantik dirimu." Bryan mulai menggunakan jurus mautnya.


Angel menjadi salah tingkah ketika ditatap seperti itu oleh Bryan, apalagi pria tersebut menatap matanya begitu dalam, membuat ada hal aneh yang dia rasakan dihatinya. "Emm... a-aku aku lapar, lebih baik kita makan."


Angel memilih untuk menghindari Bryan. Namun, dia dibuat terkejut ketika Bryan malah menarik tangannya, membuat tubuh wanita tersebut menubruk dadanya.


"Aku akan membuat kamu jatuh cinta padaku, Angel. Karena itu persiapkanlah hati dan ragamu, karena aku akan memporak porandakan semua yang ada di dirimu." ucap Bryan dengan pelan.


Angel pura-pura tertawa, walaupun padahal sebenarnya hatinya merasa tak karuan. Dia menggelengkan kepalanya. "Aku bukan wanita yang gampang jatuh cinta, tidak ada satu pria pun yang mampu membuat hatiku berdebar-debar."


Bryan tersenyum mendengarnya, dia masih menatap lekat kedua bola mata Angel. "Aku yakin setelah ini hatimu berdebar-debar."


Angel mengerutkan keningnya, apa ada acara untuk membuat hatinya berdebar-debar. "Maksudnya?"


Tanpa di duga, Bryan meraih tengkuk leher Angel, membuat bibir mereka menempel, kemudian pria itu menautkan bibir mereka, menyesap bibir Angel dengan lembut. Hal tersebut sukses membuat ada gelayar aneh yang tercipta di diri Angel, membuat jantungnya berdebar-debar tak karuan.


Bahkan tak segan pria tersebut meneroboskan lidahnya, masuk ke dalam mulut Angel, sehingga dia bisa menjelajahi setiap inci di dalam rongga mulutnya Angel. Siapa yang tak dibuat mabuk dengan ciuman sang penakluk wanita tersebut. Angel ingin berusaha untuk memberontak, tapi sayangnya bibirnya begitu menikmati sentuhan lembut dari bibir manisnya pria tampan tersebut.


Mungkin satu-satunya cara untuk menaklukkan seorang Angel adalah dengan Bryan harus bersikap agresif, atau bahkan lebih agresif dari ini.


...****************...

__ADS_1


...Apakah harus siapkan es batu?...


__ADS_2