
Dua tahun kemudian...
Zdor!
Zdor!
Zdor!
Terdengar suara senapan berdesing kuat di telinga. Bryan dan anak buahnya sudah berhasil melenyapkan banyak orang di sebuah wilayah yang ada di suatu negara, negara tersebut telah melakukan penjajahan dan melakukan hal keji terhadap sebuah negara kecil yang mereka jajah dengan semena-mena.
Kemudian Bryan melemparkan sebuah bom besar, sehingga suara bom tersebut terdengar menggelegar di angkasa.
DUARRR!
Suara ledakan bom terdengar begitu nyaring, api menyambar melahap semua yang ada di wilayah tersebut. Bahkan mampu merobohkan bangun tersebut.
Beberapa bangunan telah di porak porandakan. Banyak mayat bertebaran dimana-mana, dan banyak juga terlihat api menyala. Dan asap hitam melambung tinggi ke atas menutupi cerahnya awan biru.
Akhirnya Bryan dan semua anak buahnya berhasil melenyapkan wilayah tersebut, yang dijadikan markas untuk para penjajah.
Semua orang memang sudah mengetahui bahwa Bryan adalah sosok pahlawan yang selama ini menolong masyarakat, sehingga nama Bryan begitu disegani di negeri ini dan juga di seluruh penjuru dunia, karena dia telah membebaskan negara-negara yang selama ini masih dijajah oleh sebuah negara berkuasa. Bahkan Bryan dalam sekejap menghancurkan negara penjajah tersebut, membuat semua orang begitu segan padanya.
Mendengar namanya saja pasti akan membuat para musuhnya ketakutan.
Cring!
Hari ini pun Bryan dan semua anak buahnya sedang berpesta vodka, merayakan akan kemenangannya dalam melawan musuh, musuh mereka bukan sekelas lokal lagi, tapi kelas internasional.
Saat ini mereka sedang berada di markas, karena mereka memiliki markas di setiap negara sebagai tempat persinggahan mereka.
Bryan juga telah melebarkan sayapnya, menjadikan Pratama Group sebagai perusahaan nomor satu di dunia. Selain itu Bryan juga memiliki banyak panti asuhan dan panti jompo di berbagai penjuru dunia, dia ingin menjamin kesejahteraan mereka.
Selain itu, dia juga adalah sosok pria yang selalu digandrungi oleh banyak wanita, banyak wanita yang menginginkannya, bahkan mereka berlomba-lomba untuk mendapatkan hati Bryan. Pesona sang penakluk wanita memang tak ada habisnya, akan tetapi dia telah berjanji kepada kelima istrinya bahwa dia akan setia kepada mereka, tidak akan menambah istri lagi. Hanya mereka berlima yang ada dihati Bryan.
Bryan menginginkan kelimanya, tidak bisa memilih salah satu, sehingga dia melenyapkan pil pengembali keperawanan itu, karena ingin menikahi mereka berlima. Tentu saja mereka berlima setuju dan sampai sekarang hidup mereka sangat rukun, bahkan mereka masing-masing telah melahirkan seorang putra, sehingga Bryan telah memiliki 5 orang pewaris yang akan meneruskan perusahaannya nanti.
"Apa Tuan akan menginap disini?" tanya Rozak kepada Bryan.
"Tidak, hari ini minggu, aku harus segera berada di mansion." jawab Bryan.
Pria itupun menjentikan jemarinya, sehingga dia dalam sekejap menghilang. Anak buahnya Bryan sudah tidak asing dengan datang dan perginya Bryan secara tiba-tiba, karena mereka tahu kekuatan sang tuan.
__ADS_1
Hari minggu memang sangat berati untuk Bryan.
...****************...
Dalam sekejap Bryan telah berada di mansion, tepatnya di beranda di kamarnya. Bryan pun membuka pintu kamar, dia berjalan ke balkon, memperhatikan kelima istrinya yang sedang latihan menembak, tentu saja Angel yang mengajarkan keempat istrinya lainnya.
Bryan tersenyum memperhatikan kelima istrinya, sambil menikmati secangkir kopi. Kelima istrinya begitu kompak dan sangat akur sekali. Terkadang di hari sabtu pun mereka sering ketemuan untuk janjian belanja bersama-sama atau liburan bersama, sambil membawa putra mereka.
Bryan memang tidak bisa bersama mereka setiap hari, sehingga mereka ingin bisa memiliki keterampilan ilmu bela diri dan juga bisa menembak, termasuk Bryan juga memberikan kekuatan kepada mereka agar tidak mudah terluka. Karena mereka adalah istri dari seorang Bryan Juan Pratama, yang pastinya mungkin saja akan ada musuh yang mengintai, sehingga mereka harus menjadi wanita yang tangguh.
Hari ini adalah hari minggu, sehingga para istrinya berkumpul, karena memang hari minggu adalah jadwal berkumpulnya para istri. Hari senin khusus untuk Rachel, hari selasa khusus untuk Luna, hari rabu khusus untuk Lilis, hari kamis khusus untuk Devina, hari jum'at khusus untuk Angel, hari sabtu khusus untuk diri sendiri, dan hari minggu khusus untuk berkumpul dengan para istri.
Mereka telah tinggal di mansion masing-masing, dengan diperlakukan seperti seorang ratu oleh para pelayan yang siap melayani mereka dengan setulus hati. Karena Bryan sangat memanjakan para istrinya dengan semua fasilitas yang mewah, apapun yang mereka mau, akan dia kabulkan.
Rachel setiap harinya sibuk dengan restoran yang kini telah memiliki banyak cabang di negeri ini, dari dulu dia memang seorang wanita pekerja keras. Dan Bryan akan selalu ada dalam untuk membantu kemajuan restorannya.
Luna setiap harinya sibuk mengurus perusahaannya yang kian berkembang pesat, atas bantuan modal dan juga keras dari suaminya juga. Dan sekarang dia memiliki banyak cabang atas perusahaannya itu di berbagai penjuru kota.
Lilis telah menjadi seorang dokter, dan dia juga memiliki banyak rumah sakit, Bryan telah mengabulkan cita-citanya. Bahkan Lilis telah menjadi dokter teladan dan terbaik.
Devina telah membuka banyak supermarket yang tersedia diberbagai kota di negari ini, dari kota-kota besar sampai ke pelosok. Berkat dukungan dan bantuan dari Bryan, dia bisa sesukses ini.
Dan Angel telah meneruskan perusahaan ayahnya, yang pasti atas bantuan dari Bryan, perusahaannya berkembang pesat dan memiliki banyak cabang. Dia juga menjadi pelatih dalam ilmu bela diri khusus wanita, karena sekarang zaman emansipasi wanita, wanita juga harus kuat, bisa melindungi dirinya sendiri.
"Sistem, cek statusku!"
[Baik, Tuan.]
[Nama: Bryan Juan Pratama
Usia: 29 tahun
Tinggi Badan: 180 cm
Berat Badan: 72 kg
Ketampanan: Tak tertandingi
Pesona: Tak tertandingi
Kekuatan: 100
__ADS_1
Kemampuan: Berlari cepat, tahan api, kekebalan tubuh, pukulan luar biasa, teleportasi, dan menghentikan waktu.
Pil Penyembuh Luka: 120
Senjata: Pedang ultra
Keperkasaan: 100
Dana: 2.980.900.432.890 115.000.000
Istri: Rachel, Luna, Lilis, Devina, dan Angel.
Putra: Alvin, Ernando, Gibran, Michael, dan Reiner.]
Beruntung Bryan memiliki istri lebih dari satu karna Bryan dalam bercinta tak puas jika hanya melakukannya sebentar, dan itu akan membuat istrinya kelelahan, sementara Bryan staminanya tak ada habisnya, akan terus menggempur lawan mainnya sampai dia puas.
Bryan dalam sekejap bisa membuat dirinya berada dihalaman belakang, dia bertepuk tangan menyaksikan kegigihan para istri yang sedang bersemangat dalam latihan menembak.
Sementara kelima putranya kebetulan sedang tidur dan dijaga oleh para pengasuh di dalam mansion.
"Wah! Wah! Kalian memang hebat sekali!" Bryan memuji mereka berlima, dia tak pernah menomorsatukan salah satunya, sehingga diantara mereka tidak akan ada yang cemburu.
Angel mengarahkan pistol ke arah Bryan, "Awas saja kalau kamu berani bermain wanita dibelakang kami, kami akan menembakmu!" candanya.
Bryan mengangkat kedua tangannya, pura-pura takut. "Padahal aku berniat untuk menambah satu lagi, agar hari sabtu tidak kosong." candanya.
Kini Rachel yang mengarahkan senapan ke arah joni agungnya, "Kalau kamu berani macam-macam, aku tembak kelemahanmu itu."
"Wah janganlah, nanti kalian sendiri yang akan tersiksa kalau Joni agungku terluka." Bryan mengatakannya sambil menahan tawa, karena tahu para istrinya sedang bercanda, hanya saja candaan mereka kadang mengerikan.
"Sekalian kita potong saja!" timpal Luna.
Bryan langsung menutup joninya dengan tangan, dia menjadi ngeri mendengarnya, karena kelemahan dia memang para istri, hanya para istrinya yang bisa melukainya. Sesuai ketentuan sistem bahwa kekebalan tubuhnya tidak berlaku untuk target. "Janganlah! Aku tak akan nambah istri lagi, aku akan selalu setia pada kalian. Beneran!"
Bryan melepaskan senapan dari tangan kelima istrinya, sambil mencium bibirnya satu persatu biar adil. "Sudah ya, kalian akhiri dulu latihan menembaknya, mending kita makan, aku ingin makan bersama kalian."
"Ah iya, aku juga sangat lapar." seru Devina.
Lilis pun ikut berkata, "Iya, latihan menembak seharian membuat aku lelah."
Bryan tersenyum memandangi kelima wanita dicintainya, kemudian mereka pun makan bersama di dalam mansion.
__ADS_1
Begitulah kehidupan Bryan dan kelima istrinya, mereka hidup bahagia dan rukun. Bahkan kelima istrinya selalu setia mendukung Bryan dalam menjalankan bisnisnya dan juga menebarkan kebaikan. Bryan sangat beruntung bisa memiliki istri seperti Rachel, Luna, Lilis, Devina, dan juga Angel. Kelima istrinya pun beruntung memiliki seorang suami seperti Bryan, Bryan adalah sosok suami yang penyayang, selalu bersikap lembut dan perhatian. Tapi dia akan bertindak kejam kepada para musuh.
...Tamat...