Sang Penakluk Wanita (System Playboy)

Sang Penakluk Wanita (System Playboy)
Bab 49


__ADS_3

Rupanya iblis Malphas mengetahui bahwa di dalam peti tersebut bukanlah seorang gadis, melainkan seorang wanita paruh baya, membuatnya sangat murka, karena iblis Malphas sangat membutuhkan darah segar agar dia tidak musnah di dunia ini, lewat indera penciumannya, seharusnya wangi tapi malah bau menyengat.


"Apa-apaan ini? Mengapa di dalam peti ini malah wanita tua ini? Kemana Devina?" tanya Devina dengan nada marah, wajahnya merah padam, memperlihatkan kemarahannya kepada semua orang yang hadir.


Bu Siska yang sudah sadarkan diri pun terkejut bukan main karena dia tak paham mengapa dirinya tiba-tiba berada di dalam peti tersebut.


Bu Siska sangat ketakutan sekali, dia bersimpuh dihadapan Ki Darta.


"Ampun Ki Darta, aku juga tidak tahu mengapa aku bisa berada di dalam peti. Aku sama sekali tidak membantu Devina untuk melarikan diri."


Bu Siska berkata kembali, "Tolong jangan hukum saya, saya janji pasti akan menemukan Devina kembali. Saya mohon, Ki Darta."


Ki Darta terlihat sangat muak sekali, dia pasti akan mendapatkan hukuman dari iblis Malphas, atas keteledoran mereka semua.


Kemudian Ki Darta menatap tajam ke arah Bu Siska dengan tatapan penuh amarah, dia menggertakan giginya. "Aku tidak akan pernah memaafkan siapapun yang sudah membuat masalah, kalian tidak becus menjaga gadis itu dengan baik."


Ki Darta mengeluarkan pedang dari jubah hitamnya, lalu dia menghunuskan pedangnya ke dada Bu Siska.


Jlebb...


"Arrrgghh..." Bu Siska menjerit kesakitan. Tubuhnya mengejang, dan mulutnya mengeluarkan darah, apalagi di bagian dadanya. Sehingga Bu Siska mati seketika, darah segar terus mengalir bercucuran dari area dadanya yang telah terluka tersebut.


Membuat semua orang yang ada disana menjadi ketakutan melihat bagaimana kejamnya Ki Darta, sampai hati membunuh Bu Siska di hadapan mereka semua.


Bahkan iblis Malphas pun sangat marah, sampai angin bertiup begitu kencang di sekitar goa Taro, membuat masyarakat yang ada disana semakin ketakutan, tapi mereka tidak bisa melarikan diri karena takut dibunuh oleh Ki Darta.


"Kita harus secepatnya menemukan Devina, lebih baik kalian berpencar untuk mencari gadis itu!" Titah Ki Darta kepada semua masyarakat yang ada disana.


Nama Devina sudah dituliskan di dalam kertas kuno bahwa tahun ini dia lah yang akan menjadi tumbal, sehingga hal tersebut tidak bisa di ganggu gugat. Tahun ini harus Devina, tidak boleh gadis lain walaupun sama-sama terlahir pada malam jum'at kliwon juga.


Ki Darta menambahkan perkataannya, "Kalau tidak, iblis Malphas akan menenggelamkan pulau ini ke dasar laut paling dalam."


"Baik, Ki Darta!" ucap dua ratus lebih masyarakat yang turut hadir di goa Taro sana, hampir bersamaan, mereka begitu patuh kepada sesepuh yang ada disana, walaupun sebenarnya diantara mereka ada yang sudah merasa jengah terhadap keadaan di pulau ini.

__ADS_1


Kemudian mereka pun pergi dari sana, sehingga di goa Taro kini hanya ada Ki Darta dan iblis Malphas saja.


Tanpa basa basi iblis Malphas mencekik leher Ki Darta, mengangkat tubuhnya ke atas, lalu membantingkan tubuh pria tua itu ke dinding goa.


Buukk...


"Arrrgghh!" Ki Darta merintih kesakitan, dia merasakan punggungnya seakan mau remuk.


"Aku beri waktu dua hari padamu untuk mencari gadis itu, kalau tidak, maka aku akan melenyapkan kamu dan menghancurkan pulau ini." ucap iblis Malphas, dia terlihat begitu marah.


Ki Darta segera bersimpuh, "Ba-baik, Tuan Malphas. Hamba pasti akan menangkap gadis itu."


Ki Darta mengepalkan tangannya, demi apapun, dia tak akan pernah membiarkan orang yang sudah menyelamatkan Devina bisa keluar hidup-hidup dari pulau ini.


...****************...


Pagi menyapa dengan cahaya matahari membiaskan cahaya ke sebuah lorong kamar, Devina perlahan-lahan membuka matanya, dia terkejut begitu menyadari dia sedang berada disebuah kamar yang terasa asing untuknya.


Devina lebih terkejut ketika menyadari dia telah memakai pakaian yang berbeda, padahal seingatnya semalam dia memakai pakaian pengantin, lalu siapa yang menggantikannya?


Devina takut dia sedang bermimpi atau mungkin sekarang ini dia telah menjadi arwah gentayangan, sehingga dia mencubit lengannya sendiri dengan sangat keras.


"Aww!" Ternyata lengannya terasa sakit, itu artinya dia sedang tidak bermimpi dan dia juga masih hidup.


Namun, mengapa dia berada di rumah asing ini, siapa yang telah membawanya? Selama ini tak ada yang berbuat baik padanya, tak ada yang mau menolongnya, mereka membiarkan Devina untuk menjadi tumbal di pulau tersebut.


Devina takut yang membawanya adalah orang jahat atau masih anteknya Ki Darta, bisa saja acara dia akan ditumbalkan ditunda dahulu.


Devina segera keluar mengendap-endap dari kamar tersebut, dia mendengar ada suara seseorang yang sedang mandi di kamar mandi. Pasti orang tersebut adalah pemilik rumah ini.


Devina harus melarikan diri.


Ceklek...

__ADS_1


Sayangnya suara pintu kamar mandi telah terbuka, tak ada pilihan lain, Devina harus melawan.


Devina melihat ada sapu ijuk, dia bergegas membawa sapu ijuk tersebut dan memukulkannya kepada Bryan yang baru keluar dari kamar mandi.


Buukk...


Buukk...


Buukk...


"Kamu pasti anak buahnya Ki Darta kan?"


Bryan mencoba untuk menahan sapu yang terus dilayangkan oleh Devina kepadanya, "Dengarkan penjelasan aku dulu. Aku bukan anak buahnya Ki Darta, aku..."


Belum juga Bryan menjelaskannya secara panjang lebar, Devina malah menjerit histeris.


"Aaaaa!" Devina refleks menutup kedua matanya dengan tangan, sampai sapu yang dia pegang jatuh ke lantai.


"Kenapa tuh anak?"


[Handuk Tuan melorot.]


Wajah Bryan nampak memerah seperti kepiting rebus, dia segera menundukan kepalanya, melihat ke bawah, entah sejak kapan handuknya terlepas dari pinggangnya. Sungguh kesan pertemuan pertama yang memalukan.


...****************...


...Promosi Novel...


Dia adalah satu-satunya pewaris di Niroga Group. Hidupnya nyaris sempurna, dia tampan, kaya, terkenal, dan mempunyai istri yang sangat cantik.


Suatu hari, Dilan telah mengalami nasib yang mengenaskan, dia dibunuh oleh seseorang, membuatnya menjadi arwah gentayangan.


Dilan harus menelan pil pahit ketika dia tahu ternyata selama ini sang istri yang begitu dia cintai telah mengkhianatinya dan berselingkuh, bahkan yang lebih menyakitkan ketika dia tahu istrinya adalah salah satu dalang dibalik penyebab kematian akan dirinya.

__ADS_1


Dilan baru menyadari ternyata takdir membuatnya menjadi hantu adalah untuk membuka tabir misteri pembunuhan terhadap kedua orangtuanya pada 10 tahun silam, yang ada sangkut-pautnya dengan pembunuhan terhadap dirinya di tahun ini (2023).


__ADS_2