
Setelah menghabiskan malam panasnya dengan Rachel, besok paginya Bryan harus segera pergi, karena dia masih memiliki waktu 13 hari lagi untuk mencari dua targetnya.
Pagi ini Bryan sedang mandi bersama Rachel di dalam bath up setelah mereka sama-sama puas bercinta di kamar mandi.
"Setelah ini aku harus pergi lagi, Rachel. Bukan karena aku tidak merindukanmu, tapi aku masih banyak urusan." ucap Bryan, kemudian dia melahap buah melon kesayangannya, karena Rachel sedang duduk dipangkuannya, sementara kedua aset berharga mereka masih menyatu di dalam air sana.
"Hm sayang sekali, padahal aku masih merindukanmu. Tapi aku akan menghargai kesibukanmu itu." Rachel tau Bryan bukanlah ojek online biasa, tapi dia lebih memilih untuk bungkam, karena Bryan adalah dewa penolongnya.
"Bagaimana kalau kita melakukannya sekali lagi? Jujur saja aku masih merindukanmu, Juan." pinta Rachel dengan nada memohon.
Bryan tertawa, "Lakukan saja sepuasmu!"
Dan mereka pun melanjutkan aksi panas mereka di kamar mandi tersebut dengan penuh gairah, Rachel yang mendominasi, mungkin wanita itu sudah ketagihan dengan benda pusakanya Bryan.
Rachel bergerak begitu lincah diatas pinggulnya Bryan, sampai air di dalam bathtub ikut bergerak-gerak, menciptakan sebuah ombak seperti lautan, banyak air yang tumpah di dalam bathtub tersebut.
Bryan menggeram kenikmatan, dia menyadarkan punggungnya di pinggiran bathtub, membiarkan Rachel bergerak ero-tis dengan sesuka hatinya, rasanya dia benar-benar seakan sedang dimanjakan.
"Ahhh... terus, Rachel!" Bryan pun mendes-ah, gerakan Rachel begitu nikmat, wanita tersebut ternyata sudah pintar memanjakannya.
"Ahhh... ahhh... ahh...!" Keduanya mendes-ah panjang saat merasakan sama-sama tumpah, membuat tubuh Rachel ambruk memeluk kepala Bryan, Bryan memeluk punggung Rachel sambil melahap buah favoritnya.
Bryan tahu dari sistem bahwa Rachel tak pernah bermain dengan pria lain, dia hanya bercinta dengan satu orang pria, siapa lagi kalau bukan Bryan.
...****************...
Sistem bilang bahwa targetnya Bryan yang keempat berada di sebuah pulau P, sehingga setelah bertemu dengan Rachel, Bryan pergi ke pulau tersebut, dengan menghabiskan uang ongkos dia dan motornya sebanyak 6,5 juta, sehingga dananya kini tersisa 20.560.000.000 lagi.
Hanya membutuhkan waktu dua jam untuk tiba disana jika menggunakan pesawat. Bryan meninggalkan bandara dengan menggunakan motornya.
Suasana di pulau P masih dipenuhi oleh pepohonan yang menjulang tinggi, dan disana begitu terasa sangat sepi selama Bryan menyusuri jalan raya yang rusak tersebut, sangat tidak terurus. Seakan pulau ini telah mati. Beruntung akses internet berjalan lancar disana.
"Sistem, mengapa di pulau P sangat sepi sekali?" tanya Bryan sedang pandangannya yang beredar memperhatikan lingkungan sekitar.
Sistem pun segera menjawab pertanyaan dari Bryan.
[Di pulau ini masih mempercayai mitos leluhurnya, sehingga mereka sangat patuh kepada Ki Darta, yang dianggap sebagai sesepuh mereka.]
"Ki Darta?" Bryan mengerutkan keningnya. "Tolong cari data tentang pria itu!" Bryan menjadi penasaran dengan sosok pria yang dianggap sebagai sesepuh di pulau P tersebut.
Sistem malah memasang tarif.
__ADS_1
[ 100 juta untuk mencari data, Tuan.]
"Lho kok sekarang naiknya lebih dari dua kali lipat!" protes Bryan.
[Sudah ketentuan sistem, Tuan. Ketentuan sistem tidak bisa di ganggu gugat.]
Intinya suka-suka sistem. Tidak dapat di protes, sebuah keputusan yang mutlak.
Bryan lebih baik pasrah saja, "Ya sudah, potong saja uangku!"
[Sistem sedang memproses data Ki Darta.]
[0%... 5%... 10%... 35%... 54%... 78%... 100%.]
[Nama: Darta
Usia: 602 tahun
Tinggi Badan: 190 cm
Berat Badan: 70 kg
Kemampuan: kekebalan tubuh, hidup abadi, dan memiliki pukulan mematikan.
Status: Lajang.]
Bryan terkejut begitu mendengar usia Ki Darta, "Enam ratus dua tahun?" sampai dia menghentikan motornya di tepi jalan. Siapa tahu mungkin saja dia salah dengar atau sistem yang salah memberikan informasi. Apakah ada orang berusia ratusan tahun di dunia ini?
[Ya, Tuan. Pada tahun 1371, lebih tepatnya saat Ki Darta masih berusia 50 tahun, Ki Darta telah bersekutu dengan iblis penunggu di pulau ini sehingga dia hidupnya abadi, asalkan setiap tahun memberikan tumbal darah segar dari seorang gadis terpilih, yaitu seorang gadis yang lahirnya pada malam Jum'at kliwon.]
Sepertinya Ki Darta membohongi semua warga, padahal dia meminta warga di pulau P untuk menumbalkan seorang gadis setiap tahun pada malam jum'at Kliwon bukan demi kemakmuran pulau tersebut, tapi demi kepentingannya sendiri, untuk bisa hidup abadi.
[Sistem mendeteksi bahwa target keempat adalah gadis pilihan yang akan ditumbalkan pada tahun ini.]
Belum juga Bryan mengetahui siapa target keempatnya, tapi dia sudah mulai mencemaskannya. "Siapapun gadis itu, aku harap dia bisa selamat."
Tiba-tiba terdengar sebuah notifikasi.
Ding!
[Target keempat telah memesan layanan ojek online.]
__ADS_1
[Nama: Devina
Usia: 20 tahun
Pekerjaan: Pegawai Toko
Tinggi Badan: 169
Berat Badan: 51
Kecantikan: 83
Ukuran dada: 32B
Status: Single.]
[Jika Tuan bisa menaklukkannya, Tuan akan mendapatkan bonus 100.000.000.000 dan bonus tambahan lainnya.]
Ternyata Devina bisa melarikan diri saat semua orang yang menjaganya mulai lengah, sehingga sekarang ini Devina sedang mencoba menghubungi ojek online agar bisa pergi jauh, karena ketika dia di sekap, ponselnya diamankan di dalam celananya.
Devina sedang bersembunyi di sebuah kolong meja yang ada di depan sebuah warung karena warung tersebut tutup. Devina menutup mulutnya dengan tangannya sendiri ketika mendengar ada suara langkah kaki seseorang.
Tap...
Tap...
Tap...
Mata Devina membulat ketika melihat siapa yang sedang mengikutinya, rupanya orang itu adalah Ki Darta. Jantung Devina seakan mau meledak, sangat menegangkan untuknya. Apalagi Ki Darta terlihat sedang memegang pedang yang telah berlumuran darah.
"Hahaha, bersembunyi dimana kamu, Devina?" ucapnya dengan suara yang terdengar begitu menyeramkan. Membuat bulu kuduk Devina merinding.
...****************...
...Promosi Novel...
Reyhan Giovano, seorang mafia tampan, pria yang berusia 29 tahun itu memiliki dendam yang sangat besar kepada seseorang yang sudah memfitnahnya menjadi tersangka pembunuhan.
Di hari yang bahagia untuknya, saat dia akan melamar kekasihnya, dia malah mendapati calon mertuanya mati mengenaskan, membuat hidupnya malah berakhir tragis harus mendekam di balik jeruji besi selama 7 tahun, sehingga kekasihnya begitu sangat membenci Reyhan. Dan dia juga harus kehilangan adik yang sangat dia sayangi.
Karena itu Reyhan tidak akan tinggal diam, setelah dia keluar dari penjara dia akan membuat perhitungan kepada orang-orang yang terlibat pembunuhan terhadap calon mertuanya, dengan memanfaatkan seorang putri dari salah satu musuhnya.
__ADS_1