Sang Ratu Berdarah Emas

Sang Ratu Berdarah Emas
jangan sakiti mereka


__ADS_3

"apa guna nya kalian,mengapa tak becus menjaga putri ku satu-satunya"ucap kenzo.


sedangkan lilya dan Emelina sudah bergemetar takut dan berkeringat dingin.


saat Kenzo ingin melepas auranya untuk membunuh Lilya dan Emelina, tiba-tiba sebuah Aray melindungi keduanya.


seseorang berjubah hitam bertudung berdiri di depan Emelina dan lilya.


orang itu membuka tudung dan jubahnya.


"ayah....jangan sakiti mereka,jika ayah menyakiti bibi dan lilya sehelai rambut pun.aku akan membuat ayah menyesal"ucap Agatia.


Kenzo terkejut namun aura kelam malah makin gelap menyelimuti Kenzo.


"jangan ulangi kesalahan mu"ucap kenzo berlalu pergi dengan aura kelam yg belum pudar sesuai dengan suasana hati sang pemilik.


"Ken....zo..."ucap sevbasthian tergagap


sring.....


tatapan mata yg tajam bak silent terhunus kepada sevbasthian yg membuat sevbasthian langsung terdiam sambil berkeringat dingin,begitu juga dengan yg lain.begitunjg dengan mereka yg mengikutinya.


"sevbasthian....apa menurut mu dengan apa yg dikatakan oleh Agatia tadi??"ucap kenzo yg masih dengan aura yg kelam.


"ehh....anu....mungkin karena Emelina dan lilya menjaganya selalu"ucap sevbasthian.

__ADS_1


"apa aku bukan orang yg menjadi nomor satu baginya??;!;"ucap kenzo dengan aura yg semakin kelam,bahkan tumbuhan yg ada di sana layu seketika,tanah perlahan-lahan retak.


"hus.... sevbasthian....cepat bujuk yang mulia,kalau tidak Aray yg kita ciptakan juga akan hancur dan aura nya membuat kita mati dengan menggenas kan" bisik Eiron kepada sevbasthian.


"masalahnya bagaimana cara membujuknya??" bisik sevbasthian kembali.


"yang mulia mungkin tuan putri mengatakan itu hanya kerena ia cukup peduli dengan Emelina dan lilya,namun ia sebenarnya menomorsatukan yang mulia,jika ia tak menyayangi yang mulia kemungkinan besar ia kan menyerang yang mulia"ucap Eglex.


"apakah itu benar??"ucap kenzo dengan aura yg perlahan-lahan berubah menjadi lebih baik.


"ya itu tentu saja benar"ucap sevbasthian bersemangat.


tiba-tiba sevbasthian melayang dan terpental.


"buktikan kata-kata mu itu jika tidak aku akan memenggal kepala mu"ucap Kenzo lalu berlalu pergi.


langkah Kenzo terhenti yg membuat udara tiba-tiba terasa menyiksa.


"baik hamba akan melakukannya"ucap sevbasthian sambil menangis di dalam hati.


****


sedangkan beberapa waktu yg lalu ketika Kenzo dan yg lain pergi,lilya dan Emelina memeluk Agatia dengan erat.


"huhuhu.....tuan putri aku sangat takut"ucap lilya.

__ADS_1


"tak perlu takut lilya"ucap Agatia sambil menghapus air mata lilya.


"dasar anak nakal,kemana saja kau pergi kau tau kau membuat ku khawatir....jauh khawatir dari pada nyawa ku sendiri.....katakan kepada bibi kemana saja kau hah??"ucap Emelina sambil menjewer telinga Agatia.


"aduh...bibi sakit"ucap Agatia.


grep....


"maaf...tak sengaja"ucap Emelina sambil memeluk Agatia.


Agatia melihat bahwa tubuh Emelina bergemetar hebat.


lalu Agatia membalas pelukan Emelina.


"tidak apa-apa bibi,aku lh yg salah pergi tanpa memberi tahukan apa yg sebenarnya terjadi"ucap Agatia.


"tadi aku hanya menyelinap keluar dari kerajaan untuk menyelesaikan tugas ku sebagi putri mahkota"ucap Agatia


"apa kau terluka???"tanya Emelina.


"tidak,aku tidak terluka"ucap Agatia


"syukurlah.....lain kali jangan seenaknya pergi tanpa memberitahu bibi.....jika tida aku akan menjewer telinga mu sampai putus"ucap Emelina


"baik bibi Eme"ucap Agatia.

__ADS_1


"dan aku sudah sangat lapar bibi,aku ingin makan masakan bibi dan lilya "ucap Agatia lalu menarik keduanya masuk ke dalam istana


BERSAMBUNG.......


__ADS_2