Sang Ratu Berdarah Emas

Sang Ratu Berdarah Emas
menerima perjodohan dengan negeri emernikc


__ADS_3

"apa yg akan saya dapatkan selain perjodohan??"ucap Agatia.


"saya tidak bisa menyampaikan nya sekarang"ucap Raja negeri emernikc.


Agatia membuka matanya dan bangun dari kursi tahta emasnya dan turun berjalan mendekati raja negeri emernikc.


semua orang menegang kecuali raja negeri emernikc yg cukup tenaga,berbeda dengan sevbasthian, felixs, Eiron dan Eglex yg terlihat khawatir dengan apa yg akan di katakan oleh raja negeri emernikc kepada Agatia.


ketika Agatia menghentikan langkah nya di depan raja negeri emernikc.


semua orang begitu gelisah dan takut jika Agatia murka.


Agatia melambaikan tangannya,muncul lah dinding pelindung yg tipis.


terlihat di sana wajah Agatia terlihat ada sedikit pencerahan pada wajahnya yg selama ini tak memiliki ekspresi.


Agatia dan raja negeri emernikc bersalaman yg bertanda Agatia setuju, kemudian Agatia menjentikkan jarinya yg membuat aray tadi menghilang.


"penasehat kerajaan aku menerima perjodohan dari negeri emernikc"ucap Agatia datar.


"silakan menikmati jamuan"ucap Agatia lalu melangkah pergi dari aula.


"silakan di nikmati jamuanya"ucap penasehat kerajaan.

__ADS_1


"apa kalian gila....kalian menjodohkan ratu yg masih berusia 13 th??!"ucap sevbasthian marah.


"tuan sevbasthian ini adalah keputusan yang mulia Ratu"ucap Duke.


"baik lh...aku mengerti,tapi apa kalian tak begitu sopan yg bahkan tak membawa orang yg seharusnya di jodohkan dengan yang mulia Ratu"ucap sevbasthian.


"maaf atas ketidak sopanan putra mahkota negeri kami,putra kami tak bisa hadir bersama kami"ucap permaisuri raja negeri emernikc yg berdiri dari kursinya dan menunduk penuh hormat kepada sevbasthian.


"benar-benar"ucap sevbasthian lalu keluar dari aula.


"mohon raja emernikc tak mengambil hati dalam tindakan tuan sevbasthian tadi"ucap penasehat kerajaan.


"tak apa-apa"ucap raja negeri emernikc.


sedangkan Agatia berjalan menuju suatu tempat yg ia rasa sebagai tempat ternyaman baginya.


tempat makam keluarga kerajaan.


ketika Agatia masuk ia membuat aray yg melindungi tempat itu.


Agatia menghampiri peti bening dengan kenzo yg terbaring tenang di dalam sana.


"ayah.....Tia datang"ucap Agatia yg duduk di samping peti kenzo.

__ADS_1


"ayah.....kau tau....tia mendapat suatu kabar baik buat ayah.....kita tak lama lg akan hidup bersama lg....tia kan menunggu waktu bahagia itu,tia merindukan kasih sayang ayah"ucap Agatia sambil terisak menangis.


"ayah lihat tia membawa kan mu teh yg sangat enak untuk ayah"ucap Agatia sambil memunculkan sebuah teko teh dan cangkir,dan menuangkannya.


"selamat menikmati tehnya ayah"ucap Agatia sambil meminum teh bagiannya.


"ayah tia harus pergi,tia akan kembali lg ke sini"ucap Agatia.


lalu meletakkan bunga mawar di atas peti mati kenzo,lalu pergi dari sana.


Agatia kembali ke kamarnya dan si sambil oleh Emelina dan lilya.


"terimakasih, kalian bisa pergi"ucap Agatia setelah Emelina dan lilya selesai melepaskan jubahnya dan mahkota di kepalanya,dan memakaikan gaun sederhana namun tetap elegan.


"baik,semoga yang mulia ratu di terangi selalu oleh cahaya Diamoldn"ucap mereka


Emelina dan lilya keluar dari kamar Agatia.


"nona..eme...aku sangat sedih dengan sikap yang mulia Ratu"ucap lilya


"ya.....dia berubah....mungkin ini semua jga kesalahan kita yg waktu itu menghalangi ia untuk pergi...hiks"ucap Emelina sambil meneteskan air mata nya.


BERSAMBUNG.....

__ADS_1


__ADS_2