
"makan"perintah Emelina.
sedangkan Agatia langsung patuh dan memakan makanan nya,jika tidak Emelina akan semakin ganas ketika ia marah.
Agatia terkejut ketika melihat air mata Emelina terjatuh dan mengenai tangannya.
"bibi.....kenapa kau menangis??"ucap Agatia
"hiks .....untuk apa kau bertanya lg??"ucap Emelina sambil menghapus air mata nya.
"bibi......maaf...aku hanya terhanyut dalam membaca laporan"ucap Agatia.
"apa kau gila??kau mementingkan kesejahteraan rakyat,sedangkan kau tak memikirkan keadaan mu,jika kau terus menerus seperti ini aku akan meminta yang mulia untuk menarik jabatan mu"ucap Emelina.
"kau hiks.... bahkan tap tidur beberapa hari,kau melewatkan makan siang atau makan malam mu,dan terus menerus membaca laporan di ruang kerja ini.......apa kau tak tau perasaan ku.....dimana tuan putri yg selalu binginnmakan setiap saat???dimana tuan putri yg selalu menanam bunga di taman??dimana suara teriakan tuannputri yg memenuhi istana embun???semua hening,sepi"ucap Emelina
"maafkan aku bibi"ucap Agatia
"baik...baik....Tia akan makan yg banyak mulai saat ini"ucap Agatia langsung melahap habis makanan nya.
tok ...tok
suara ketukan pintu membuat Agatia menghentikan makannya.
"bibi.....lilya aku sudah selesai"ucap Agatia
__ADS_1
"masuk lh"ucap Agatia sambil berjalan menuju meja kerja kenzo.
seorang mentri pertahanan di perbatasan utara masuk dan memberi hormat.
"bangun lh"ucap Agatia.
"maaf menganggu waktu tuan putri "ucap mentri pertahanan utara itu kepada Agatia.
"dan jika aku katakan 'iya' apa waktu bisa di ulang lagi??"ucap Agatia sambil tersenyum.
"haha .. maaf "ucap mentri pertahanan itu.
"sialan bocah ini,lihat saja nasip munketika yang mulia datang.aku akan menjatuhkan mu" batin mentri itu.
Mentri itu masih terlihat ragu untuk mengatakannya ketika melihat Emelina dan lilya yg masih di sana.
"bibi.....lilya...kembali lh dulu,aku tau kalian akan mengomeli ku lg terutama kau bibi"ucap Agatia
"hhh.....baik lh,lilya ayo kita petgi"ucap Emelina
ketika keduanya sudah pergi Agatia kembali mengarah pandangan nya kepada mentri itu.
"jadi bisa anda jelaskan apa maksud dari kedatangan anda??"ulang Agatia
"perbatasan utara mengalami sedikit masalah, negeri tetangga menyerang perbatasan,mohon kiranya tuan putri memimpin pasukan mengantikan yang mulia di garis depan"ucap mentri pertahanan itu.
__ADS_1
"hehe ..lebih baik kau mati di tengah-tengah medan perang saja bocah kecil" batin mentri itu
Agatia memincingkan matanya penuh selidik kepada Mentri itu,lalu tersenyum tipis dan sangat tipis.
"baik lh,kapan aku bisa pergi??"ucap Agatia.
"jika bisa tuan putri pergi besok bersama jendral lou"ucap mentri pertahanan itu.
"baik lh,aku akan pergi.dan kau jga harus ikut serta"ucap Agatia
"baik tuan putri"ucap mentri itu
"dasar bodoh kau masuk ke jebakan ku" batin mentri itu tertawa dalam hatinya,namun ia tak mengetahui jika kehidupannya akan berakhir dengan sangat-sangat indah.
"kau bisa pergi"ucap Agatia.
"baik tuan putri"ucapnya lalu membungkuk memberi hormat kepada Agatia lalu pergi
setelah Mentri itu pergi Agatia tertawa terbahak-bahak.
"aduh.... hahaha.....perut ku sakit...haha..mentri yg bodoh....kau kira aku bisa masuk ke dalam perangkap mu??? jangan harap..... tapi tak apa lh hitung-hitungan untuk bahan mainan"ucap Agatia.
"wahai mentri pertahanan ku..."ucap Agatia mengedipkan sebelah matanya.
BERSAMBUNG.....
__ADS_1