Sang Ratu Berdarah Emas

Sang Ratu Berdarah Emas
mencium kening.


__ADS_3

Langit kembali tenang dan alan kembali menapakkan kaki nya di tanah di ikuti dengan jatuhnya mayat raja Amon dengan tubuh yg penuh luka sayatan yg sangat dalam dan parah.


lalu berjalan mendekati agar ia dan Carl


"apa kau tak apa-apa?? " tanya Alan.


Agatia hanya menggelengkan kepalanya bertanda ia tak apa-apa.


"kau berbohong" ucap Alan sambil menepuk puncak kepala agatia.


"apakah dia tahun yg lalu kau sudah tak mengingatnya?? kalau kita saling terhubung, rasa sakit dan perasaan yg lain saling berhubungan, selama ini kau sudah sangat menderita bukan?? " ucap Alan.


lalu ia menyentuh dahi agatia dan menyalurkan kekuatannya kepada agatia.


"maaf aku melupakannya" ucap agatia.


"mengapa kau selalu bersedih hati,apakah karena kau masih kepikiran cara membangkitkan ayah mu??" ucap Alan.


"hm" menganggukkan kepalanya.


"apa kau membutuhkan bantuan tunangan mu ini?? " ucap Alan.

__ADS_1


"tak perlu, aku akan menyusahkan mu terus" ucap agatia menolak.


"baik lh jika demikian, tpi..... tunangan mu ini tak akan menyerah begitu saja jika bersangkutan dengan kebahagiaan calon istri masa depan pangeran mahkota ini" ucap Alan yg mendekati wajahnya kepada wajah agatia.


"a.. aapa yg kau lakukan?? " ucap agatia gugup.


cup...


Alan mencium kening agatia, yg membuat wajah agatia langsung memerah seperti tomat busuk.


setelah itu dan pergi menghilang dari sana membawa senyum yg indah di wajahnya.


"kakak..... apa kau puas bersama pria itu dan mengabaikan diriku di sini yg menyaksikan keromantisan kalian berdua?? " ucap carl dengan muka yg cemberut yg membuyarkan pikiran agatia yg kaku.


"ma.... maaf.. se... sebaiknya kita kembali ke dalam, dan jangan mengingat hal tadi di kepala mu jika tidak aku akan memotong kepala mu" ucap agatia dengan suara datar mengancam, namun wajahnya tak menutupi kalau ia sangat malu.


"kau malu bukan?? " ucap carl yg membuat warna merah di wajah agatia semakin menyebar sehingga sampai di telinga nya.


"cukup!!" ucap agatia yg berjalan duluan masuk ke dalam kerajaan.


"kau sangat lucu kak" kekeh carl yg sedari tadi ia hanya mengerjai in kakaknya itu.

__ADS_1


namun tak lama senyum carl luntur.


"kak agatia tak mungkin selemah tadi, jika ia tidak membuat aray pelindung abadi kepada ku yg membuat ia harus menempatkan setengah kekuatan nya kepada ku" gumam carl sambil menatap tangannya.


"aku akan berusaha berlatih lebih giat lg dari sekarang, aku tak ingin selalu di lindungi oleh kak Tia, aku ingin melindungi kak Tia" gumam carl yg mengepalkan kuat tangannya.


"dan untukmu pria aneh, aku akan membunuh mu jika kau macam-macam dengan kakak ku, aku akan menyelidiki mu sampai akarnya" ucap carl yg melihat ke langit.


lalu kemudian carl masuk kedalam kerajaan menyusul agatia yg duluan ke tempat semua orang di kumpulkan.


****


agatia menjentikkan jarinya yg membuat bangunan kastil yg rusak menjadi terbentuk kembali seperti semula.


kemudian agatia melambaikan tangannya yg membuat tumbuhan dan tanah yg rusak, kayu dan retak. kini kembali seperti semula dengan tumbuhan yg segar dan hijau, dan tanah yg di tumbuhi rumput hias yg indah.


"kalian bisa kembali ke tempat kalian" perintah agatia kepada semua orang yg ada di sana.


"terimakasih yang mulia ratu telah menyelamatkan kami, semoga cahaya Diamoldn menyertai yang mulia ratu" ucap semuanya sebelum mereka pergi dari sana.


BERSAMBUNG.........

__ADS_1


__ADS_2