Sang Ratu Berdarah Emas

Sang Ratu Berdarah Emas
meluapkan segala isi hati


__ADS_3

setelah makan malam selesai Agatia pergi menuju makam kenzo.


di sana Agatia membawa kan teh terbaik dan kue kudapan.


"ayah......tia datang lg"ucap Agatia


"ayah.....aku membawa anak dari orang yg telah membunuh ayah.....tia....tia sebenarnya sangat marah dan ingin memusnahkan garis keturunan dari mereka,tpi....sebenarnya mereka tak bersalah"ucap Agatia murung.


"raja raidenxsk......adalah dalangnya"ucap Agatia yg mencengkeram kuat tangan sehingga kuku-kukunya menembus kulitnya.


"aku akan membalas dendam darah keluarga kerajaan Diamoldn"ucap Agatia.


Agatia bangkit dari duduknya lalu memandang jauh ke luar pintu makam itu.


"riden.....aku akan membunuhmu"gumam Agatia.


kemudian Agatia menatap wajah kenzo yg terlelap damai di dalam peti bening itu.


"ayah.....maaf Tia... Tia belum menemukan cara yg lain untuk membangkitkan ayah"ucap Agatia sendu.


"tapi....hiks.... Tia akan berusaha "ucap Agatia sambil mulai terisak.


cukup lama Agatia meluapkan isi hatinya kepada kenzo akhirnya ia kembali ke kamarnya dan di sambut oleh wajah khawatir Emelina dan lilya.


"Tia.....kau kemana saja??"ucap Emelina khawatir.


"bibi.... berhenti lh menghawatirkan aku,itu hanya bisa membuat wajah bibi semakin keriput dengan alis yg mengerut seperti itu"ucap Agatia datar.


"hahh......tia ....bibi jujur....bibi rindu kamu yg dulu"ucap Emelina.

__ADS_1


prang.....


vas bunga yg tak jauh dari Agatia pecah oleh tekanan aura yg di keluarkan oleh Agatia.


Emelina dan lilya terkejut melihat akan hal itu.


"aku benci aku yg dulu yg tak bisa melindungi ayah.....aku benci aku yg dulu yg melakukan hal yg ceria namun tak terlalu memikirkan kesulitan orang lain....aku sangat benci diriku yang dulu"ucap Agatia dengan kepala tertunduk menatap lantai.


Emelina dan lilya serempak berlutut di depan Agatia.


"mohon ampuni nyawa kami yang mulia Ratu "ucap keduanya.


"lupakan semuanya.......bibi,lilya..... kembali ke kamar kalian dan beristirahat lh"ucap Agatia sambil memijat pangkal hidungnya.


"baik"ucap keduanya bersamaan.


air mata keluar dari matanya.


"hiks.....aku ...aku merindukan momen.....bersama ayah di masa lalu"ucap Agatia sambil terisak menangis.


kriet.....


pintu kamar Agatia di buka yg membuat Agatia tanpa sadar langsung melemparkan pisau untuk mengupas buah yg ada di meja.


sedangkan orang yg di lemparkan dengan pisau terkejut dan secepat mungkin mengelak namun karena kecepatan pisau yg di lempar oleh Agatia sangat gesit dan cepat.


lengan baju orang itu tertancap ke dinding pintu.


"ka.....kak....tia...ini aku"ucap orang itu yg ternyata carl.

__ADS_1


"carl....apa yg kau lakukan di sini??"ucap Agatia sambil menghapus air matanya dengan tangannya.


"aku hanya.....ingin mengunjungi kakak"cicit carl.


Agatia mendekati carl lalu mencabut pisau yg menancap di lengan baju carl.


"apa kak Tia baik-baik saja??"tanya carl.


"aku baik-baik saja"ucap Agatia.


"tpi.... kakak tadi sedang menangis kan??"ucap carl.


"aku....mata ku kemasukan debu"ucap Agatia.


tangan carl mengepal kuat


"kak Tia.....aku akan membalas orang yg membuat mi menangis" batin carl.


"mengapa kau belum tidur??"tanya Agatia


"aku tak bisa tidur......aku merindukan mama dan ayah"ucap carl.


"biasanya setiap hari ulangtahun ku ayah dan mama selalu tidur bersama dengan ku"ucap carl murung.


"maaf.....aku tak mengetahui jika kau berulang tahun hari ini,dan maaf memberikan malam yg buruk untuk mu"ucap Agatia bersalah.


"tak apa kak.....tpi....boleh kh carl tidur bersama kak tia malam ini??"ucap carl ragu takut Agatia mau menerima permintaan nya.


BERSAMBUNG......

__ADS_1


__ADS_2