Sang Ratu Berdarah Emas

Sang Ratu Berdarah Emas
dia dewi penyelamat


__ADS_3

Sang Kakek membuka kantong tersebut dan terbelalak melihat keping emas yg cukup banyak itu.


"tuan,nona......apa kalian benar-benar memberikan ini semua untuk kami tanpa ada maksud apa pun??"ucap kakek itu.


"apa kau ingin mati sekarang??"ucap kenzo datar.


"ayah....jangan seperti itu,kakek.....kami memberi itu semua dengan ikhlas,aku dan ayah akan membantu desa ini"ucap Agatia.


tiba-tiba datang seorang anak laki-laki berusia 12.


"kakek.....ibu ku....ibu ki sakit"ucap anak laki-laki itu.


"ayo kita melihat ibu mu"ucap kakek


Agatia dan kenzo saling pandang.


"ayah.... Tia masih ingin mengetahui lebih banyak tentang desa ini,ayah pulang lh duluan"ucap Agatia


"apa kau mengusir ku??"ucap kenzo.


"ayah.....bukan seperti itu,namun banyak dokumen yg sedang menunggu ayah di istana"ucap Agatia sambil mengedipkan sebelah matanya.


"baik lh,aku serahkan di sini kepada mu.aku percaya pada mu"ucap kenzo sambil memberikan cincin ruang angkasa miliknya dan menyelipkannya pada jari Agatia.


"terimakasih ayah"ucap Agatia.


lalu Kenzo menghilang dari sana,lalu Agatia berlari menuju arah ke mana yue, girvin,kakek dan anak laki-laki tadi.


akhirnya Agatia sampai di rumah kumuh dan masuk kedalam.


di dalam Agatia melihat anak laki-laki tadi menangis di samping tempat tidur yg sangat kumuh tak layak.

__ADS_1


"huhu.....ibu....bangun....bangun...hiks...."ucap anak laki-laki itu.


Agatia melihat itu menghampiri mereka.


"bisa kalian beri aku ruang sebentar??"ucap Agatia


"nona apa yg kau lakukan??"ucap sang kakek.


Agatia tak memperdulikan nya dan kemudian mengangkat tangannya,cahaya hijau dan emas bersatu.


angin membuat jubahnya terbuka dan memperlihatkan wajah cantiknya bak bidadari miliknya dan pakaian bangsawan miliknya.


semua orang yg berada di sana terpaku dengan gadis kecil itu.


cahaya itu menyelimuti tubuh ibu itu dan cahaya terang memenuhi rumah kumuh itu bahkan sampai ke luar.


orang-orang di desa itu terkejut dan mengerumuni rumah itu karena ingin mengetahui apa yg terjadi.


"ibu!;"ucap anak laki-laki itu.


"lilus......apa yg terjadi nak"ucap wanita itu.


"ibu kau sakit keras,dan nona itu yg menyembuhkan ibu"ucap anak laki-laki yg bernama lilus itu.


wanita itu melihat kepada Agatia.


"dewi....kau...kau dewi penyelamat dalam mimpi ku"ucap wanita itu lalu sujud di laki Agatia.


semua yg ada di situ terkejut bukan main.


"bibi.....bangun lh jangan seperti ini"ucap Agatia.

__ADS_1


"tidak kau lh dewi yg menyelamatkan desa kami"ucap ibu itu.


"a..aku??"ucap Agatia sambil menunjuk dirinya sendiri.


"tetua.....dia...dia adalah dewi dalam mimpi ku,dialah penyelamat desa kita"ucap ibu itu kepada kakek tadi.


kakek tadi dan seluruh orang sujud kepda Agatia


"Tolong selamatkan kami nona"ucap mereka.


"baiklah....baiklah....aku akan menyelamatkan desa ini namun kalian bersikaplah biasa dengan ku"ucap Agatia


akhirnya mulai saat itu Agatia akrab dengan orang-orang di desa itu,mulai dari ia membantu warga desa membangun rumah dan membersihkan lingkungan,sampai menanam pangan,menjahit baju dan membuat bisnis.


tiga hati berlalu di mana kenzo sudah siap dengan keempat ksatria kerajaan dan pasukannya untuk menuju perbatasan.


"ayah.....aku percaya kalian akan menang"ucap Agatia memeluk kenzo erat.


"hmm....aku pun berfikir begitu.Tia ku serahkan kerajaan pada mu"ucap kenzo sambil menepuk puncak kepala Agatia.


semua orang sudah terbiasa dengan sikap kenzo yg berubah drastis ketika Agatia lahir di kerajaan itu.


Agatia menghampiri sevbasthian, felixs, Eiron dan Eglex lalu menarik ujung gaunya dan menunduk hormat.


"paman....mohon lindungi ayahanda"ucap Agatia


"tenang saja"ucap sevbasthian


"serahkan pada kami"ucap felixs.


kenzo dan keempat ksatria kerajaan dan pasukan menaiki kudanya dan keluar dari gerbang kerajqan dengan di iringi dengan sura lonceng di menara istana utama.

__ADS_1


BERSAMBUNG......


__ADS_2