
Tiba-tiba tubuh pemuda itu menegang dan kemudian perlahan melepas cekikan nya pada leher Agatia dan memegang lehernya sendiri
"Apa yg sebenarnya terjadi??"gumamnya.
"kau gila??!"ucap Agatia marah lalu menampar wajah pemuda itu.
namun Agatia malah jga merasakan sakit seperti di tampar di pipinya.
"eh??"
"apa yg terjadi??"ucap Agatia.
sebenarnya tanpa mereka sadari ketika keduanya sedang pingsan,darah emas keluar dari luka Agatia dan darah emas milik pemuda itu bersatu dan membentuk sebuah pola sihir yg mengelilingi keduanya.
"maaf...."ucap pemuda itu.
"hah??"beo Agatia.
plak .....
pemuda itu menampar wajah Agatia.
"apa kau ingin mati???!!"teriak Agatia marah dan mengeluarkan aura nya namun Agatia tiba-tiba merasa dadanya sesak dan tertekan oleh aura yg kuat.
"percuma saja....kau menyerang ku,atau aku menyakiti kau.....kita akan sama-sama merasakan sakit satu sama lain"ucap pemuda itu.
"heeh..??tak mungkin"ucap Agatia sambil menarik kembali auranya.
"entah lh.....yg pasti jika salah satu dari kita terluka yg lain akan merasa sakit yg sama seperti yang di rasakan oleh satunya"ucap pemuda itu.
__ADS_1
Agatia menghampiri pemuda itu dan duduk di sampingnya.
"siapa kau sebenarnya??"ucap Agatia.
"Alan....nama ku Alan"ucap pemuda itu yg tak lain adalah putra mahkota negeri Emernikc.
"Aku Tia"ucap Agatia.
"mengapa kau bisa ada di tengah-tengah monster tadi??"tanya Alan.
"aku hanya ingin membantu,lagian raja Romirro sudah berjanji untuk membantu ku untuk membuat ku kembali bertemu lg dengan orang yg ku sayangi"ucap Agatia.
"ayahanda membantu gadis ini???" batin Alan.
"siapa orang itu??"tanya Alan.
"ayah.....dia ayah ku......yg sudah tiga bulan yg lalu pergi karena melindungi ku hiks......aku merindukannya...hiks..."ucap Agatia sambil menangis.
rasa sesak yg sama ketika alan rasakan ketika berjuang mempertahankan bunga kehidupan dengan menyalurkan mananya agar rakyat tak menderita oleh monster.
"berhenti lh menangis......kau membuat ku merasakan hal sedih yg memuakkan itu dan sangat remeh itu"ucap Alan datar.
"dasar hati iblis......jika kau tak ingin merasakan hal yg memuakkan ini,sana pergi"ucap Agatia kesal
"apa kau pikun???kita saling terhubung"ucap Alan.
"ehh...iya jga"ucap Agatia yg mulai berhenti menangis.
"tapi kau benar-benar berhati iblis....."ucap Agatia yg mulai menangis lg.
__ADS_1
Alan menghela nafas dalam,lalu Alan membawa Agatia masuk ke dalam pelukannya dan menenangkan nya.
"apa aku tidak berhati iblis lg??"ucap Alan.
"huh....masih saja....lihat wajah tanpa ekspresi itu yg sama dengan......ayah"ucap Agatia yg berakhir bergumam.
"katakan apa yg kau perlukan untuk bertemu dengan ayah mu??"tanya Alan.
"apa kau mau membantu ku??*tanya Agatia balik.
"hm"
"aku membutuhkan bunga....."belum selesai Agatia berbicara,rombongannpasukan kerajaan Emernikc datang sambil membawa obor.
"yang mulia Ratu Agatia......yang mulia pangeran mahkota maaf kami datang terlambat"ucap jendral.
sedangkan Agatia dan Alan sama-sama terkejut karena mengenal indentitas satu sama lain.
Raja Romirro juga baru sampai.
"yang mulia Ratu....apa kau tak apa-apa??"tanya Raja Romirro.
"tak apa-apa"ucap Agatia datar.
"Alan....apa yg sebenarnya terjadi???apa kau tak apa-apa??"ucap Raja Romirro kepada Alan.
"untuk apa menghawatirkan ku??"ucap Alan datar lalu melewati raja Romirro dan menaiki kuda yg di siapkan untuknya.
"Ratu Diamoldn,mari naik lh"ucap Alan sambil mengulurkan tangannya kepada Agatia.
__ADS_1
BERSAMBUNG........