
Agatia bukannya kembali ke kamar ny,namun menuju ke ruang makam keluarga kerajaan.
ia merasa kalau ia duduk di samping peti mati kenzo,ia merasa nyaman dan tenang.
"ayah.....aku datang, ayah.....apa kau lelah menutup mata terus??"tanya Agatia.
"hahaha.....maaf ayah... Tia belum bisa mendapatkan cara untuk membangkitkan mu....awalnya aku sudah menemukannya namun....aku tak ingin menyakiti dirinya"ucap Agatia murung.
"memang sekarang aku menemukan cara baru...namun cara ini lh yg membuat ku hampir gila memikirkan nya,kau tau ayah apa cara baru yg ku temukan??"ucap Agatia.
"aku harus menemukan kekasih yg sudah di takdirkan oleh lamgit kepada ku,dan parahnya ia juga harus memiliki darah emas yg sama seperti ku"ucap Agatia.
"oh iya....maaf ayah...aku belum memberitahukannya kepada mu,kalau aku berhasil menembus kultivasi dewa kuno dan mengubah darah ku menjadi darah emas abadi.....maaf....baru memberitahukan ayah....saat itu tia takut kalau ayah marag kepada ku"ucap Agatia sambil tersenyum kecut.
"ayah......bisakah ayah menunggu beberapa waktu lg.....sampai tia berhasil menemukan cinta sejati itu"ucap Agatia tersenyum manis kepada kenzo yg tertifur tenang di dalam peti mati bening itu.
******
__ADS_1
tak terasa kini Agatia menginjak usia 15 thn,semua rakyat membuat acara yg meriah dalam memperingati hari kelahiran dari sang ratu penguasa negeri itu.
di saat semua orang merasa bahagia dan bersemangat untuk menyiapkan acara ulang tahun Agatia yg ke 15 thn, Agatia malah tak perduli dan malah memilih mengurung diri di makam keluarga kerajaan.
menurutnya tanpa ada kenzo peringatan hari ulang tahun tersebut sangat membosankan dan memuakkan,malah ia membuat beberapa kue dan membawanya ke makam keluarga kerajaan.
"ayah lihat hari ini tia berulang tahun yg ke 15 thn,tpi tanpa ayah semuqnya hanyalah kekosongan belaka,ayah....apakah ayah bahagia melihat tia yg sudah tumbuh dewasa??"ucap Agatia.
"lihat ayah tia menyulam gaun yg sangat indah dan memperlihatkan nya kepada ayah, apakah aku terlihat cantik ketika mengenakannya??"ucap Agatia sambil memutar-mutarnya gaun yg ia pakai saat ini.
saat sedang asik mencurahkan isi hatinya, tiba-tiba seorang prajurit memangil-mangil Agatia dari pintu luar makam.
"yang mulia ratu....yang mulia ratu"teriaknya.
"apa yg terjadi?"ucap Agatia yg keluar dari makam keluarga kerajaan dengan wajah yg datar dan dingin.
ia merasa prajurit itu sangat menganggu waktunya saja,ia merasa kesal dan berusaha menahan rasa kesalnya.
__ADS_1
"ampun yang mulia karajaan di serang oleh pasukan raja negeri raidenxsk yg membawa sejumlah pasukan iblis dan monster"ucap prajurit itu.
"cih....dia...baik lh,aku akan bertarung tanpa bersembunyi lg"gumam Agatia sambil tersenyum miring.
"untuk pertama lindungi dlu orang-orang yang ada di dalam kerajaan, perintah semuanya untuk mengunsi di ke kediaman ku di istana Embun"ucap Agatia.
"sisanya biarkan aku mengurusnya"ucqp Agatia.
"baik yang mulia"ucap prajurit itu lalu pergi untuk melaksanakan perintah Agatia.
"Elefil bawa pasukan kemari"ucap Agatia melewati telepati kepada Elefil.
"baik yang mulia" ucap Elefil.
Agatia bergegas menuju ke lingkungan aula utama.
BERSAMBUNG .....
__ADS_1