
Lalu Agatia pergi ke perbatasan utara dengan pasukan dan jga Mentri pertahanan utara serta Eky.
sesampainya di perbatasan utara di sana pasukan musuh sudah berbaris rapi.
"hey bocah kecil.....sebaiknya kau menyerah saja...jika tidak aku akan membunuh mu"ucap raja pasukan musuh.
"hay...kakek tua.... bagaimana jika aku mengatakan jika aku tetap akan berperang??"ucap Agatia
"hahaha.....bocah ingusan kau seperti menawarkan nyawa mu yh??"ucap raja pasukan musuh.
"serang"ucap raja pasukan musuh menginstruksi pasukannya untuk menyerang pasukan Agatia.
Agatia mengangkat tangannya lalu melambaikannya yg memberi isyarat agar pasukannya maju.
hanya tersisa Agatia, dan mentri pertahanan utara yg berdiam di posisi.
"mentri pertahanan bagaimana menurut mu tentang pertarungan ini??"ucap Agatia.
"tentu sangat memuaskan"ucap mentri pertahanan.
"tpi menurutku ada yg belum sempurna"ucap Agatia seolah-olah berpikir.
cras....
darah keluar dari perut Agatia,sedangkan Agatia melirik kepada orang yg menusuknya yg ternyata Mentri pertahanan utara itu.
"yg kurang sempurna adalah kau harus mati di sini tuan putri yg bodoh"ucap mentri pertahanan.
"mengapa kau....melakukan ini??"ucap Agatia
__ADS_1
"karena kau adalah penghalang besar untuk ku menyelesaikan misi membunuh yang mulia kenzo"ucap mentri pertahanan itu.
"mengapa....kau ingin...membunuh....ayah..??"ucap Agatia
"hahhh...baik lh karena sebentar lg kau akan mati,aku akan memberitahu kan kepada mu.
aku adalah mata-mata musuh dari negeri Edin"ucap mentri pertahanan itu.
seketika itu tubuh Agatia jatuh dari kuda,sedangkan menteri pertahanan hanya tersenyum sinis karena berhasil membasmi penghalang untuk nya menyelesaikan misi.
kemudian ia menarik kekang kudanya lalu pergi kembali menuju kerajaan karena ia mendapat kabar kalau kenzo sudah memasuki kota.
tanpa ia ketahui ketika ia pergi seorang sosok bangun berdiri dan tersenyum sinis kepada mentri pertahanan.
*****
"Hormat kepada Baginda raja kenzo semoga raja selalu di sinaro oleh cahaya Diamoldn"ucap semua orang.
kenzo tak memperdulikan itu semua,namun ia malah mencari dimana Emelina yg menunduk hormat.
"dimana putri ku??"ucap kenzo.
"menjawab yang mulia,tuan putri memimpin pasukan untuk berperang ke Utara "ucap Emelina.
"apa???apa yg kalian lakukan??mengapa putri ku pergi ke medan perang hah??"ucap kenzo marah.
gerbang kerajaan terbuka dan tampaklah Mentri pertahanan masuk dengan tubuh yg penuh darah.
dengan cepat ia turun dari kudanya lalu sujud di kaki kenzo.
__ADS_1
"ya..yang mulia....tuan ....tuan putri...tuan putri telah gugur"ucapnya yg membuat Emelina sedikit lemas
"apakah tia tidak menepati janjinya??" batin Emelina lalu pingsan.
"bawa dia ke kamarnya"perintah kenzo dengan nada dingin.
"hahaha......semua orang sangat shock yh?" batin mentri pertahanan itu.
*flashback on
setelah tak jauh dari kerajaan Mentri pertahanan utara itu menghentikan langkah kudanya.
tak jauh dari sana seekor beruang sedang memakan bambu hijau.
Mentri pertahanan itu tersenyum lalu mengeluarkan panahnya lalu menembakan nya pada beruang itu.
"kau akan menjadi pelengkap sandiwara ku"ucap mentri pertahanan itu sambil mendekati beruang tadi lalu memotong dan menumpahkan darahnya pada dirinya sendiri,serta merobek sedikit bajunya dan melukai dirinya sendiri.
flashback off*.
kenzo berjalan mendekati Mentri pertahanan yg masih bersujud.
"kenapa kau tak melindungi putri ku??"ucap kenzo dengan aura dingin menyelimuti nya.
"ampun yang mulia....hamba lengah...sehingga membuat tuan putri meninggal"ucap mentri pertahanan itu.
"siapa yg meninggal mentri pertahanan utara??"ucap seseorang.
BERSAMBUNG......
__ADS_1