
Carl membulatkan tekatnya dan ingin menerobos masuk namun tak bisa karena ada penghalang yg di buat oleh Agatia di pintu utama,namun ia hanya bisa melihat Agatia yg menangis di samping peti mati yg bening itu.
"kakak Tia menangis lg.....aku...aku benci....kak tia sedih"gumam carl sambil mengepalkan tangan mungilnya.
aura kuat menyelimuti tubuh carl.
"carl....apa yg kau lakukan di sini??"ucap Agatia yg berdiri di samping carl.
"k...kak ti.. Tia!!?"ucap carl kaget.
"apa yg kau lakukan di sini.....kau tau ini sudah menjadi tempat terlarang di istana ini"ucap Agatia datar.
"maaf kak....carl tidak tau"ucap carl
"kembali lh....dan jangan ulangi lg,jika tidak aku tak akan segan-segan menghukum kau"ucap Agatia datar.
.
"baik...carl mengerti....tpi...tapi...berjanji lh kakak jangan menangis lg....kalau ada yg membuat kakak marah biar carl binasakan"ucap carl
Agatia mengambil tangan carl.
"apa kau ingin membunuh dengan tangan ini??"ucap Agatia sambil mengangkat sebelah alisnya.
__ADS_1
sedangkan carl hanya menganggukkan kepalanya.
"tangan ini terlalu kecil...kekuatan mu saja tak seberapa,kau tak bisa menyingkirkan musuh-musuh ku"ucap Agatia.
"berlatih lh lebih giat lg....sekarang kau bisa pergi"ucap Agatia datar sambil mengelus puncak kepala carl.
lalu pergi dari sana meninggalkan carl yg terdiam.
"kak tia.....carl janji akan menjadi orang yang kuat mulai sekarang"batin carl bertekad.
*****
seorang gadis memasuki sebuah kediaman di puncak gunung terlarang di bagian timur kerajaan Diamoldn.
"hormat kepada yang mulia ratu"ucap semua orang yg berjubah hitam dan berjubah putih.
"bangun lh"perintah gadis itu sambil berjalan menuju kursi milik nya.
gadis itu membuka tudungnya dan memperlihatkan wajah cantik jelita bak bidadari miliknya,siapa lagi kalau bukan Agatia.
"bagaimana hasil penyelidikan kalian tentang solusi untuk membangkitkan ayah ku??"ucap Agatia datar.
semuanya saling menoleh satu sama lain, sampai seorang pria parubaya yg mengenakan tudung putih memberanikan diri untuk memberikan pendapat.
__ADS_1
"ampuni lh nyawa kecil bawahan mu ini yang mulia.....namun hamba mendapatkan suatu cara dari buku kuno peninggalan dari dewa kehidupan di gereja....di sana untuk membangkitkan seseorang yg memiliki kekuatan yg dahsyat memang memerlukan darah emas"ucap pria parubaya itu.
"tapi syarat keduanya sangat lh repot dan langka"ucap pria parubaya itu menghela nafas panjang.
"katakan!"perintah Agatia.
"syarat...keduanya....yaitu perasaan cinta dari sepasang kekasih yg memiliki darah emas yg telah di takdir kan oleh sang pencipta"ucap pria parubaya itu.
"baik lh..... Elefil berikan hadiah untuk pendeta itu"ucap Agatia.
"dan jga buat pasukan dan lakukan pencarian pria yg memiliki darah emas yg sama dengan ku"ucap Agatia.
"perintah yang mulia akan kami laksanakan "ucap semuanya sambil berlutut memberikan hormat.
setelah semua orang sudah keluar dan hanya tersisa Elefil dan Agatia saja di ruangan aula tersebut.
"Elefil.....tetap fokus kan untuk melindungi perbatasan serta rakyat.....kau harus melakukan yg terbaik,tpi...jangan terlalu memaksa kan diri "ucap Agatia datar.
"baik"ucap Elefil.
"kau bisa keluar "ucap Agatia
Elefil keluar dari aula tersebut.
__ADS_1
"akhirnya aku mengerti.... sebenarnya nona Agatia tak pernah berubah....ia tetap memiliki hati yg penyayang dan lembut.... sayangnya semua itu di tutupi oleh masa lalu yg kelam yg pernah ia alami" batin Elefil sambil menatap ke arah ruang aula itu.
BERSAMBUNG.......