Sang Ratu Berdarah Emas

Sang Ratu Berdarah Emas
mempersatukan 1


__ADS_3

matahari sudah kembali ke peraduannya dan di gantikan oleh sang rembulan.


kini Agatia sudah tidur di kasur empuknya,namun seseorang tiba-tiba memasuki kamar Agatia.


dan duduk di samping Agatia.


dan mengelus puncak kepala Agatia dan berakhir mencium kening Agatia dan punggung tangannya.


"apakah ini sikap mu kepada tuan putri??"ucap Agatia yg masih menutup matanya.


seseorang itu ingin beranjak pergi.


"kau belum memberi penjelasan kepada ku kak"ucap Agatia yg menahan lengan baju seseorang.


"haha....ternyata kau mengetahui itu aku"ucap Eky.


Agatia tersenyum lalu menjentikkan jarinya, sekejap lampu di ruangan menyala


"kau salah kak,aku hanya sembarang menebak dan memanggil kau kakak,karena dari bayangan mu kau seseorang yg sudah remaja"ucap Agatia.


"huh.....kau semakin cerdik saja tuan putri"ucap Eky.


"terimakasih atas pujiannya,jadi bisa kah kakak menjelaskan maksud kedatangan kakak ke kamar seorang gadis dan mencium kening dan punggung tangannya??"ucap Agatia.


Eky terdiam tak bersuara.


"apa kakak btak bisa memberi ku penjelasan??"ucap Agatia


"a...a..aku hnya terlalu merindukan kau......karna kau sudah ku anggap sebagai adik sendiri"ucap eky.


"wow.....jadi sekarang kita adalah bersaudara??"ucap Agatia


dengan ragu Eky mengguk.

__ADS_1


sedangkan di seberang istana embun seseorang menatap tajam kedua nya itu.


"........."lalu pergi dari tempat itu.


******


keesokan harinya Agatia bangun dengan tubuh yg segar.


kemudian Agatia membersihkan dirinya.


cklek....


"wah ..tuan putri sudah membersihkan diri yh"ucap Emelina yg berniat membangunkan Agatia.


"tentu saja bibi,aku kan semakin hari semakin besar"ucap Agatia.


"baik lh....baiklah...mari bibi bantu kau mengikat rambut mu"ucap Emelina.


"oh ya bibi,lilya kemana???"ucap Agatia.


"ohhh"ucap Agatia.


"bibi....hari ini aku ingin mengunjungi ayah lg"ucap Agatia.


"mau bibi temani???"tanya Emelina


"tak perlu bi,aku akan pergi sendiri"ucap Agatia.


cklek......


"maaf mengganggu tuan putri,mulai saat ini hamba mulai berkerja sebagai pengawal bayangan tuan putri"ucap Eky.


Emelina memandang eky dengan tatapan tak suka.

__ADS_1


"kemari lh kak"ucap Agatia.


Eky melihat kepada Emelina,namun Emelina hanya menatap Eky dengan tajam.


"maaf tuan putri aku.."ucap Eky.


"aku tak menerima penolakan"ucap Agatia.


Eky tak bisa berkata-kata lagi dan menuruti apa yg dinkatakan oleh Agatia.


"duduk di samping ku"ucap Agatia.


"tuan putri itu sangat ridak pantas bagi seorang pengawal sepertinya"ucap Emelina.


"bibi duduk lh kembali"ucap Agatia.


Emelina kembali duduk di samping kanan Agatia sebangkan Eky di samping kiri Agatia.


kemudian Agatia mengambil tangan Emelina dan Ekyblalu menyatukannya.


"bibi dia adalah putra mu,kau merawat kubseperti putri mu sendiri namun bilan kh kau juga harus memberi kan kasih sayang yang banyak untuk kak eky"ucap Agatia kepada Emelina.


"kak Eky apa sekarang kakak sudah senag karena dapat bertemu dan mengengam tangan bibi Emelina?!"ucap Agatia kepada Eky.


Emelina melepas tanganya.


"tuan putri,sudah ku katakan dia bukan putra ku"ucap Emelina.


"bibi kau tak bisa menyangkal,karna darah mu sudah mengalir di tubuh kak Eky"ucap Agatia.


"tidak ..aku tak akan mengakuinya"ucap Emelina sambil terisak-isak dan yg terduduk di lantai.


Agatia menghampiri Emelina dan berlutut di lantai dan menghapus air mata Emelina dengan tangannya.

__ADS_1


BERSAMBUNG .......


__ADS_2