Sang Ratu Berdarah Emas

Sang Ratu Berdarah Emas
perubahan bunga kehidupan


__ADS_3

Saat ingin menggapai dinding prima itu neil menghalangi Agatia.


"maaf yang mulia....mohon jangan mendekati bunga kehidupan"ucap neil.


"menyingkir lh...."ucap Agatia yg mengeluarkan aura nya,yg membuat neil tertekan dengan aura kuat itu


Agatia meleset cepat ke arah dinding prima yg melindungi bunga kehidupan itu.


ketika sampai di sana Agatia ingin menempel tangannya


"dasar bodoh hentikan!!!"ucap Alan.


Agatia melirik alan lalu memejamkan matanya dan menghela napas panjang.


"aku tak akan membiarkan kau merasa sakit seperti ini,kau tau ini jga menyakitkan untuk ku"ucap Agatia lalu membuka matanya.


lalu menempelkan tangannya ke dinding prima itu,dan menyalurkan kekuatannya.


anehnya dinding prima itu tak menolak kekuatan Agatia.


Alan terdiam karena mendengar apa yg dikatakan oleh Agatia,ia baru menyadari wajah Agatia yg terlihat pucat.


Alan mengendalikan emosinya lalu berusaha untuk bangkit dan mendekati Agatia.


"maaf"ucap Alan lirih.

__ADS_1


lalu alan memegang punggung tangan Agatia dan ikut menyalurkan kekuatannya.


Agatia terteguh melihat perjuangan alan melawan rasa sakit yg ia rasakan.


kekuatan keduanya menyatu yg membuat bunga kehidupan yg awalnya layu,menjadi tumbuh dengan subur dan indah dengan kelopak yg bersinar berwarna-warni.


raja Romirro,permaisuri karina dan leona sampai di ruangan bawah tanah itu karena laporan dari prajurit dan pelayan yg mengatakan Agatia berlari menuju ruang bawah tanah.


Raja Romirro, permaisuri, Leona serta neil ternganga kagum melihat perubahan pada bunga kehidupan.


tiba-tiba tanah bergetar,istana sakin naik ke atas.


cukup lama getaran itu terjadi sampai akhirnya getaran itu berhenti,sedangkan di luar sana tampak lah bangunan istana emas bersinar yg sangat megah dan luas.


sedangkan istana yg dulu terlihat seperti menara yg kecil karena seking besarnya dan megahnya istana yg keluar dari dalam tanah itu.


cahaya rembulan masuk melalui kaca yg terbentuk bersama dengan kerajaan itu muncul.


Alan tersenyum dan sedikit terkejut melihat perubahan bunga kehidupan.


tangan Agatia luruh dan tubuhnya terjatuh,untung saja alan sempat untuk menahannya,namun tak berlangsung lama alan jga terjatuh dan pingsan.


******


Agatia mengedipkan matanya menyesuaikan dengan cahaya matahari yg masuk melalui jendela kamarnya itu.

__ADS_1


"apa kau baik-baik saja??"ucap Alan.


"aku tak apa-apa"ucap Agatia yg bangun duduk bersandar.


"maaf.....maaf membuat mu merasakan sakit yg seperti itu"ucap alan bersalah.


"tidak apa-apa,maaf membuat kau marah.aku......aku tak membutuhkan....bunga kehidupan...lg"ucap Agatia ragu.


Alan terteguh.


"jika....."belum selesai alan berbicara seseorang bertopeng.


"yang mulia....apa yang mulia tak apa-apa??"tanya pria bertopeng itu.


"aku tak apa-apa,kak Eky"ucap Agatia datar.


"apa yg membuat kak Eky datang ke sini??"ucap Agatia.


"maaf kelancangan hamba yang mulia,namun ada beberapa hal yg membuat rakyat menjadi rusuh"ucap Eky.


"baiklah, kembali ke kerajaan"ucap Agatia.


"terimakasih atas jamuannya, sampai kan rasa terimakasih ku kepada raja Romirro.dan maaf kan atas ketidak sopanan ku yg ingin meminta kekuatan bunga kehidupan"ucap Agatia lalu menarik ujung gaunnya lalu menghilang dari sana.


"terimakasih jga Tia .....aku akan membantu mu"gumam alan lirih.

__ADS_1


BERSAMBUNG........


__ADS_2