
"apa mama dan ayah akan bahagia jika carl melakukan itu??"tanya carl sambil terisak-isak.
"hm....mereka akan bahagia,mulai saat ini kau menjadi tanggung jawab ku,jadi jangan sungkan dengan ku"ucap Agatia
"baik...."ucap carl.
"mulai saat ini nama mu....."ucap Agatia menggantung.
"CARL DERKAR REDERICK DIAMOLDN"ucap Agatia.
"kata DERKAR di ambil dari gabungan kedua nama orang tua mu,supaya mereka selalu melindungi mu dari atas sana"ucap Agatia.
"terimakasih......"ucap carl bingung memanggil Agatia apa.
"Agatia Ivyli permata Diamoldn.....itu nama ku,kau bisa memanggil ku sesuka mu"ucap Agatia.
"baik.kakak Tia"ucap carl.
hati Agatia serasa menghangat mendengar penggilan yg di lontarkan kepadanya.
di kehidupan pertamanya ia tak memiliki adik,bahkan ia tak tau indentitas nya sendiri sebelum menjadi agen rahasia.
"apakah ini rasanya memiliki seorang adik??" batin Agatia.
"baik lh,kita kan pergi....ingat ketika kita sampai di istana....jangan tunjukkan sisi lemah mu.karena musuh bisa saja berada di dalam selimut"ucap Agatia.
"baik kak Tia"ucap carl
__ADS_1
"fenixs "ucap Agatia.
seekor burung Phoenix biru datang dan mendarat di depan Agatia dan carl.
"pergi lh bersama burung itu,dan perlihatkan lh lencana pengenal milik ku ini"ucap Agatia sambil memberikan tanda pengenal miliknya.
"baik kak....tapi.....tapi.....carl mau bilang.....mama....mama dan ayah tidak bersalah....semuanya karena kakek jelek itu"ucap carl
"terimakasih atas informasinya,pergi lh.aku akan mengurusnya,jadi lh pria yg kuat yg bukan di pandang dari segi umur.aku tau kau hanya lh bocah berusia 3 thn,tpi aku tau kau pasti kuat.tunggu aku di istana"ucap Agatia
"fenixs dia tanggung jawab mu,lindungi dia dengan nyawa mu"ucap Agatia datar.
burung Phoenix biru itu berteriak seolah-olah ia menyetujui nya lalu mulai mengepakkan sayapnya lalu membawa pergi carl.
"kakak Tia aku menunggu mu"ucap carl sambil berteriak.
"carl.....aku akan menguji mental dan fisik mu"ucap Agatia yg tersenyum hangat.
"lalukan lh ini semua.......buat ilusi untuknya"ucap Agatia.
lalu Agatia menyudahi telepati nya dan melangkah dan terbang menggunakan sayap hitam keemasan miliknya menuju sebuah tempat yg sangat menyeramkan di negeri raidenxsk.
"wahai raja negeri raidenxsk aku datang"gumam Agatia sambil tersenyum sinis.
****"
sedangkan di kerajaan Diamoldn carl dikerumuni dengan banyak prajurit yg berjaga-jaga.
__ADS_1
"siapa kau bocah kecil??!!"ucap sevbasthian yg baru datang.
"aku carl...kakak Tia yg.."belum selesai carl berkata-kata sevbasthian sudah memotong perkataan nya
"tutup mulut mu,kau benar-benar tak mempunyai sopan santun yg menyebut nama pemimpin negeri"ucap sevbasthian.
"bawa bocah ini dan masukkan ke dalam penjara bawah tanah"ucap sevbasthian.
"huaaa......jangan bawa aku.....lepaskan aku.....kalian orang jahat"ucap carl sambil menangis keras.
sedangkan sevbasthian hanya menghembuskan nafas berat.
"kembali lh ke tempat asal"ucap sevbasthian kepada para prajurit.
"baik"ucap para prajurit.
"Tia apa yg sebenarnya kau rencanakan??, mengapa kau menyiksa bocah kecil itu??"batin sevbasthian.
Eiron, Eglex dan felixs mendatangi sevbasthian yg masih menatap ke arah perginya carl yg di bawa tadi.
"kau menyelesaikan tugas yg di berikan yang mulia Ratu yh??"ucap Eiron.
"hm"sevbasthian hanya menjawabnya dengan deheman saja.
seorang wanita berjubah putih bertudung muncul.
"kerja bagus tuan sevbasthian"ucap wanita itu.
__ADS_1
"kali ini biar aku menyelesaikan tugas ini"ucap wanita itu yg tak lain adalah Elefil.
BERSAMBUNG.........