Sang Ratu Berdarah Emas

Sang Ratu Berdarah Emas
menagis


__ADS_3

"terimakasih yang mulia ratu telah menyelamatkan kami, semoga cahaya Diamoldn menyertai yang mulia ratu" ucap semuanya sebelum mereka pergi dari sana.


"kak Eky Mari kita pergi? Melihat keadaan rakyat" ucap agatia.


"baik yang mulia" ucap Eky.


bersamaan dengan itu Elefil dan pasukannya datang.


"maaf yang mulia kami terlambat" ucap Elefil.


"tak apa.... pergi lh dengan pasukan kita untuk melihat keadaan rakyat sebelah utara dan barat, pastikan apakah mereka baik-baik saja" ucap agatia.


"titah di Terima yg mulia, kami pamit undur diri" ucap Elefil.


"hm"


"kita pergi" ucap agatia kepada Eky.


namun saat mereka baru melangkah selangkah saja 4 orang yg berlari ke arah agatia.


"yang mulia" ucap mereka.


mereka tak lain adalah Sevbaschian,Eglex, Felixs, dan Ririn.


"apa kau baik-baik saja Tia?? " ucap sevbaschian yg tanpa sadar langsung membolak-balikan tubuh agatia melihat apakah agatia terluka.


keempat nya kembali darin perbatasan ketika mendengar istana di serang oleh Raja amon.

__ADS_1


tak kenal berapa jauh jalan yg mereka tempuh agar sampai di istana, satu orang yg mereka pikirkan yaitu Agatia.


"aku baik-baik saja paman" ucap agatia yg masih setia dengan wajah datarnya miliknya.


"sevbaschian jangan berlaku tak sopan kepada yang mulia" ucap Eglex.


"bodoh amat, yg penting keponakan ku selamat" ucap sevbaschian yg langsung memeluk erat agatia.


agatia merasa sesak di dadanya ketika mendengar kalau ketiga sahabat ayahnya yg memperlakukannya sebagai seorang ponakan yg bahkan hampir seperti seorang putri bagi mereka.


Agatia membalas pelukan sevbaschian dan tiba-tiba menangis keras di dalam pelukan sevbaschian melupakan segala hal yg ia pendam selama ini,2 tahun lamanya agatia hanya menampilkan wajah datar tak berekspresi kini menangis keras di tengah umum seperti saat ia kehilangan kenzo saat itu.


yg bahkan langit jga ikut menangis seperti agatia.


Eky yg melihat itu memilih membawa pasukan untuk menjalankan apa yg ingin agatia lakukan, ia ingin agatia menenangkan diri dulu.


"kita pergi memeriksa keadaan rakyat" ucap Eky memimpin pasukan bayangan yg ia latih selama ini dengan izin agatia.


"te... terimakasih..... hiks... terimakasih selalu ada di samping Tia, walau kadang Tia mengacuhkan kalian, tpi kalian masih sayang dengan Tia... hiks... " ucap agatia yg masih terisak.


"apa saya boleh mengangkat waktu kalian?? " ucap seseorang.


semua serentak melihat kepada pria tampan itu.


"siapa kau!!? " ucap sevbaschian,Eglex,felixs, dan Erion bersamaan sambil mengeluarkan senjata mereka mengelilingi agatia untuk melindunginya.


"paman..... letakkan pedang kalian" ucap agatia sambil menghapus air mata nya.

__ADS_1


"jangan gegabah Tia" ucap Erion.


"aku mengenalnya paman Eri" ucap agatia.


lalu agatia mendekati pria tampan itu.


"mengapa kau kembali lg pangeran Alan?? " ucap agatia.


ya pria tampan itu adalah Alan.


"aku membawa kan untuk mu ini" ucap Alan sambil memberikan sebuah bunga dengan kelaparan berwarna-warni.


"ba... bagaimana.. bisa kau memberikan bunga kehidupan ini kepada ku?!! " ucap agatia kaget.


"tak apa-apa,aku tak memiliki keinginan lain, selain senyum dari calon permaisuri ku dimasa depan ini" ucap Alan yg mengambil tangan agatia dan meletakkan bunga kehidupan di tangannya.


kemudian tersenyum manis kepada agatia.


"apakah benar tak apa-apa jika bunga ini untuk ku?? " ucap agatia.


Alan menganggukkan kepalanya.


"baik lh terimaksih" ucap agatia tersenyum senang, bahkan semua orang di Sana terpaku dengan senyuman menawan di wajah agatia yg selama ini selalu berekspresi datar.


"apa aku boleh menggunakan bunga ini untuk membangkitkan ayah ku?? " tanya agatia sekali lg.


Alan sekali lg menganggukkan kepalanya.

__ADS_1


"lakukan lh sesuka mu, yg terpenting senyum ini jangan luntur" ucap alan sambil menyentuh sudut bibir agatia.


BERSAMBUNG.....


__ADS_2