
hari-hari telah berlalu dengan cepat sekarang Agatia tumbuh menjadi remaja berusia 13 thn.
sifat yg suka membantu dan tersenyum ramah masih sangat melekat dalam dirinya.
dan jga organisasi yg ia kembangkan sudah berkembang pesat dan di takuti oleh seluruh negeri.
tok...tok...
"masuk lh bibi"ucap Agatia.
Emelina masuk dan melihat Agatia yg menggunakan gaun birunya yg sedang merapikan tatanan rambutnya.
"apa perlu bibi bantu??"ucap Emelina.
"tak perlu bibi.....Tia bukan anak kecil lg...nah seperti ini sudah jadi"ucap Agatia yg menyelesaikan tatanan rambutnya dengan model sederhana namun Anggun.
"bibi mengapa wajah bibi penuh dengan kekhawatiran??"ucap Agatia
"ti..tidak apa...apa kok"ucap Emelina tergagap
"apa bibi tidak sedang berbohong??"ucap Agatia memicingkan matanya.
"se..sedang berbohong tentang apa??bukan kh bibi sudah sangat tua sehingga wajah bibi memiliki kerutan??"ucap Emelina
"haha....tapi bibi masih sangat cantik dan awet muda "ucap Agatia.
"bibi.....aku ingin menemui ayah"ucap Agatia.
__ADS_1
"tu..tunggu tia ......yang mulia melarang kau menemuinya beberapa hari,karena yang.....yang mulia melakukan pelatihan tertutup "ucap Emelina.
"mengapa firasat ku tak enak??tapi tidak mungkin ayah dan bibi berbohong.....sudah lh,mungkin itu hanya perasaan ku saja" batin Agatia.
"baik lh.....kalau begitu tia juga akan melakukan pelatihan tertutup "ucap Agatia.
"baik lh.....yang mulia berpesan.....kau jangan keluar dari lingkungan kerajaan selama yang mulia melakukan pelatihan tertutup "ucap Emelina.
"baik"ucap Agatia.
"aneh"gumam Agatia.
"tak ada cara lain agar aku mengetahui keberadaan ayah"ucap Agatia.
kemudian ia menggigit ujung jarinya,darah keluar dan menetes ke lantai.
"dengan darah Diamoldn yg mengalir dalam diri ku,yg menjadi ciri keluarga kerajaan Diamoldn,yg di berkelahi oleh cahaya dewa pembentuk Diamoldn,kemudian di sempurnakan oleh semua elemen yg menjadikan darah ku menjadi darah emas......ku perintahkan sambungkan aura dari keluarga kerajaan Diamoldn!!!!"ucap Agatia
lingkaran sihir bersinar.....darah yg menetes tadi berubah menjadi benang yg sangat-sangat tipis dan panjang,keluar dari lingkaran sihir menuju alam bebas di luar sana.
Agatia mengerutkan dahinya karena sudah 1 jm lamanya namun ia belum bisa menyambungkan benang darahnya dengan kenzo.
"mengapa tempat ini sangat jauh??"batin Agatia bingung.
tak berselang lama akhirnya ia dapat melihat ayahnya yg berjuang di medan perang yg gersang,dan saat ini sudah terlihat terluka dan lemah.
Agatia membulatkan matanya.
__ADS_1
"tidak....tidak mungkin..."gumam Agatia.
dengan cepat Agatia membuka pintu kamar nya dan berlari menuju keluar istana namun banyak prajurit yg menghalangi nya.
"menyingkir lh"ucap Agatia.
"maaf tuan putri,tapi ini perintah yang mulia"ucap Emelina yg berada di belakang Agatia.
"tidak.....ayah....aku akan menolong ayah..."ucap Agatia dengan air mata yg terus bercucuran.
"tidak Tia.....ini semua demi keselamatan mu"ucap Emelina yg memeluk Agatia yg terus menerus memberontak.
"tidak.....ayah.....aku ingin pergi....lepaskan aku bibi!!!!!"ucap Agatia.
"sayang.....bibi mohon jangan pergi..."ucap Emelina yg mempererat pelukannya.
"aku...aku tak ingin ayah berjuang sendiri demi diri ku.....maaf bibi...tapi aku harus pergi"ucap Agatia sambil terisak-isak.
"fenixs datang lh"teriak Agatia.
seekor burung Phoenix biru datang melayang dan membuat angin yg kuat.
kemudian setelah pelukan Emelina melonggar Agatia mengambil kesempatan itu untuk melepaskan diri dan naik ke punggung fenixs.
"TIA.....JANGAN PERGI....JIKA KAU PERGI...MUSUH AKAN MEMBUNUH MU...PERCAYA LH YANG MULIA RAJA,AKAN KEMBALI DENGAN SELAMAT." ucap Emelina yg masih berusaha menyakinkan Agatia.
"tidak bibi.....hiks....jika mereka menginginkan aku....makan aku sendiri yg harus membinasakan mereka"ucap Agatia
__ADS_1
BERSAMBUNG.........