Sang Ratu Berdarah Emas

Sang Ratu Berdarah Emas
frustasi


__ADS_3

setelah Elefil keluar dari aula Agatia termenung di kursinya.


"cinta sepasang kekasih.....gua berumur 16 thn di kehidupan pertama ku saja tak memiliki kekasih.....apa lagi nih gua si bocil berumur 13 thn......sistem dunia ini benar-benar kacau"gumam Agatia sambil memijat pangkal hidungnya.


"kekasih yh...boleh saja...karena bisa saja membayar seorang pria untuk menjadi kekasih sementara ku....namun ini cinta???ya tuhan....aku saja tak pernah merasakan nya"teriak Agatia frustasi.


"dan jga.....haruskan dia memiliki darah emas jga??ohhh kekasih ku selamatkan aku dan bantu aku untuk membangkitkan ayahhh!!!"gumam Agatia.


Agatia menghela nafas lelah.


"sudah lh....aku akan menunggu waktu....untuk saat ini aku harus membina carl agar bisa menjadi pengganti ku di organisasi ini"gumam Agatia lalu bangkit dari kursinya lalu pergi dari kediaman puncak gunung terlarang itu.


awalnya gunung itu bernama gunung Romero namun kini berubah menjadi gunung terlarang,karena di sana lh tempat organisasi yg di takuti oleh seluruh negeri.


jika ada yg melanggar batas maka ia akan binasa.


****


beberapa pelayan membantu mengurus carl.


"jika kalian sudah selesai pergi lh"ucap carl datar.


"baik pangeran carl"ucap mereka kemudian keluar dari kamar carl.


"cih... pangeran kecil itu sangat sombong"ucap pelayan A berbisik.

__ADS_1


"benar.....untuk apa yang mulia membawa pembawa sial itu"ucap pelayan B.


"jika bukan karena perintah kepala pelayan Nona Emelina aku tak ingin melayani dengan baik tu pangeran sombong"ucap pelayan C.


"sudah-sudah.....kalau pembicaraan kalian di dengar oleh nona eme atau bahkan yang mulia ratu....kepala kalian akan menghilang"ucap pelayan D.


"kenapa??bukan kh itu faktanya.....lagian klo kmu mau melayani pangeran bodoh itu sana kau sendiri"ucap pelayan B.


pelayan D itu hanya menghela nafas panjang mendengar perkataan mereka.


namun tak mereka ketahui jika carl mendengar semua itu.


ia mencengkram kuat tangannya.


"tentu saja pangeran yg akan membawa sial di kerajaan ini"ucap pelayan B tanpa melihat ke arah orang tersebut.


cras.......duk...duk....


kepala pelayan B itu terpisah dari tubuhnya,sedangkan pelayan yg lain ketakutan karena melihat orang itu.


"ya..ya..yang....mu...muu..mulia.....ra..raa ..ratu"ucap mereka yg langsung berlutut dan bersujud ke lantai kepada Agatia.


"pengawal bawa dua pelayan iyu ke penjara bawah tanah,dan untuk mayat itu berikan pada anjing di luar"ucap Agatia datar


"baik"ucap beberapa pengawal bersamaan.

__ADS_1


"dan itu kau ....ikut aku"ucap Agatia yg melirik kepada pelayan D yg berkeringat dingin dan bergemetar takut.


"ba...baik....yang mulia"ucap pelayan D itu yg bangkit dari berlututnya namun belum berani mengangkat kepalanya menatap Agatia.


Agatia masuk ke kamar carl dan menghampiri carl yg memandang jauh ke luar jendela.


"carl.....apa kau baik-baik saja??"ucap Agatia.


"tak apa-apa kak"ucap carl.


"tak perlu di pikirkan"ucap Agatia yg mengetahui apa yg sedang dipikirkan oleh carl.


"kemari"ucap Agatia menarik tangan carl menuju tempat tidur carl.


"siapa nama mu??"ucap Agatia datar kepada pelayan D itu.


"na..nama hamba....yueli"ucap pelayan D itu yg bernama yueli.


"baik lh... angkat kepala mu"perintah Agatia.


yueli menelan ludah kasar....detak jantungnya tak kekaruan.


"ya tuhan...apa aku akan di hukum?? "batin yueli.


BERSAMBUNG.......

__ADS_1


__ADS_2