
Bismilahirohmanirohim.
"Kalian bisa melihat sendiri, siapa pelakunya! Aku saja sampai tidak percaya jika merekalah pelakunya."
Zila menghidupkan sebuah monitor yang entah kapan sudah siap di dalam aula itu, semua orang yang ada di dalam aula merasakan jantung mereka berdetak lebih cepat dari biasanya. Walaupun mereka tahu bukan mereka pelakuknya, tapi video yang Zila putar di layar monitor sembuat semua orang merasakan deg, degan.
Pertama kali munculah gambar pak Kusuma ternyata. "Selamat pagi semua, saya yakin Zila mengumpulkan kalian dipagi hari, karena saya yang menyuruhnya, mungkin kalian kira selama 2 bulan ini saya tidak pernah masuk kantor semua kegiatan kalian tidak ada yang mengawasi."
"Tapi maaf kalian sudah salah besar, setiap kegiatan apapun yang kalian lakukan saya selalu mengontrolnya dari jarak jahuh, apa yang kalian lakukan dan apa yang kalian lakukan diperusahaan semaunya saya mengetahuinya, kalian bisa menipu siapa saja tapi tidak dengan saya."
"Tolong jangan ada yang keluar dari aula lebih dulu sebelum saya selesai bicara dan juga sebelum video ini diputar." Bertepatan saat itu Arman hendak pergi dari aula.
Seketika semua orang langsung menoleh pada Arman. "Saya mau ke kamar mandi." Ucapnya canggung.
"Silahkan tapi harus ada yang mengantar, Bima kamu antar sekretaris Arman." Suruh pak Kusuma.
__ADS_1
Mereka semua terbelak kaget, mereka kira pak Kusuma hanya ada di dalam video, tapi ternyata itu bukan video melainkan Zoom meetting.
"Baik pak Kusuma." Sahut Bima.
Setelah itu pak Kusuma melanjutkan acarnya, dia juga mengatakan jika mengetahui masalah penggelapan dana, pak Kusuma juga tahu jika bukan Zila pelakunya.
Setelah pak Kusuma bicara panjang lebar, akhirnya sebuah video diputar oleh beliau, video itu menunjukkan siapa yang sudah menggelapkan dana perusahaan dan siapa juga yang sudah menuduh Zila. Pertama terlihat video di devisi keuangan menujukan catatan keuangan perusahaan sudah lengkap dan sesuai hitungan, tapi setelah istirahat semua data berubah.
Dalam video itu terlihat Aya dan Arman yang sedang merencanakan sesuatu, tak lama kemudian entah cairan apa yang Aya letakan di devisi keuangan sehingga membuat semua orang di devisi keuangan tak menyadari, jika dana perusahaan sudah berkurang. Lalu video itu juga menujukan jika sekretaris Arman dan Aya sudah merencakan jika Zila lah yang sudah menggelapkan dana perusahaan, semua berita tersebar dengan cepat karena sekretaris Arman sendiri yang menyebarkan berita tersebut.
"Semuanya sudah selesai menonton video ini dan untuk Aya dan Arman, silahkan datang ke kantor HRD bawa surat penguduran diri." Ucap pak Kusuma.
Semua orang yang berada di dalam aula itu bungkam, kecuali Sakti, Sakit sangat terpaku dengan sosok yang berada dilayar.
"Papa." Zila tak menyadari jika Sakti sudah berkaca-kaca menatap papanya.
__ADS_1
Sakit melihat jelas sekali jika papanya seperti memiliki banyak sekali beban. "Mungkin ini waktunya aku kembali, aku sudah mengingat semuanya, terima kasih Zila sudah ada untuku selama ini. Aku berharap suatu saat kita akan segera bertemu kembali." Batin Sakti dengan sedih.
"Zila aku mau pulang saja apa boleh?" Zila langsung menoleh pada Sakti.
"Tumben sekali kamu mau pulang, tentu saja aku memperbolehkan kamu pulang." Jawab Zila pelan.
Zila belum tahu jika maksud Sakti pulang, dia akan pulang keasalnya yang asli, tapi Sakti juga tak berani mengatakan yang sejujurnya pada Zila.
"Maafkan aku Zila, aku harus pergi orang tuaku membutuhkan aku, kita bisa bertemu lagi dihari selajutnya dengan aku yang sudah kembali pada ragaku." Kata Sakti hanya dalam benaknya, kerena dia tak Sangguo mengatakan yang sejujurnya pada Zila.
Setelah mendapat persetujuan dari Zila, Sakti melangkah keluar dari aula, dia akan pergi ke rumah sakit tempat pertama kalinya dia lihat setelah arwahnya pergi meninggalkan tubuhnya saat itu itulah keputusan yang dibuat oleh Sakti akhirnya.
Dia benar-benar pergi meninggalkan Zila, tanpa pamit yang sesungguhnya.
"Maafkan aku Zila, aku tidak ingin membuatmu sedih." Ucap Sakit dari jauh sebelum dia pergi, Sakit menatap wajah Zila lekat.
__ADS_1
"Aku pasti merindukanmu, merindukan semua tentang dirimu."