Satu Tanpa Dua

Satu Tanpa Dua
Memelihara Jin


__ADS_3

Dari siapa ini?'


Vanya masih menggenggam parfum dengan aroma honeysuckle tersebut. Kemudian beralih melihat airpods dengan warna hijau sage, warna kesukaannya.


"Nya" panggil Sinta membuat Vanya berhenti sejenak dalam lamunan.


"Hmm"


"Ini.. ini dari sapa Nya?"


"Ngga tahu"


"Apa jangan-jangan kamu punya penggemar rahasia di sini?"


Vanya menatap Sinta heran. Lalu kembali berpikir kira-kira siapa yang mengirimnya.


"Oh atau jangan-jangan kamu udah punya pacar ya Nya. Ngaku deh"


"Heh, tiap hari yang aku singgahi tuh cuma kampus sama cafe doang. Lagian aku gak tertarik sama pacar-pacaran gitu"


Vanya memang tidak tertarik untuk hal seperti itu, padahal dia cantik alami dan juga berbakat. Tapi memang Vanya yang sedikit tomboy, juga judes makanya dia memilih single.


"Ya kali aja yekan udah punya doi disini"


"Atau dari orang yang kemarin pinjem ponsel kamu kali" tebak Sinta.


"Gak mungkin lah, tapii.."


"Gak mungkin apanya, ehh bentar-bentar. Kamu belum cerita setelah kalian ketemuan kemarin" ujar Sinta penasaran.


"Cerita apaan" jawab Vanya malas.


"Ya itu pasti kalian kenalan kan. Siapa nama laki-laki itu. Ganteng ngga?"


"Min Yoongi" jawab Vanya singkat.


Sinta hanya menatap Vanya diam. Vanya yang ditatap seperti itu pun heran dengan respon temannya yang tiba-tiba diam.


"Hahahahaha"


"Hahaha. Aduuh Vanya kamu tuh yah. Bilangnya ngga suka, ehh ternyata halunya lebih tinggi, haha"


Sinta tidak henti-hentinya tertawa dan menganggap Vanya sedang berkhayal seperti dirinya.


"Apakah Min Yoongi begitu ganteng dalam khayalanmu?" tanya Sinta masih dalam gelak tawa.


Vanya hanya mengambil ponselnya dan membuka foto selfie Yoongi kemarin yang sempat ia lihat di ponselnya.


Vanya menyodorkan foto tersebut, berada pada kolom kamera. Bukan hasil unduhan atau screenshoot.


Sinta yang melihat hal tersebut pun makin melotot. Apa lagi style baju dan potongan rambut Yoongi sama persis waktu live kemarin, beberapa jam setelah pertemuan dengan Vanya.


"Bisa menilai sendiri kan ganteng nggak nya. Menurutku si biasa aja ya" ujar Vanya meledek.


"Ini serius Nya?"


"Apakah aku terlihat berbohong?"


"Jadi kamu udah pernah ketemu Min Yoongi?"


Vanya hanya mengangguk-anggukkan kepalanya menjawab pertanyaan Sinta.


"Yaak, aku yang mengidolakan kenapa kamu yang bertemu dia"


Vanya melihat hal itu pun sudah tidak heran. Ya, apa lagi dulu Sinta sempat mengaku kalau dia istrinya Min Yoongi kan?


Vanya pun makin memanas-manasi sahabatnya tersebut.

__ADS_1


"Bukan cuma ketemu si, udah tabrakan, salaman, makan bareng. Oh iya waktu itu kan sempet teleponan pakai ponsel kamu" ujarnya meledek Sinta.


Sebuah bantal melayang tepat mengenai kepala Vanya.


"Pantas kemarin kamu ngga mau ditemani. Ternyata ini alasannya"


Vanya hanya tertawa melihat kelakuan Sinta. Sesekali ia menjulurkan lidah untuk menambah kekesalan Sinta terhadapnya.


"Eh tapi jangan sampai Lee tahu soal ini" ujar Sinta tiba-tiba.


"Kenapa?" tanya Vanya heran.


"Ya dia kan berteman dengan sasaeng, aku takut terjadi apa-apa sama kamu"


Vanya terenyuh mendengar alasan Sinta. Tapi memang ia tidak berniat memberi tahu Lee atau pun Hyeon tentang ini.


"Apakah sebahaya itu?"


Sinta mengangguk, ia jadi ngeri sendiri membayangkan betapa kejamnya sasaeng.


"Mereka terlalu terobsesi dengan idol mereka. Bahkan dulu sempat viral juga, beberapa sasaeng menyerang kekasih sang idol. Karena bagi mereka, idol adalah miliknya. Ngeri banget kan?" jelas Sinta takut.


Vanya mengangguk setuju dengan perkataan Sinta. Memang sesuatu yang berlebihan itu tidak baik.


"Aku harap cuma kita yang tahu hal ini Sin"


"Kamu tenang aja. Aman sama aku mah. Apa lagi kan emang kamu tujuannya bantu dia kemarin. Meskipun akhirnya ketemuan juga"


"Heyy, kenapa kamu cemburu. Bukankah idolamu si Jongkok itu"


Sinta tak segan-segan memukuli Vanya dengan bantal di dekatnya.


"Sudah ku bilang dia itu namanya Jeon Jungkook. Bukan Jongkok" teriak Sinta seperti orang kesurupan.


"Haha, iya-iya. Udah yuk masak. Laper nih"


****


Hari ini jadwal mereka libur, dan Vanya pun mengambil cuti bekerjanya. Ingin menikmati masa liburan katanya. Tapi nyatanya dia hanya rebahan sejak pagi.


I'm a new generation anpanman


I'm a new superhero anpanman


Naega gajin geon i nolae hanbang


Lemme say "All the bad man cop out"


"Aduuh Sin, itu lagu bisa diganti ngga. Berisik banget dengernya" teriak Vanya.


Sinta yang tidak mendengar teriakan Vanya semakin mengeraskan volume dan ikut bernyanyi.


Vanya yang merasa geram pun berjalan dan mencabut colokan dari speaker tersebut.


"Berisik" ujar Vanya tanpa dosa.


"Apaan si Nya. Aku gabut tahu"


Vanya yang melihat Sinta akan menyalakan musik lagi buru-buru mencegah.


"Keluar aja yok"


Sinta yang mendengar hal tersebut langsung saja senang dan memintanya bersiap-siap terlebih dahulu.


"Ehh ngomong-ngomong mau kemana" tanya Sinta balik lagi.


"Sungai Han"

__ADS_1


"Oke tunggu 10 menit"


'Nggak apa-apa lah keluar bentar. Itung-itung gerak dikit, ketimbang makin puyeng ni kepala' ujar Vanya dalam hati.


***


Kini mereka sudah berada di pinggiran Sungai Han. Mereka berlarian layaknya anak kecil yang baru dibolehkan main oleh orang tuanya.


"Capek Sin" keluh Vanya.


"Yaelah baru juga lari bentar. Udah kaya nenek-nenek aja cepet capek"


"Diem deh"


"Makanya gerak Nya, jangan rebahan terus"


Vanya hanya diam, malas menanggapi ocehan Sinta.


'Nggak ngaca konon' batin Vanya.


Vanya memilih duduk tak jauh dari pingguran sungai, dan membiarkan Sinta dengan dunianya.


"Nya, mancing yok" ajak Sinta.


"Hah? Mancing? Yang bener aja"


"Udaah ayok, noh naik kapal kita"


Sinta menunjuk sebuah perahu kecil yang sudah ia sewa lengkap dengan alat pancingnya.


'Niat banget nih ngajak mancing' batin Vanya ragu.


"Kalo nggak dapet gimana?"


"Udaah yang penting kita mancing"


Sinta langsung menarik tangan Vanya untuk mengikutinya menaiki perahu kecil tersebut.


"Emang disini ada ikannya?" tanya Vanya ragu.


"Nggak tahu" jawab Sinta tanpa dosa.


"Laah, terus ngapain ngajak mancing"


"Noh lihat. Banyak juga yang mancing cuma sekedar gabut. Juga menikmati indahnya sungai Nya. Udah deh diem aja"


Vanya hanya menatap sekeliling, banyak juga ternyata yang mengikuti jejak Sinta.


Perahu kecil mereka sudah mulai ke tengah.


"Lagian sejak kapan si kamu tiba-tiba ngajak ginian"


"Aku tuh sering lihat Jin Oppa mancing. Makanya penasaran" jawab Sinta riang.


"Jin? Jin apaan yang bisa mancing. Jin botol kah?"


"Bisa-bisanya kamu kepikiran jin botol"


Vanya berpikir keras.


"Kalau bukan jin botol, lalu jin apa? Jin iprit?"


Hampir saja Sinta memukul Vanya dengan alat pancing yang sedang ia pegang. Ternyata lemotnya ngga sembuh-sembuh.


"Jin BTS! Bukan jin botol atau pun jin iprit ya Nya" jelas Sinta geram.


"Oohh BTS memelihara Jin? Daebaak" ujar Vanya bertepuk tangan.

__ADS_1


__ADS_2