
Yoongi masih membeku mendengar perkataan Vanya. Bahkan ia masih mematung di tempatnya semenjak panggilan telepon itu berakhir.
"Mengapa tiba-tiba? Bahkan kemarin sikapnya masih biasa saja, meskipun memang sikapnya dingin" ujar Yoongi dalam hati.
"Yoongi Hyung" teriak V mencari Yoongi.
"Hmm" jawab Yoongi cuek.
"Hey hyung, dari mana saja? Aku mencarimu sedari tadi"
"Wae?"
"Ayo makan, semua sudah menunggumu di sana" ajak V.
"Kalian makan saja dulu, aku masih kenyang" jawab Yoongi sambil merebahkan tubuhnya di kasur.
V pun tidak memaksa Yoongi, ia memilih keluar dan bergabung dengan yang lain.
"Mana Yoongi?" tanya Jin melihat V hanya berjalan sendiri.
"Masih kenyang katanya" jawab V seadanya.
"Yoongi hyung bersikap aneh akhir-akhir ini. Sejak beberapa hari lalu wajahnya selalu berseri bahkan tingkahnya selalu berisik. Tadi pagi pun sama, tetapi tadi Yoongi hyung menerima telepon. Dan sekarang wajahnya kembali murung" lanjut V.
"Apakah Yoongi hyung tengah patah hati?" sahut J-hope.
"Bahkan kita belum mengetahui siapa wanita yang membuat manusia kulkas itu jatuh cinta. Masa sudah patah hati saja" ujar Jimin sambil tertawa kecil.
Mereka hanya saling pandang tanpa menimpali ucapan Jimin. Akhirnya mereka menikmati makan tanpa berenam, tanpa Yoongi.
Sedangkan Yoongi sedang berpikir bagaimana caranya meminta penjelasan kepada Vanya. Bahkan baru saja Yoongi akan mendekatinya, masa sudah kalah duluan.
Yoongi tidak tidur, hanya saja menutupi tubuhnya dengan selimut dan memejamkan matanya. Ia bergerak gelisah masih memikirkan berbagai cara. Sepertinya Yoongi sudah benar-benar menyukai Vanya.
Tapi tanpa Yoongi sadari, kantuk mulai menyerangnya hingga ia tertidur dan melupakan sejenak tentang Vanya.
****
"Nya aku ikut kamu kerja ya? Sekalian mau ketemu ayang Kim" ujar Sinta berharap.
"Dih orang lagi kerja malah digangguin" jawab Vanya julid.
"Aku kan cuma memperhatikan dari jauh, sambil memberi semangat untuknya" elak Sinta sedikit merajuk.
"Aku tolak pun tetap saja kamu minta ikut kan?" tanya Vanya sudah hapal dengan tingak Sinta yang absurd itu.
Sinta hanya meringis mendengar pertanyaan Vanya. Memang benar jika Vanya menolak pun, pasti Sinta memiliki 1001 cara agar tetap ikut ke cafe.
Mereka berangkat bersama menggunakan bus. Sinta sibuk berbalas pesan dengan Kim, dan Vanya yang tengah menikmati musik dari airpods pemberian Yoongi.
__ADS_1
Kini mereka telah sampai di cafe. Sinta langsung menyelonong masuk mencari kekasihnya. Sedangkan Vanya yang melihat tingak Sinta hanya menggeleng-gelengkan kepalanya.
"Dasar bucin" gumam Vanya pelan.
"Chagia" rengek Sinta ketika sudah di depan Kim.
"Hey, kamu sudah sampai?" tanya Kim tak kalah bahagia.
Mereka bercanda ringan sambil menunggu Vanya bersiap. Sesekali tawa Sinta terdengar dan berujung memukul lengan Kim. Memang yah, kedua tangan seorang perempuan itu saling bekerja sama saat tertawa. Tangan kiri untuk menutup mulutnya dan tangan kanan untuk memukul orang di sebelahnya.
"Jadi nyamuk kan kalau kayak gini" ujar Vanya yang kini sudah berada di tengah-tengah mereka.
"Oh iya sandal kucing aku dimana?" tanya Vanya mengingat dengan sandal tidurnya.
"Noh disimpan di lemari biasa. Besok-besok ganti karakter macan aja deh. Kucing nggak cocok buat kamu" ledek Kim pada Vanya.
Vanya hanya menatap tajam Kim dan disambut tawa oleh Kim juga Sinta.
"Memang yah pasangan kita tuh cerminan diri kita. Buktinya Sinta aja dapatnya modelan Kim. Satu frekuensi sih mereka" gumam Vanya ngedumel.
Vanya kembali ke depan, bersiap untuk memulai bekerja. Apa lagi cafe sudah mulai ramai jika sudah jam segini.
"Hey sudah sana pergi. Mau kerja nih" usir Vanya pada Sinta.
"Yee ngusir, mentang-mentang jomblo" ejek Sinta.
Vanya mulai bekerja dengan teamnya. Satu per satu lagu sudah Vanya bawakan. Bahkan Sinta yang mengamatinya dari jauh hanya mampu berdecak kagum dengan suara Vanya.
"Annyeong"
Sebuah suara laki-laki mengagetkan Sinta. Sinta menyipitkan matanya, mengamati sekiranya siapa yang sedang berada di hadapannya saat ini. Namun Sinta tidak mengenali sama sekali laki-laki tersebut.
Laki-laki tersebut langsung duduk di hadapan Sinta tanpa dipersilahkan terlebih dahulu.
"Siapa ya?" tanya Sinta heran.
Laki-laki tersebut membuka topinya dan menyugar rambutnya ke belakang. Sinta kini menyadari tengah berhadapan eengan siapa. Padahal laki-laki tersebut belum membuka maskernya.
"Yoongi Oppa?" ujar Sinta sedikit berbisik.
"Nee ini saya. Kamu temannya Vanya kan?" jawab Yoongi juga pelan.
"Nee. Ada apa Oppa? Apakah ini menyangkut Vanya?" tanya Sinta to the point.
Yoongi sedikit terkejut dengan pertanyaan Sinta. Ternyata Sinta sedikit tahu tentangnya dan Vanya.
"Benar. Apa kamu tahu mengapa Vanya semakin menjauh?" tanya Yoongi pelan.
"Memangnya Vanya mengatakan apa Oppa?"
__ADS_1
Sinta memang seperti itu. Ketika ditanya bukannya langsung menjawab, ia justru berbalik bertanya. Absurd banget memang.
"Vanya hanya mengatakan ingin tetap hidup dengan damai" jawab Yoongi.
Sinta kini mengerti apa alasan Vanya menjauhi Yoongi. Sudah pasti alasannya adalah sudah dicurigai oleh Lee. Apa lagi ada beberapa teman Lee adalah seorang sasaeng.
"Ada salah satu teman kami yang terobsesi pada Oppa. Dan sayangnya dia memiliki teman yang menjadi sasaeng. Mungkin karena itu Vanya menjauh dari Oppa" jelas Sinta jujur.
Entah kenapa Sinta justru sangat mendukung jika Vanya dekat dengan Yoongi. Apa lagi mengingat masa lalu Vanya yang begitu menyakitkan. Sinta hanya ingin melihat Vanya bahagia dengan penuh kasih sayang.
"Mwo? Sasaeng?" tanya Yoongi terkejut.
"Nee, tapi Oppa tenang saja. Aku tidak akan membocorkan tentang kalian. Tetap perjuangkan Vanya ya Oppa. Vanya memang sangat dingin, tapi dia akan bucin ketika Oppa berhasil mengambil hatinya" jawab Sinta sambil meminum jusnya.
Yoongi hanya mengangguk-angguk tanpa menjawab perkataan Sinta. Kini fokusnya hanya kepada Vanya yang tengah bernyanyi. Tetapi entah kenapa raut wajah Vanya menjadi sendu saat bernyanyi.
I hope you're happy, but not like how you were with me
(Aku harap kamu bahagia, tapi tidak sebahagia kamu saat bersamaku)
I'm selfish, I know
(Aku egois, aku tahu)
I can't let you go
(Aku tidak bisa melepasmu pergi)
So find someone great but don't find no one better
(Jadi temukanlah seseorang yang baik, tapi jangan yang lebih baik dariku)
I hope you're happy, but don't be happier
(Aku harap kau bahagia, tapi jangan lebih bahagia saat bersamaku)
Air mata Vanya kembali menetes ketika lagu tersebut usai ia bawakan. Lagi dan lagi bayang-bayang itu hadir di kepalanya.
"Sebenarnya Vanya kenapa?" tanya Yoongi penasaran.
Sinta menoleh ke arah Vanya yang sedang menghapus air matanya dengan jarinya. Masih saja Vanya mampu tersenyum menutupi lukanya.
"Masa lalu Vanya begitu menyakitkan Oppa. Bukan sekali atau dua kali Vanya akan menangis seperti ini ketika mengingat Soka" jelas Sinta.
"Soka?" Yoongi semakin penasaran dengan kisah Vanya.
"Ya. Laki-laki brengsek yang menjadi masa lalu Vanya. Hubungan mereka berakhir 5 bulan yang lalu" jawab Sinta tanpa mengalihkan pandangan dari Vanya.
'Apakah sesakit itu masa lalumu macan betinaku? Izinkan aku mengobatinya' ujar Yoongi dalam hati.
__ADS_1