
Vanya segera memakai sepatu tersebut. Ukurannya terasa begitu pas. Bahkan Vanya sampai berdecak kagum karena sangat menyukai sepatu tersebut. Mungkin dia juga belum pernah memakai sepatu sebagus ini.
"Udah jangan dilihatin terus. Ayo buruan" ujar Kim menyadarkan Vanya.
Vanya langsung bergegas mengambil posisinya. Hari ini cafe begitu ramai, dan kebanyakan yang hadir di cafe tentunya ARMY. Karena cafe itu dengan tempat acara fansign tadi siang begitu dekat.
Ia memilih membawakan lagu Indonesia sebagai lagu pertama untuk pembukaan. Lagu milik Keysa yang berjudul Tak Ingin Usai menjadi pilihannya. Kim dan kawan-kawannya pun sudah merasa familiar dengan lagu ini, bahkan sempat mengcovernya menjadi bahasa Korea.
Beberapa orang berdecak kagum saat Vanya mengambil nada tingginya. Jiwa dari lagu tersebut berhasil Vanya gandeng dengan penampilannya saat ini.
"Eonni, request lagunya Bangtan dong" ujar seorang perempuan menghampiri Vanya.
"Bangtan?" tanya Vanya memastikan.
"Nee eonni, di sini kebanyakan ARMY. Pasti mereka akan sangat senang jika eonni membawakan lagu Bangtan saat ini" jawab perempuan tersebut.
Vanya melihat sekeliling cafe, dan ternyata benar. Beberapa orang meminta Vanya dan team untuk membawakan lagu-lagu milik Bangtan Sonyeondan.
"Gimana nih? Aku ngga tau lagu-lagunya. Kemarin cuma latihan beberapa doang" ujar Vanya kebingungan.
"Yaudah yang kamu tau aja. Lumayan kan keuntungan cafe ini kalau mereka puas requestnya kamu turuti" ujar Kim meyakinkan Vanya.
Teman-teman yang lain pun mengangguk setuju dengan Kim. Jika cafe ramai, tentu saja bonus juga semakin besar. Akhirnya Vanya mengalah dan mencoba membawakan lagu dari boyband tersebut.
Dentingan musik sudah mulai terdengar, Vanya begitu gerogi saat ini. Ia takut jika salah lirik atau nada, karena memang belum pernah membawakannya.
"Modeun ge gunggeumhae how's your day, oh tell me" Vanya mulai menyanyikan lirik pertama.
"Oh yeah oh yeah, ah yeah ah yeah" sahut beberapa ARMY dengan antusias.
"Mwoga neol haengbokhage haneunji, oh text me"
"Oh yeah oh yeah, ah yeah ah yeah"
"Your every picture nae meorimate dugo shipeo, oh bae"
"Come be my teacher ne modeun geol da gareuchyeojwo your one, your two"
"Listen my my baby naneun jeo haneureul nopi nalgo isseo"
Vanya menyanyikan part vocal line, sedangkan part rapper dibawakan oleh Kim, karena memang dia memiliki bakat tersebut.
"Geuttae niga naege jwotteon du nalgaero" sambung Kim dengan suara bass-nya.
"Ije yeogin neomu nopa nan nae nune neol matchugo shipeo"
"Yeah you makin' me a boy with luv"
"Oh my my my, oh my my my" sahut ARMY yang berada pada cafe tersebut.
"You got me high so fast ne jeonbureul hamkkehago shipeo"
"Oh my my my, oh my my my"
__ADS_1
"You got me fly so fast ije jogeumeun na algesseo"
"Love is nothing stronger"
"Than a boy with, than a boy with luv"
Lagu tersebut berlanjut hingga selesai. Bahkan saat ini terasa mereka sedang mengadakan konser. Vanya ikut tersenyum melihat antusianya penggemar idol tersebut.
"Gila si, pelanggan langsung membeludak pas tahu requestnya kita terima. Pengaruh BTS emang ngga main-main" ujar Kim yang merasa begitu lelah malam ini, namun juga sekaligus senang.
"Pantes aja kemarin pemilik cafe minta kamu hafalin lagu-lagu ini. Ternyata memang sudah dipikirkan matang-matang mangsa pasarnya" lanjut Kim pada Vanya.
Vanya hanya mengangguk setuju, ia pun merasa sangat lelah hari ini. Vanya sangat merindukan kasur dan bantalnya.
Vanya melangkah gontai mengambil tasnya, kemudian berpamitan kepada teman-temannya.
"Guys, aku duluan ya. Kasihan kasur di rumah nungguin" pamit Vanya.
"Yaelah Nya, malem minggu juga masa ngga mau nongkrong-nongkrong dulu gitu" sahut salah satu temannya.
"Next time okey?" jawab Vanya sambil melambaikan tangannya dan melangkah pergi.
****
"Hyung" panggil Jungkook mengaggetkan Yoongi.
"Wae?" jawab Yoongi tanpa mengalihkan pandangannya pada ponsel.
Yoongi yang ditanya demikian hanya tersenyum manis. Ia teringat betapa lucunya wajah Vanya saat kesal, gugup, atau mungkin saat baru menyadari tentang sandal kucingnya.
"Hyung kenapa senyum-senyum sendiri seperti itu?" tanya Jungkook heran.
"Aniya, sudah sana minum susu pisang saja" usir Yoongi menutupi kegugupan.
"Kenapa dia bertingkah aneh akhir-akhir ini" gumam Jungkook sambil keluar dari kamar Yoongi.
Jungkook hanya mengangkat bahunya, tanda ia tidak perlu memikirkannya. Toh, hyungnya juga sudah dewasa.
"Jungkookie, kamu dari kamar Yoongi hyung?" tanya Jhope saat berpapasan dengan Jungkook di tangga dorm.
"Hu'um" jawab Jungkook sambil mengangguk dengan ekspresi menggemaskan.
"Tapi ada yang aneh hyung" lanjut Jungkook.
"Maksudmu?" tanya Jhope penasaran.
"Tadi Yoongi hyung senyum-senyum sendiri. Saat aku tanya alasannya, justru wajahnya merah" jawab Jungkook polos.
"Ah, apakah dia sedang jatuh cinta?"
Jungkook menggeleng pelan, karena memang dia tidak tahu. Sedangkan Jhope berpikir keras, siapa kira-kira wanita yang sedang dekat dengan kulkas 10 pintu itu.
***
__ADS_1
Vanya telah sampai di apartemen, dia justru terkejut karena bukan hanya Sinta yang ada di dalam. Tetapi juga ada Lee dan Hyeon.
"Kalian menginap?" tanya Vanya basa-basi.
"Aniya, kami hanya menunggu kamu pulang" jawab Hyeon.
"Kenapa tidak menginap saja, biar ramai" ujar Vanya menawari.
"Ah kapan-kapan saja kami menginapnya" jawab Lee.
"Oh iya Vanya, emm aku ingin bertanya" lanjut Lee pelan.
"Iya tanya apa?"
Vanya mendudukan tubuhnya di sebelah Sinta, mungkin menyandarkan tubuhnya sebentar bisa membuat lelahnya hilang.
"Ini.. ini jam tangan milikmu?" tanya Lee dengan jam di tangannya.
Vanya melihat sekilas, lalu langsung menegakkan badannya. Ia mencoba untuk tidak panik.
"Ah iya, aku baru saja membelinya jadi tadi aku mencobanya. Tapi aku lupa untuk mengembalikan ke tempatnya" jawab Vanya berbohong.
"Jam tangan ini sepertinya aku pernah melihat" jawab Lee menatap Vanya intens.
"Iya kah? Bahkan aku tidak melihat kalau tadi ada jam di meja" ujar Hyeon juga merasa terkejut.
"Ini.. mirip dengan punya Yoongi Oppa yang dipakai tadi pagi" ujar Lee penuh penekanan.
Vanya menelan ludahnya kasar, ia juga sudah mengira pasti itu milik Yoongi.
"Tapi kan jam seperti itu bukan hanya satu Lee. Bisa saja hanya kebetulan mirip" sanggah Sinta menengahi.
"Kamu kenapa si Lee, lagian gak mungkin itu punya Yoongi. Bahkan aku menyukai boyband mereka saja tidak" ucap Vanya mencoba meyakinkan Lee.
"Bisa aku simpan kembali jam tangan itu?" tanya Vanya pelan.
Lee hanya memberikan jam tersebut dan masih bingung dengan pikirannya. Tapi memang tidak mungkin Vanya memiliki jam milik Yoongi Oppa, pikir Lee.
"Loh Nya, sepatu kamu baru?" tanya Sinta heran.
"Ehh, anu. Iya tadi aku beli sepatu baru" jawab Vanya kaget.
"Waah coba lihat" ujar Sinta mengamati sepatu milik Vanya.
"Ini merknya terkenal lho, bahkan brand ambasadornya saja BTS. Harganya pasti mahal kan?" lanjut Sinta membuat Vanya semakin bingung.
Lee semakin menatap Vanya tajam. Sepertinya Lee menaruh curiga pada Vanya.
"Aku mengumpulkan uang selama ini. Aku sudah lama menginginkan sepatu ini soalnya" ujar Vanya setenang mungkin.
"Oh jadi ini alasan kamu mengirit selama ini. Ya ampun Vanya" jawab Hyeon sambil tertawa kecil.
Tawa tersebut disambut Lee dan Sinta, sedangkan Vanya tersenyum canggung menutupi kegugupannya.
__ADS_1