
Vanya memegang sepatu yang semalam ia pakai. Entah kenapa Vanya sangat menyukai sepatu tersebut. Mungkin sepatu ini akan menjadi alas kaki favoritnya sekarang.
Vanya dan Sinta berjalan beriringan memasuki kampus. Mereka banyak mengobrol seperti biasa dan melupakan kejadian semalam.
"Nya, apa pun yang terjadi. Tolong rahasiakan tentang kamu dan Yoongi Oppa ya" ujar Sinta khawatir.
"Tenang aja Sin, lagian emang aku kan ngga ada apa-apa sama dia" jawab Vanya tenang tanpa menoleh ke arah Sinta.
"Jangan bercerita tentang ini ke Hyeon, apa lagi Lee" ujar Sinta posesif.
"Kamu kan tahu aku nggak gampang cerita Sin" jawab Vanya menenangkan Sinta.
Mereka terus melangkah pelan tanpa memperhatikan sekitar.
"Yaak, kenapa kalian ngga berhenti. Padahal sudah aku panggil-panggil juga" oceh Hyeon dengan nafas cepat. Seperti habis maraton saja.
"Mwo? Kapan kamu manggil aku?"
Vanya pun heran, sejak kapan Hyeon ada di sekitarnya. Apakah ia mendengar percakapan Vanya dan Sinta.
"Kalian saja yang budek" ketus Hyeon sebal.
"Mianhae Hyeon. Aku tidak mendengarnya" ucap Vanya merasa bersalah.
Vanya memang tipikal orang yang gampang meminta maaf. Juga gampang tersentuh hatinya oleh hal-hal kecil, kecuali laki-laki.
"Gwenchana, aku hanya berlari sebentar. Tapi rasanya seperti berlari 10 km saja" jawab Hyeon masih dengan tawanya.
"Kalian lagi ngobrolin apaan si? Asik banget sepertinya" lanjut Hyeon.
Sinta menatap Vanya panik, takut Hyeon mendengar percakapannya tadi. Sedangkan Vanya langsung bisa mengkondisikan wajahnya setenang mungkin. Jika peramal zodiak mengatakan bahwa zodiak scorpio itu manipulatif, kali ini Sinta percaya. Bahkan kini Sinta melihat wajah Vanya sudah setenang mungkin untuk menutupi rahasianya dari Hyeon.
"Ah itu, tadi aku sedang bercerita tentang adikku yang di Indonesia" jawab Vanya tenang.
"Jinjja? Ah padahal aku rindu adikmu. Kapan-kapan ajaklah aku ke Indonesia. Aku ingin melihat adikmu secara langsung" jawab Hyeon.
Vanya dan Sinta tersenyum lega mendengar jawaban Hyeon yang percaya akan ucapannya. Mereka hanya belum siap bercerita tentang itu ke Hyeon. Namun tanpa mereka sadari, sebenarnya Hyeon juga sudah mendengar obrolan Vanya dan Sinta. Hanya saja Hyeon yang lebih berpikir dewasa, memilih untuk pura-pura tidak tahu dan menjaga apa yang ia dengar tadi.
"Udah yuk masuk kelas, sebentar lagi dosen datang" ajak Hyeon yang kemudian menggandeng tangan kedua sahabatnya berjalan menuju kelas.
Hyeon berjanji pada dirinya sendiri tidak akan menyebarkan berita tersebut. Karena sebenarnya Hyeon sudah sedikit curiga saat acara fansign, Yoongi langsung menoleh ke arah Sinta saat Sinta menyebut nama Vanya. Namun Yoongi tidak menyadari bahwa saat itu Hyeon tengah memperhatikannya.
***
"Hey ayo-ayo bangun. Aku sudah memasak untuk kalian. Cepat sarapan"
Teriakan demi teriakan terdengar nyaring di dalam dorm. Yoongi mencoba membangunkan beberapa member yang masih tertidur. Terutama Jungkook dan Jimin.
__ADS_1
"Ah kenapa kau berisik sekali Hyung. Biasanya juga kamu masih tidur" ujar Jungkook tidak ingin dibangunkan.
Yoongi tidak menjawab, ia hanya melangkah keluar ketika memastikan bahwa Jungkook sudah bangun.
Sedangkan Jhope sedang berusaha membangunkan Jimin.
"Hey Jimin-ah ayo bangun. Nanti siang kita akan ada pemotretan" ujar Jhope sambil memukul pelan pantat Jimin.
"Ngghh" lenguh Jimin tanpa merubah posisinya sedikit pun.
"Kau harus makan Jimin-ah" geram Jhope melihat Jimin masih setia dengan posisinya.
"Kkaeuji ma" jawab Jimin dengan suara seraknya.
Namun Jhope tidak perduli, ia menyibakkan selimut yang dipakai Jimin. Lalu Jhope menarik tangan Jimin hingga kini Jimin dalam posisi duduk mengumpulkan nyawanya. Bahkan Jimin baru setengah sadar, Jhope sudah menyodorkan sendok kepada Jimin lalu pergi begitu saja.
"Mengganggu saja" gerutu Jimin kesal.
Suara Yoongi memenuhi ruangan makan pagi ini. Ia yang biasa pendiam, tiba-tiba ceria bahkan banyak berbicara. Tentu saja hal itu menarik perhatian member lain.
Jimin dan Jhope yang memang dikenal sebagai tukang julid hanya beradu pandang. Sepertinya apa yang mereka pikirkan saat ini sama. Ya! Kulkas 10 pintu itu tengah jatuh cinta atau mungkin lagu yang Yoongi ciptakan tengah naik daun.
"Yoongi-ah kenapa kau berisik sekali pagi ini" tegur Jin heran.
"Aniyo, aku biasa saja Hyung" elak Yoongi.
"Apakah kamu sedang dekat dengan seseorang?" tanya Jin to the point.
Yah, mungkin laki-laki kulkas tersebut sudah merasakan rasa tertarik kepada Vanya. Apa lagi sikap Vanya yang begitu menggemaskan di mata Yoongi.
"Kamu tidak pandai berbohong Hyung" jawab sang leader.
"Aniyo, aku biasa saja. Baiklah aku akan diam sekarang" jawab Yoongi cuek.
Sedangkan member lain hanya sedang saling tatap seakan menanyakan alasan perubahan sikap Yoongi.
"Baiklah jangan lupa yang hari ini jadwal mencuci piring Jungkookie dan Taehyungie" ujar Jin mengalihkan topik pembicaraan.
"Yaak Hyung, aku tadi sudah membantu masak" protes Taehyung kepada hyung tertua mereka.
"Tidak ada penolakan" ujar Jin tegas.
Taehyung mendengus kesal, sedangkan Jungkook hanya tertawa melihat protesnya Taehyung ditolak.
****
"Ehh guys sini-sini" ujar Lee begitu semangat.
__ADS_1
"Ada apaan?" tanya Hyeon dan Sinta semangat.
Vanya memilih tetap menghabiskan ramennya yang tinggal setengah. Tapi telinganya tetap mendengarkan ketiga sahabatnya tersebut.
"Ini ada berita Hobi Oppa kencan" jawab Lee sedikit ragu.
"Hah?"
Hyeon, Sinta, dan Vanya menoleh kaget ke arah Lee.
"A-apa tadi? Kencan?" tanya Hyeon memastikan.
Lee hanya mengangguk sebagai jawabannya. Tapi sebenarnya ia masih ragu, karena berita ini belum valid.
"Omo!" pekik Sinta menutup mulutnya.
"Hobi kencan?" tanya Sinta lagi.
Vanya mengernyitkan dahinya bingung.
"Emang sekarang kencan itu dijadikan sebuah hobi ya?" tanya Vanya sambil mengunyah makanannya.
Pertanyaan Vanya sontak membuat Lee, Hyeon, dan Sinta melotot ke arahnya.
"Vanyaku yang cantik. Tolong ya ini bukan waktu yang tepat untuk menistakan Oppa-ku lagi. Suasana hati kita sedang bersedih. Jadi mohon pengertiannya jangan bikin emosi. Arraseo?" jelas Sinta menahan geram.
"Nee, arraseo" jawab Vanya acuh.
"Ada yang retak, tapi bukan kaca" ujar Hyeon sambil memegang dadanya.
"Ada yang patah, tapi bukan ranting" sahut Sinta dengan ekspresi yang sama.
Vanya melongo menatap teman-temannya bersikap seperti itu.
'Mau bilang lebay, tapi takut ditimpuk mangkok' ujar Vanya dalam hati.
"Eh tapi ini berita belum ada klarifikasi, baru berita gosip-gosip gitu lah" ujar Lee juga dengan ekspresi sedih, tapi tidak sesedih Sinta dan Hyeon.
"By the way, siapa tuh ceweknya?" tanya Sinta penasaran.
"Irene Red Velvet" jawab Lee ragu.
"Mwo?" jawab Hyeon dan Sinta serentak.
"Bukankah kemarin ramai katanya Irene dengan Seokjin Oppa. Kenapa ini dengan Hobi Oppa?" tanya Sinta heran.
"Kan dibilang ini baru berita gosip, belum ada klarifikasi" jawab Lee pelan.
__ADS_1
"Kalau aku jadi kalian nih ya. Mereka akan kencan dengan siapa pun pasti aku dukung. Asalkan mereka bahagia, aku juga bahagia. Lagian kita ini sejenis kentang tumbuk, haluin mereka yang semacam serbuk berlian ya gini nih"
Ucapan tanpa dosa Vanya membuat Lee, Hyeon, dan Sinta merasakan ada patahan yang lebih keras di dalam hatinya.