Satu Tanpa Dua

Satu Tanpa Dua
Topi Kenangan


__ADS_3

Tidak terasa kuliah Vanya dan Sinta sudah memasuki semester 6. Mereka semakin disibukkan dengan materi. Mereka juga masih kemana-mana berempat dengan Lee dan Hyeon. Wajar saja, mereka kan titisan Punakawan.


Seperti halnya hari ini, mereka tengah berkumpul di apartemen Sinta untuk mengerjakan tugas. Mereka tengah fokus dengan bagiannya masing-masing.


"Aduh, kalian pada nggak capek apa?"


Lee tampak bosan dengan kegiatan belajar yang terlihat menguras otak.


"Ya capek lah, tapi mau gimana lagi" sahut Sinta.


"Kalian ini banyak banget ngeluh. Cepat selesaikan, setelah ini kita bisa nonton drama korea bareng-bareng"


Lee dan Sinta mengangguk setuju dengan perkataan Hyeon. Sedangkan Vanya hanya diam saja masih berusaha menyelesaikan dengan benar.


Ting!


"Hey yeorobun, Yoongi Oppa sedang live. Nonton ini dulu yuk" ajak Lee antusias.


"Hah? Jinjja? Ya sudah kita break dulu. Butuh inspirasi kita ini"jawab Hyeon langsung menutup buku.


Lee, Hyeon, dan Sinta langsung mengambil posisi untuk menonton live Yoongi di laptop Sinta. Sedangkan Vanya hanya menggeleng pelan melihat tingkah mereka, terutama Hyeon.


"Perasaan barusan minta cepat diselesaikan. Eh, sekarang malah lebih milih nonton live-nya si 'Pangsit Rebus' itu" gumam Vanya pelan.


Suasana tiba-tiba hening. Lalu terdengar jeritan dari ketiga makhluk tersebut.


"Aigo, Yoongi Oppa tampan sekali hari ini"


"Jinjja bisa oleng nih aku"


"Eh tapi lihat deh, Yoongi Oppa terlihat cocok sekali menggunakan topi itu"


"Eh Vanya, sini dong gabung. Udah tugasnya nanti aja. Kita refresh otak dulu lihat cowok ganteng. Sini deh" ujar Hyeon sedikit memaksa.


Vanya akhirnya ikut bergabung dengan mereka. Sebenarnya ia sedikit malas, tapi dari pada ia mengerjakan tugas itu sendirian lebih baik gabung saja meskipun tidak paham sama sekali.


Vanya melirik ke arah laptop yang saat ini tengah menampilkan sosok Min Yoongi.

__ADS_1


"Jaringannya eror ya? Kok nggak bergerak si?" tanya Vanya penasaran.


"Biasalah kalo liat live manusia kulkas 10 pintu ya seperti ini. Main telepati, bukan mengobrol seperti member lain" jawab Sinta sambil sedikit tertawa.


Pupil mata Vanya seketika melebar ketika melihat topi yang Yoongi kenakan.


'Apakah itu topi yang pernah aku beri? Masih disimpan? Atau mungkin hanya kebetulan sama?' ujar Vanya dalam hati.


Ya, saat ini Yoongi tengah mengenakan topi berwarna sage green yang pernah Vanya berikan saat pertama kali bertemu. Topi ini ia simpan dengan baik.


"Oh iya, topi ini adalah pemberian dari seseorang yang pernah menyelamatkanku dari kejaran fans. Kejadian itu sudah lama, tapi topi ini sengaja aku simpan. Setidaknya sebagai ucapan terima kasihku kepadanya"


Sinta langsung melirik ke arah Vanya. Ia paham betul siapa yang tengah Yoongi maksud. Begitu juga dengan Vanya, ia justru tidak menyangka bahwa topi itu masih ada. Padahal topi itu hanya seharga kisaran 5.000 Won. Mungkin tidak setara dengan tusuk gigi yang Yoongi gunakan.


"Wah beruntung sekali orang itu. Jika dia ARMY dan dia melihat ini, pasti dia sudah bahagia sekali" ujar Hyeon kagum.


"Aku juga ingin sekali memberikan sesuatu untuk Yoongi Oppa. Tapi aku takut dengan teman-temanku" ujar Lee terdengar Lesu.


Vanya hanya diam seribu bahasa. Sinta sengaja menyenggol sikut Vanya, memberikan kode bahwa ia tengah dibahas oleh Yoongi. Vanya hanya mengedipkan matanya cepat, kode agar Sinta tetap diam.


"Udah kan? Yuk selesaikan lagi tugasnya. Aku mengantuk" ujar Vanya sambil sedikit menguap.


"Astaga oh iya tugas. Udah ayok buruan" sahut Hyeon sambil lompat dari atas kasur.


"Sekalian aja terjun payung Hyeon" cibir Vanya julid.


Hyeon hanya nyengir sambil memasang wajah tanpa dosa. Sedangkan Lee dan Sinta sudah memaklumi dengan tingkah Vanya dan Hyeon yang sama-sama julid dan kerap bertengkar kecil ketika bertemu.


Kini mereka kembali fokus dengan tugas mereka, bahkan hanya dalam waktu tidak sampai 1 jam mereka sudah selesai mengerjakannya.


"Huh ternyata benar, setelah melihat cowok ganteng nih otak jadi encer" ujar Hyeon memecah keheningan.


"Hey! He is mine, arraseo?" sahut Lee cepat seakan tidak terima jika Hyeon oleng ke Yoongi.


"Ah oleng dikit boleh kan" goda Hyeon dan Sinta bersamaan.


Setelah menonton live, menyelesaikan tugas, dan sekarang mereka justru memperebutkan bias. Vanya terlihat tertekan berada diantara mereka. Siapa pun, tolong bawa Vanya pergi saat ini.

__ADS_1


***


Yoongi memandang topi tersebut sambil tersenyum. Topi itu memiliki sejarah dimana ia bertemu dengan perempuan judes yang mampu menarik hatinya.


"Hey hyung! Kenapa tidak mengajakku jika kau ingin live. Apakah aku terlambat datang?"


Yoongi menoleh ke arah Namjoon yang saat ini berada di sampingnya. Namjoon terlihat sudah mengenakan piyama dengan motif boneka BT21 karakter Tata.


"Baru saja selesai" jawab Yoongi datar.


"Ah ternyata aku terlambat. Padahal aku juga ingin menyapa ARMY"


"Tinggal live saja sendiri"


Namjoon tidak menjawab perkataan Yoongi, justru saat ini atensinya beralih pada topi yang tengah Yoongi pegang.


"Woah, apakah ini baru hyung? Aku baru melihatnya" ujar Namjoon sambil merebut topi itu dari tangan Yoongi.


"Yaak, hajimaa"


Yoongi sedikit khawatir topi tersebut dipegang oleh Namjoon. Apa lagi tahu sendiri kan kekuatan tangan Namjoon sepeti apa? Meskipun Yoongi bisa membeli topi tersebut beribu-ribu sekalipun, tapi tidak bisa membeli kenangan topi tersebut.


"Wah ini terlihat cocok dipakai olehku hyung" ujar Namjoon tanpa menghiraukan larangan dari Yoongi.


"Namjoon-ah hajima. Sini kembalikan"


"Aku hanya meminjamnya sebentar hyung" jawab Namjoon sambil mengembalikan topi tersebut.


Yoongi langsung menyimpan kembali topi tersebut, takut bisa terbelah jadi dua jika berada di tangan Namjoon.


"Kembali ke kamarmu sana. Aku ingin istirahat" usir Yoongi pelan.


"Baiklah aku akan kembali ke kamarku. Selamat malam hyung" ujar Namjoon ceria sambil keluar dari kamar Yoongi.


Yoongi langsung menutup pintu kamarnya dan bersiap untuk istirahat. Sesekali ia memainkan ponselnya. Yoongi melihat profil Vanya pada aplikasi chatnya selama ini. Terlihat ia menuliskan beberapa kalimat, namun tak lama ia menghapusnya kembali.


"Ah sudahlah. Sekarang baru hari Kamis. Hanya tinggal 2 hari lagi aku bisa bertemu dengan 'Macan Betinaku'. Lebih baik aku tidur saja" gumam Yoongi pelan sambil terus memainkan ponselnya hingga tanpa sadar ia mulai terlelap.

__ADS_1


__ADS_2