
Mentari pagi menyinari halaman sekolah SMP,di sebuah kelas,terdapat seorang lelaki yang sedang sibuk membaca.
Brak!!!!
"Senja!!mana kamu?," teriak marah seorang lelaki dari sebrang pintu. Terdapat seorang gadis yang menyelonong masuk tanpa izin dan segera berdiri di samping lelaki yang sedang membaca itu,"nitip ya nanti gua balik,"bisik gadis tersebut.
"Senja!! kesini cepat,"ujar guru lelaki tersebut dengan marah.
"Eh pak sabto,kenapa nyari saya pak? bapak suka sama saya ya?," ujarnya dengan senyum tanpa dosa, seisi kelas tertawa mendengar ucapan senja. Pak sabto menghelan nafas "Senja, saya serius ya, mana cermin kamu!!!"
"Saya ga bawa pak, bapak nglantur deh, bapak minta cermin ke saya buat liat bapak baru bangun tidur ya!!!," celetuk Senja membuat seisi kelas tertawa terbahak bahak.
"Senja, saya serius sama kamu, mana mungkin saya baru bangun, ada ada aja kamu, sudah kamu mau ngasih ke saya atau saya bawa kamu ke ruang bk,"
"Gak ah pak ruang bk ga seru, lagian saya juga udah bilang saya ngga bawa cermin pak, buat apa cermin orang saya udah cantik,"
Pak Sabto hanya menghelan nafas berat lalu pergi meninggalkan kelas 9A tersebut. Senjani Anatasya, seorang gadis cantik yang di kenal nakal oleh guru guru di sekolah tersebut.
...----------------...
Bel pulang telah berbunyi, kini siswa dan siswi berhamburan pulang, saat Senja ingin melangkah pulang ada lengan panjang yang terulur menarik tas senja. "Ih apaan sih,siapa dah jail banget," kesal Senja lalu berbalik badan dan melihat wajah datar seorang lelaki. "Loh,lo?" ujar Senja sembari menunjuk ke arah lelaki tersebut.
"Jangan nunjuk nunjuk saya, nggak sopan," ujar nya dengan dingin.
"Santay kali," ujar Senja. "Eh ya mana cermin gua," tanya Senja dengan tangan terulur meminta cermin itu. Lelaki tersebut memberikan cermin itu kepada Senja dan berbalik badan.
"Eh tunggu tunggu siapa nama lo," ujar nya lalu berdiri di depan lelaki tersebut, arah mata senja terarah ke tag name lelaki tersebut.
"Semesta argantara," gumam senja, setelah itu Semesta pergi tanpa mengucapkan sepata katapun.
"Dih dasar cowo aneh," ujar Senja.
Senja kini berjalan ke arah parkiran dan mengambil motornya. Setelah mengambil motornya dan memberi uang parkir Senja mengendarai motor nya untuk pulang ke rumahnya.
Sesampainya di rumah Senja segera berganti baju dan segera tiduran di kamar dengan memainkan ponsel nya.
__ADS_1
"Senja makan nak," suara teriakan dari arah dapur.
Senja kini jalan ke arah dapur. Sesampainya ia di dapur, Senja duduk dan mengambil makanan.
"Senja, tadi kamu di cariin vina, katanya ada kelompokan," ujar sang bunda lalu manarik kursi meja makan.
"Ehh iyakah bun? vina tadi kesini?," tanya Senja memastikan.
"Iya nja, bunda serius, kamu tadi ga langsung pulang? sampai vina kesini," tanya sang bunda kepada anak nya.
"Tadi nunggu sepi dulu, kan vina di jemput orang tua dia bun, mungkin dia kira aku udah sampe rumah," jelas Senja di beri anggukan oleh sang bunda.
Karna ucapan sang bunda tadi, yang bilang bahwa Senja di cari oleh Vina maka Senja segera melajukan motornya ke arah rumah Vina. Di saat perjalanana menuju rumah Vina, Senja tidak sengaja melihat lelaki yang ia kenal, ya benar itu adalah Semesta, anak kelas 9A. Senja menghentikan motornya tepat di samping lelaki tersebut.
"Semesta?lo ngapain di sini?mau kemana?," tanya Senja.
"Kalaupun saya bilang ke kamu emang kamu paham?," ujar lelaki itu lalu kembali mrlanjutkan jalan nya yang sempat terhenti.
"Ihh tunggu dong gua kan cuma nanya, lagian lo sewot banget, gua anter mau?," tanya Senja dengan senyum manis nya.
"Emang kamu bisa bonceng saya? nanti kamu jatuh kalau bonceng saya," jawab Semesta.
Semesta memilih untuk meninggalkan gadis
tersebut dan kembali berjalan.
"Ih lo ya dasar cowo aneh, gua bisa kok nganter lo, udah deh naik aja!!," marah Senja yang di balas kekehan oleh Semesta. Karna di rasa Senja memiliki niat yang baik, Semesta memilih untuk percaya dan naik ke motor beat milik Senja.
Di setiap perjalanan hanya ada keheningan di antara keduanya, tanpa ada yang memulai pembicaraan, karna di rasa terlalu senyap dan tegang Senja memulai pembicaraan terlebih dahulu.
"Lo mau ke mana?," ujar senja.
"Ke bengkel ambil motor saya," jawab Semesta singkat.
"Motor lo,rusak?," tanya Senja.
__ADS_1
"Iya," jawab Semesta dingin.
Tak lama kemudian keduanya telah sampai di sebuah bengkel motor, di situ Senja menghentikan motornya, Semesta turun dari motor dan mengucapkan trimakasih setelah itu ia masuk ke dalam bengkel tersebut, karna di rasa sudah selesai Senja melajukan motornya untuk segera kerumah Vina, kasihan ia pasti tengah menunggunya.
Sesampainya di rumah Vina, Seperti biasa Senja akan menyelonong masuk tanpa permisi, namun sebelum ia turun dari motor, ia sudah di sambut oleh omelan dari gadis yang menunggunya lama.
"Senjaaa, gua dah nunggu lo lama, kemana aja lo hah!!!," teriak Vina sembari memasang raut wajah menggemaskan, menurut Senja.
"Sorry tadi ada kendala bentar," jawab Senja lalu menyelonong masuk.
...----------------...
Di sebuah kelas yang sangat berisik, para siswa dan siswi berkumpul, berbeda dengan Senja yang sedang asik tidur di bangku nya.
Brak!!!
Suara dobrakan keras dari ujung pintu membuat Senja terbagun dari mimpi indah nya.
"Apaan sih vin, ganggu orang tidur tau ga!!," marah Senja kepada sang sahabat.
"Gawat nja, lo di cariin ketos, di suruh ke ruangan nya," ujar Vina dengan panik.
"Apaan sih ngapain lo panik coba, yauda anterin ke ruang ketos,"
Kini keduanya tengah berjalan menuju ruangan osis, jujur saja Senja kini juga tengah bingung, mengapa ketua osis memanggilnya? ia tidak pernah merasa bahwa ia ikut osis, ataupun punya salah dengan osis di sekolahan ini.
"Dah sampe, gua ga bisa ikut campur masalah lo," ujar Vina lalu pergi meninggalkan Senja yang hendak mengomel.
"wahh anak setan emang," geram Senja.
Kini Senja berjalan masuk ke ruang osis tersebut, ketika ia hendak masuk ke ruang osis ada yang menepuk punggung nya.
"Eh monyet," kaget Senja, kini senja menghadap belakang dan terlihat ada Semesta.
"Cepat banget kamu ke ruang ini," ujar Semesta sembari membawa tumpukan buku masuk ke ruang osis.
__ADS_1
"Iya tadi kata Vina ketos manggil gua tapi gua ke sini kagak ada siapa siapa," ujar Senja mengikuti Semesta masuk ke ruang osis.
"Eh kamu ngga tau emang ketos nya siapa?,"